(Kompas.com/Lely Maulida)
OpenAI resmi memperluas ketersediaan layanan ChatGPT Go ke pasar global setelah sebelumnya lebih dulu dirilis di India dan Indonesia pada September 2025. Paket ini menjadi opsi langganan chatbot berbayar paling terjangkau yang ditawarkan OpenAI hingga saat ini.
Dalam pengumuman resminya yang dikutip Jumat (16/1/2026), OpenAI menyebut ChatGPT Go kini telah tersedia di 170 negara, termasuk Jepang dan Belanda. Perusahaan menyebut ekspansi ini menjadikan ChatGPT Go sebagai paket dengan pertumbuhan tercepat sekaligus langganan AI paling ekonomis secara global.
ChatGPT Go melengkapi jajaran layanan berbayar OpenAI yang sebelumnya sudah diisi oleh ChatGPT Plus dan ChatGPT Pro. Keunggulan utama paket ini terletak pada harga yang lebih murah, namun tetap memberikan akses ke model AI terbaru.
Di Amerika Serikat, ChatGPT Go dibanderol 8 dolar AS per bulan, jauh di bawah harga ChatGPT Plus yang mencapai 20 dolar AS, maupun ChatGPT Pro yang dipatok hingga 200 dolar AS per bulan. Meski lebih terjangkau, pengguna ChatGPT Go tetap mendapatkan akses ke model GPT-5.2 Instant.
Dibandingkan versi gratis, ChatGPT Go menawarkan peningkatan signifikan, mulai dari batas chat 10 kali lebih besar, unggahan dokumen dan gambar harian hingga 10 kali lebih banyak, pembuatan gambar harian yang lebih luas, serta memori respons yang dua kali lebih panjang untuk pengalaman yang lebih personal.
Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang lebih dulu menikmati layanan ini. Sejak September 2025, ChatGPT Go sudah tersedia di Tanah Air dengan harga Rp 75.000 per bulan (termasuk PPN). Tarif tersebut jauh lebih rendah dibanding ChatGPT Plus yang dipatok Rp 349.000 per bulan, maupun ChatGPT Pro yang mencapai Rp 3,5 juta per bulan.
Pengguna yang telah berlangganan ChatGPT Plus atau Pro juga dapat beralih ke paket Go. Proses berlangganan dapat dilakukan dengan mengakses ChatGPT melalui web atau aplikasi, memilih menu “Upgrade Plan”, lalu melanjutkan pembayaran melalui Google Play, App Store, atau Stripe untuk pengguna web.
