Cak Lontong/ Foto: instagram.com/caklontong
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk secara resmi mengangkat Cak Lontong sebagai Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (25/4). Komedian dan presenter terkenal ini menggantikan posisi komisaris yang sebelumnya mengundurkan diri. Corporate Communication Pembangunan Jaya Ancol, Daniel Windriatmoko, mengungkapkan bahwa RUPST menyetujui pergantian anggota Dewan Komisaris untuk memperkuat pengawasan dan strategi bisnis perusahaan ke depan.
Selain Cak Lontong, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, juga dipercaya menjadi Komisaris Utama dan Komisaris Independen di Ancol. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, turut diangkat menjadi komisaris dalam perombakan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang berlaku efektif setelah penutupan RUPS tersebut.
Kehadiran Cak Lontong sebagai komisaris kini menarik perhatian publik, tak hanya karena profesinya yang sebelumnya dikenal sebagai komedian, tetapi juga karena profil dan agama Cak Lontong yang kini menjadi sorotan.
Cak Lontong, yang memiliki nama asli Lies Hartono, lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 7 Oktober 1970, dan kini berusia 55 tahun. Ia beragama Islam dan memulai karir hiburannya dengan bergabung dalam grup ludruk Cap Toegoe di Surabaya. Cak Lontong dikenal dengan gaya komedi yang mengandalkan logika dan pemikiran mendalam, sehingga sering disebut sebagai ‘ahli silogisme’. Lawakannya disampaikan dengan bahasa baku dan terstruktur.
Namanya mulai dikenal luas ketika membawakan acara komedi seperti Republik BBM dan Lawak Klub, serta bermain dalam film Comic 8 pada tahun 2014. Meskipun berkarir di dunia hiburan, Cak Lontong memiliki latar belakang pendidikan teknik dan lulus sebagai insinyur dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Di luar dunia hiburan, Cak Lontong juga terlibat dalam dunia politik dan pernah menjadi Ketua Tim Sukses untuk salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.
