Kepala Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Trina Fizzanty dalam diskusi jelang Hari Ibu yang diadakan BRIN secara daring di Jakarta, Rabu (18/12/2024) (ANTARA/Prisca Triferna) - Tangkapan Layar
Buletinmedia.com – Kepala Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Trina Fizzanty, mengusulkan agar porsi pembelajaran spiritual selama bulan Ramadhan ditingkatkan, daripada meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah secara penuh. Usulan ini muncul sebagai tanggapan terhadap wacana libur sekolah yang belakangan ini berkembang terkait dengan bulan Ramadhan. Trina menilai, alih-alih memberikan libur penuh, sebaiknya sekolah tetap berlangsung seperti biasa, namun dengan tambahan porsi waktu yang difokuskan pada pengembangan kemampuan spiritual siswa.
Trina mengungkapkan bahwa peningkatan pembelajaran spiritual ini tidak hanya akan membantu meningkatkan kemampuan spiritual anak-anak, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan tujuan pemerintah yang ingin meningkatkan kemampuan kognitif para siswa selama Ramadhan. Dengan memberikan porsi lebih untuk pembelajaran spiritual, diharapkan dapat memperkaya pengalaman pendidikan siswa tanpa harus mengorbankan kegiatan belajar akademis yang penting.
Dalam penjelasannya, Trina juga menekankan pentingnya mempertimbangkan keberagaman agama di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa meskipun program ini difokuskan pada pembelajaran spiritual bagi siswa Muslim, hal yang sama bisa diterapkan untuk siswa yang beragama lain sesuai dengan keyakinan masing-masing. Oleh karena itu, program ini harus dirancang secara inklusif, mengakomodasi semua siswa tanpa memandang agama, sehingga setiap siswa tetap dapat merasakan manfaat dari pembelajaran spiritual sesuai dengan agama mereka.
Meski mengusulkan peningkatan porsi pembelajaran spiritual, Trina tetap mendukung apapun keputusan yang akan diambil oleh pemerintah, asalkan keputusan tersebut mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak terkait dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan. Trina berharap keputusan yang diambil dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan siswa di bulan Ramadhan.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa keputusan terkait libur sekolah selama Ramadhan akan segera dibahas bersama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Abdul Mu’ti juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa usulan yang sedang dipertimbangkan, seperti libur penuh, libur sebagian pada tanggal tertentu, atau tidak ada libur sama sekali. Menurutnya, usulan-usulan tersebut mencerminkan aspirasi masyarakat, yang dalam konteks demokrasi, merupakan hal yang sehat dan penting untuk mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan publik yang menyangkut banyak pihak.
