Pemandangan udara kawasan banjir di desa Tualango, Gorontalo, Indonesia (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di wilayah pantai barat Aceh terkait potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi hingga akhir Januari 2025. Peringatan ini mengingatkan adanya kemungkinan hujan terus-menerus yang dapat berujung pada bencana seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama selama libur panjang akhir Januari.
Prakirawati Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Almira Aprilianti, menyampaikan bahwa wilayah Aceh masih berada dalam periode musim hujan, dengan intensitas hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir bulan ini. “Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi, terutama pada sore hingga malam hari,” ujar Almira yang dihubungi pada Senin malam (27/1), dikutip ANTARA.
Menurutnya, belokan angin atau shearline yang terjadi beberapa hari terakhir semakin meningkatkan aktivitas konvektif penyebab hujan, terutama di wilayah pantai barat Aceh. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai dengan petir dan angin kencang, yang dapat berbahaya bagi keselamatan, khususnya bagi mereka yang sedang beraktivitas di luar rumah atau yang berencana bepergian ke tempat wisata.
“Selalu utamakan keselamatan, terutama bagi mereka yang akan berpergian di luar ruangan,” imbuh Almira. BMKG juga menyarankan agar masyarakat berlindung di tempat yang aman jika hujan disertai petir, mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.
Dampak dari potensi hujan yang terus-menerus bisa sangat besar, terutama bagi daerah-daerah rawan banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, BMKG meminta agar masyarakat tetap memantau informasi cuaca terkini dan berhati-hati dalam merencanakan perjalanan atau aktivitas di luar rumah.
Peringatan ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, dan untuk lebih menjaga keselamatan, terlebih di tengah liburan panjang yang seringkali memicu peningkatan mobilitas.
