Atlet sepeda downhill Indonesia Feldani Effendy(Instagram @feldani)
Buletinmedia.com – Atlet balap sepeda gunung Indonesia, Feldani Effendy, berhasil merebut gelar juara umum di Kejuaraan Southridge Winter Series 2025 yang digelar di Amerika Serikat pada 22-23 Maret. Feldani, yang berlomba di kelas 40-49, mendominasi empat dari enam seri yang digelar, mengumpulkan total 575 poin. Meskipun sempat mendapatkan penalti pada seri ke-4 akibat jump start, yang membuatnya turun ke posisi ketiga, Feldani tetap mampu mempertahankan posisi puncak klasemen hingga akhir. Pada seri terakhir, ia memilih untuk tidak memaksakan diri dan finis di posisi keempat, namun hal tersebut tidak mempengaruhi perolehan poinnya yang sudah cukup untuk meraih gelar juara umum.
Di seri pertama hingga ketiga, Feldani menunjukkan performa luar biasa dengan memenangkan setiap balapan dan membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan. Meskipun cuaca ekstrem seperti angin kencang di seri pertama dan hujan lebat di seri kedua menjadi tantangan tersendiri, Feldani berhasil mengatasi kondisi tersebut dengan baik. Ia menjelaskan bahwa tantangan cuaca seperti angin yang sangat kencang di seri pertama sempat membuat sepeda terasa sulit dikendalikan, sementara hujan di seri kedua mengganggu pandangan dan memberikan kesulitan dalam mengambil jalur yang tepat.
Gelar juara ini menandai pencapaian luar biasa bagi Feldani, yang menyebutkan bahwa ia awalnya tidak berharap banyak untuk menjadi juara umum pada tahun pertama mengikuti kejuaraan ini. Namun, kemenangan di seri pertama memberikan kepercayaan diri yang lebih besar, yang membantunya menjaga konsistensi hingga akhir kejuaraan. Feldani juga mengungkapkan bahwa pengalaman berkompetisi dengan para pembalap elite AS, yang telah melahirkan banyak pembalap papan atas dunia, memberikan pelajaran berharga tentang teknik balap dan pengambilan racing line yang lebih efisien.
Kejuaraan Southridge Downhill sendiri sudah berlangsung selama 33 tahun dan dikenal sebagai ajang penting bagi para pembalap pro yang ingin tetap kompetitif selama musim off-season. Seri ini diadakan dua kali dalam setahun, yaitu pada musim dingin dan musim gugur. Selain memberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan para pembalap profesional, kejuaraan ini juga menjadi ajang bagi Feldani untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang tak terduga, seperti cuaca ekstrem yang sering kali mengubah jalannya balapan.
Feldani berharap bisa terus berkompetisi di Amerika Serikat, terutama pada musim gugur mendatang, dan siap menghadapi tantangan baru sebagai juara bertahan. Ia menyadari bahwa menjadi juara bertahan berarti ia akan menjadi target pembalap lain, sehingga persiapannya harus lebih matang, baik dari segi fisik maupun logistik. Selain itu, ia terbuka untuk menerima dukungan dari berbagai pihak agar dapat mempertahankan gelar dan terus berprestasi di tingkat internasional.
