Pebulutangkis Rusia Jalani Latihan di Pelatnas PBSI Cipayung Foto: detikSport/Mercy Raya
Sebanyak 16 atlet bulutangkis asal Rusia memulai latihan perdana mereka di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025). Kehadiran mereka menjadi bagian dari program latihan bersama selama dua pekan, yang merupakan tindak lanjut kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Program ini dimulai setelah pertemuan awal antara PBSI dan delegasi Rusia pada April lalu, yang dilanjutkan dengan kunjungan balasan dari Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran beserta atlet pelatnas ke St. Petersburg pada Juni 2025. Kini, giliran Alina Davletova dan rekan-rekan setimnya merasakan atmosfer latihan di “markas besar” bulutangkis Indonesia.
Latihan perdana berlangsung selama tiga jam, dengan pendampingan langsung dari pelatih dan para atlet pratama pelatnas. Mereka diajak menyelami rutinitas khas PBSI yang menekankan intensitas dan detail teknik. Salah satu pelatih Rusia, Pavel, mengaku terkesan dengan sistem kepelatihan yang ada di Indonesia.
“Di sini setiap sektor punya pelatih sendiri. Di Rusia, satu pelatih harus menangani semua nomor, baik tunggal maupun ganda,” ungkap Pavel kagum.
Pavel berharap program ini bisa membawa manfaat besar bagi anak didiknya, terutama dalam hal menambah kepercayaan diri dan memperkaya teknik bermain saat kembali ke negaranya.
“Kami memang meminta agar diberikan menu latihan khas PBSI. Meski anak-anak terlihat lelah, mereka sangat antusias dan semangat. Saya yakin dua minggu ke depan akan jadi pengalaman tak terlupakan,” ujarnya optimis.
Dari sisi tuan rumah, pelatih tunggal putra pratama PBSI, Ihsan Maulana Mustofa, menilai para atlet Rusia menunjukkan potensi yang menjanjikan. Di hari pertama, mereka difokuskan pada latihan game dan akurasi pukulan, baik di area depan maupun belakang lapangan.
“Hari ini kami lihat dulu adaptasinya. Tapi saya bisa bilang mereka punya kualitas yang cukup bagus,” kata Ihsan.
Menurut Ihsan, fokus utama dalam latihan bersama ini adalah penguatan teknik dan footwork, dua aspek krusial dalam permainan yang akan diberikan secara intensif—terutama hal-hal yang belum mereka dapatkan selama latihan di Rusia.
“Kami akan berikan program yang benar-benar baru buat mereka, agar bisa pulang dengan ilmu dan pengalaman berbeda,” tutupnya.
