Foto: Getty Images for Saudi Arabian F/Christophe Viseux
Buletinmedia.com – Arab Saudi, sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034, memutuskan untuk menerapkan kebijakan ketat mengenai konsumsi alkohol selama turnamen. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris Raya, Pangeran Khalid bin Bandar Al Saud, pada Rabu, 12 Februari 2025. Dalam wawancara tersebut, Pangeran Khalid menegaskan bahwa penggemar yang datang untuk menyaksikan Piala Dunia di Arab Saudi tidak akan diizinkan mengonsumsi alkohol, baik di stadion, hotel, maupun tempat lain yang terkait dengan acara tersebut.
“Kami tidak mengizinkan alkohol. Banyak kesenangan bisa didapat tanpa alkohol. Itu tidak 100 persen diperlukan,” ujarnya dengan tegas. Pangeran Khalid juga menambahkan bahwa meskipun minuman beralkohol tidak tersedia di Arab Saudi selama turnamen, para pengunjung dipersilakan untuk menikmati alkohol setelah mereka meninggalkan negara tersebut. “Seperti cuaca kita, negara ini kering,” tambahnya, merujuk pada peraturan yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang berlaku di negara Teluk itu.
Keputusan ini tentunya mengingatkan pada kontroversi serupa yang terjadi selama Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana kebijakan alkohol di stadion sempat diperdebatkan dan akhirnya diubah dua hari sebelum turnamen dimulai. Di Qatar, penggemar dapat membeli alkohol di hotel dan area penggemar khusus, tetapi tidak di stadion.
Pernyataan Pangeran Khalid juga menyentuh soal bagaimana budaya Arab Saudi tidak akan diubah untuk mengakomodasi kebiasaan orang luar. “Kami senang mengakomodasi orang-orang dalam batasan budaya kami, tetapi kami tidak ingin mengubah budaya kami untuk orang lain,” tegasnya. Pangeran Khalid juga merespons pertanyaan terkait apakah penggemar dari komunitas LGBTQIA+ akan dapat menghadiri Piala Dunia 2034 dengan aman. “Kami akan menyambut semua orang di Saudi. Ini bukan acara Saudi, ini acara dunia,” katanya, menegaskan bahwa Arab Saudi terbuka bagi siapa saja yang ingin menyaksikan acara internasional tersebut.
Keputusan ini menambah kontroversi yang mengiringi persiapan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Kelompok hak asasi manusia, seperti Amnesty International, telah menyuarakan kekhawatiran terkait perlakuan terhadap pekerja migran dan potensi diskriminasi terhadap komunitas LGBTQIA+ di negara yang memiliki undang-undang yang ketat terkait perilaku sesama jenis.
Namun, pihak Arab Saudi tetap pada pendiriannya untuk menjaga budaya lokal, meski menyadari bahwa ini mungkin mempengaruhi harapan beberapa pengunjung internasional. Piala Dunia 2034 diprediksi akan menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola global, dan bagaimana Arab Saudi mengelola berbagai isu sensitif akan menjadi sorotan utama di seluruh dunia.
