Gunung Api Ile Lewotolong yang kerap mengeluarkan abu vulkanik.(foto : kornelis rahalaka/floresgenuine)
Buletinmedia.com – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung dengan intensitas yang cukup signifikan. Pada Kamis (30/1/2025), gunung yang terletak di ujung timur Indonesia ini kembali mengeluarkan suara gemuruh disertai lontaran lava pijar. Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan bahwa selama periode pengamatan dari pukul 00.00 hingga 24.00 Wita, terdengar suara gemuruh lemah, sementara lontaran lava pijar teramati masih berlangsung di sekitar kawah atau puncak gunung.
Stanislaus Ara Kian, petugas Pos Pengamat Gunung Api, mengungkapkan bahwa pada periode tersebut tercatat dua kali letusan dengan amplitudo 5.1-8.4 mm, dan durasi antara 27 hingga 38 detik. Letusan-letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi 100-250 meter, yang berwarna putih hingga kelabu. Seismogram juga mencatat adanya 117 kali gempa embusan dengan amplitudo 1.2-11.2 mm dan durasi 21-53 detik.
Kondisi Terkini dan Potensi Bahaya
Pengamatan visual dari gunung memperlihatkan bahwa kondisi gunung masih relatif jelas dengan kabut yang bervariasi mulai dari kabut ringan hingga kabut sedang (0-I hingga 0-III). Asap kawah yang bertekanan lemah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, naik hingga 50-100 meter di atas puncak kawah.
Cuaca di sekitar gunung juga mengalami variasi, mulai dari cerah, berawan, mendung, hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur dengan suhu udara yang berkisar antara 25-30 derajat Celsius. Curah hujan di wilayah sekitar gunung tercatat mencapai 21.4 mm per hari, menambah kekhawatiran terhadap potensi bahaya lahar yang bisa terjadi.
Warga Diminta Waspada
Menanggapi situasi ini, Stanislaus mengimbau warga yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman lahar, terutama mengingat kondisi cuaca yang saat ini sering hujan. Ia mengingatkan bahwa hujan lebat dapat meningkatkan risiko lahar, yang bisa membawa material vulkanik dan menyebabkan banjir bandang.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada level II, yang berarti dalam kondisi waspada. Meskipun tidak ada indikasi letusan besar dalam waktu dekat, masyarakat tetap diminta untuk mematuhi arahan dari pihak berwenang dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas gunung.
Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, penting bagi masyarakat sekitar untuk tetap memantau informasi dari Pos Pengamat Gunung Api dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana. Pemerintah dan lembaga terkait akan terus melakukan pengawasan intensif dan memberikan informasi terbaru guna menjaga keselamatan warga.
