Penyanyi Taylor Swift saat konser di Melbourne, Australia. (Instagram @taylorswift)
Buletinmedia.com – Taylor Swift sukses mengguncang dunia lewat The Eras Tour, yang berlangsung dari Maret 2023 hingga Desember 2024. Namun, di balik kesuksesan tur tersebut, terselip insiden kelam yang mengguncang publik: tiga konser Taylor Swift di Wina, Austria, batal akibat ancaman teror pada Agustus 2024.
👤 Remaja 16 Tahun Dijatuhi Hukuman karena Dukung Teror Konser
Mengutip laporan The Guardian pada Sabtu (30/8/2025), seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun asal Jerman dijatuhi hukuman 18 bulan percobaan setelah dinyatakan bersalah atas dugaan dukungan terhadap aksi terorisme dan perencanaan kekerasan serius di luar negeri.
Putusan dijatuhkan pada Selasa, 26 Agustus 2025 dalam persidangan tertutup karena pelaku masih di bawah umur. Ia memberikan pengakuan penuh atas keterlibatannya dalam rencana penyerangan konser Taylor Swift.
📱 Berawal dari Media Sosial, Berujung ke ISIS
Remaja berdarah Suriah ini diketahui telah terpapar ideologi ISIS sejak usia 14 tahun. Pada pertengahan Juli hingga Agustus 2024, ia terlibat komunikasi intens melalui media sosial dengan seorang pria di Austria yang tengah menyusun rencana pengeboman konser Taylor Swift di Wina.
Ia bahkan sempat mengirim video instruksi perakitan bom dan membantu menghubungkan pihak terkait dengan anggota ISIS lain. Beruntung, rencana serangan berhasil digagalkan oleh aparat keamanan Austria sebelum konser berlangsung.
🚨 Penangkapan dan Reaksi Taylor Swift
Berkat informasi penting dari CIA, aparat Austria menangkap tersangka utama di Ternitz, disusul penangkapan dua pelaku lain di sekitar Wina.
Taylor Swift pun sempat angkat suara atas insiden ini. Ia menyampaikan kekecewaannya atas pembatalan konser, namun tetap berterima kasih kepada aparat yang telah menjaga keselamatan semua pihak.
