Kebakaran terjadi di Pasuketan (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Sebuah kebakaran hebat melanda sebuah ruko yang beralamat di Jalan Pasuketan, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Senin malam. Api dengan cepat menghanguskan bangunan bertingkat dua tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran ini memicu kepanikan warga sekitar dan membuat lalu lintas di Jalan Pasuketan sempat macet akibat evakuasi dan mobil pemadam yang berjaga di lokasi.
Kebakaran diduga dipicu oleh konsleting listrik di lantai satu. Menurut informasi yang dihimpun dari petugas pemadam kebakaran, api muncul dari area lantai dasar ruko yang penuh dengan material mudah terbakar, seperti kardus, kayu, dan barang dagangan lainnya. Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke lantai dua, melahap hampir seluruh isi bangunan. Kondisi ini diperparah oleh desain ruko yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bahan ringan yang mudah terbakar.
Nurjama, Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan Damkar Kota Cirebon, menjelaskan kronologi awal kejadian. “Pukul 19.30 WIB, kami menerima laporan kebakaran dan langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam beserta personel ke lokasi. Api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai satu, kemudian dengan cepat merambat ke lantai dua toko. Kebanyakan bahan mudah terbakar membuat api melalap seluruh bangunan dengan cepat,” ujarnya.
Tiba di lokasi, petugas pemadam langsung melakukan penyemprotan air dari berbagai sisi. Mereka juga berupaya mencegah api menjalar ke bangunan di sekitarnya yang letaknya berdekatan. Selama hampir satu jam, tim Damkar Kota Cirebon berjibaku memadamkan kobaran api, memanfaatkan selang air bertekanan tinggi dan peralatan pemadam portable untuk mengendalikan situasi. Berkat kerja cepat dan sigap, api berhasil dijinakkan sebelum merembet ke ruko lain maupun rumah warga di sekitar Jalan Pasuketan.
Meski tidak menelan korban jiwa, pemilik ruko mengalami kerugian materiil yang cukup besar. Hampir seluruh isi ruko, termasuk stok barang dagangan dan peralatan, hangus terbakar. Selain itu, kerusakan pada bangunan lantai dua juga cukup parah, sehingga membutuhkan renovasi menyeluruh jika ingin digunakan kembali. Estimasi awal kerugian mencapai ratusan juta rupiah, namun angka pastinya masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian dan pemilik ruko.
Pihak Satreskrim Polres Cirebon Kota kini tengah menangani kasus ini. Mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, apakah benar akibat konsleting listrik atau ada faktor lain yang mempercepat meluasnya api. Selain memeriksa saksi dan korban, tim kepolisian juga akan meminta keterangan dari petugas Damkar serta melakukan olah TKP. Langkah ini penting untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian atau faktor lain yang berpotensi merugikan pihak tertentu.
Warga sekitar yang sempat menyaksikan kejadian ini mengaku panik. Beberapa dari mereka berlari menyelamatkan kendaraan dan barang-barang yang berada di sekitar ruko. “Api sangat cepat, hanya beberapa menit sudah membakar lantai dua. Kami langsung menyingkir dan membantu petugas memadamkan api,” ujar salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya.
Kebakaran ruko di Jalan Pasuketan ini menjadi pengingat penting tentang risiko korsleting listrik dan pentingnya sistem keamanan kebakaran di bangunan komersial. Banyak pakar menyarankan agar pemilik ruko dan bangunan bertingkat melakukan pengecekan rutin instalasi listrik, memasang alat deteksi dini seperti smoke detector, serta menyiapkan alat pemadam ringan di setiap lantai. Hal ini dinilai bisa meminimalkan risiko kerugian besar bila kebakaran terjadi.
Selain itu, pihak Damkar Kota Cirebon juga menekankan pentingnya kesadaran warga dalam melaporkan dini jika melihat indikasi bahaya kebakaran. Penanganan cepat sangat menentukan apakah api bisa dikendalikan sebelum merambat ke seluruh bangunan atau ke lingkungan sekitar. Nurjama menambahkan, “Warga yang tinggal atau berdagang di area padat hendaknya selalu waspada, jangan menunda laporan, dan pastikan jalur evakuasi selalu bebas. Ini sangat membantu petugas dalam penanganan darurat.”
Meski api telah berhasil dipadamkan, tim Damkar dan kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi hingga malam untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Proses pendinginan dilakukan untuk mencegah bara api yang masih ada kembali menyala dan memicu kebakaran susulan. Selain itu, petugas juga melakukan inspeksi keamanan terhadap bangunan di sebelah ruko agar tidak terkena percikan api atau asap berbahaya.
Kasus kebakaran ruko ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Cirebon berencana meningkatkan sosialisasi keselamatan kebakaran kepada masyarakat, khususnya bagi pemilik bangunan komersial dan perumahan padat penduduk. Program ini mencakup edukasi penggunaan listrik yang aman, penanganan bahan mudah terbakar, serta kesiapan menghadapi situasi darurat.
Selain aspek keselamatan, kebakaran ini berdampak pada aktivitas ekonomi di Jalan Pasuketan. Ruko yang terbakar merupakan salah satu pusat usaha yang melayani kebutuhan warga sekitar. Dengan hangusnya ruko, distribusi barang dagangan dan pelayanan bagi masyarakat sempat terhenti, menimbulkan dampak ekonomi lokal yang cukup signifikan, meski hanya bersifat sementara.
Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kebakaran. Informasi yang akurat sangat penting agar tidak menimbulkan kekhawatiran atau kesalahpahaman di masyarakat luas. Selain itu, penyelidikan resmi akan memberikan gambaran jelas mengenai penyebab kebakaran dan langkah hukum atau preventif yang harus diambil selanjutnya.
Kebakaran ruko di Jalan Pasuketan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemilik usaha dan warga Kota Cirebon. Pencegahan, kesigapan melapor, dan pengetahuan mengenai keselamatan kebakaran menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Penanganan cepat oleh petugas Damkar dan koordinasi dengan kepolisian terbukti mampu meminimalkan korban jiwa dan mengendalikan kerugian material.
Dengan kejadian ini, warga dan pemilik ruko diharapkan semakin sadar akan risiko kebakaran serta mengambil langkah-langkah preventif. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penempatan alat pemadam ringan, dan pelatihan evakuasi dapat menjadi langkah nyata untuk meminimalkan potensi kerugian di masa mendatang.
