Penampilan penyanyi Stephanie Poetri dan sang ibu, Titi DJ, di hari pernikahannya di Los Angeles, Amerika Serikat.(Instagram.com/ti2dj) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Stephanie Poetri Memilih Childfree, Psikolog Ungkap Kemungkinan Alasannya", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2025/07/02/143000620/stephanie-poetri-memilih-childfree-psikolog-ungkap-kemungkinan-alasannya.
Penyanyi Titi DJ baru-baru ini mengungkap hal menarik tentang sang putri, Stephanie Poetri, yang kini telah menikah dengan kekasihnya, Asher Novkov-Bloom. Dalam sebuah wawancara, Titi menyiratkan bahwa Stephanie dan suaminya kemungkinan memilih untuk tidak memiliki anak alias childfree.
“Sepertinya mereka belum terlalu membahas soal anak. Tapi bisa jadi mereka memilih childfree. Yang penting mereka bahagia,” ujar Titi DJ seperti dikutip dari Kompas.com. Ia menambahkan, alasan Stephanie lebih condong pada keputusan itu karena merasa bahwa jumlah populasi manusia di bumi sudah sangat banyak.
Sebagai orangtua, Titi DJ memilih mendukung keputusan putrinya sepenuhnya selama pilihan itu membuat Stephanie dan Asher menjalani hidup dengan bahagia.
🧠 Di Balik Pilihan Childfree, Ada Alasan Psikologis yang Tidak Selalu Tampak
Fenomena childfree memang sering menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun menurut Psikolog Keluarga Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi., keputusan seperti ini tidak sesederhana mengikuti tren atau membangkang terhadap norma sosial.
“Childfree bukan semata soal gaya hidup. Ada kemungkinan bahwa pilihan ini lahir dari kondisi emosional tertentu, pengalaman hidup masa lalu, atau luka batin yang belum tuntas,” jelas Sukmadiarti kepada Kompas.com.
Ia menguraikan, banyak orang yang memilih tidak memiliki anak karena pernah mengalami masa kecil yang penuh konflik, pengabaian, atau trauma keluarga. Ketakutan akan mengulang siklus yang sama pada anak mereka kelak menjadi dasar munculnya keputusan untuk childfree.
🌀 Luka Batin & Perlindungan Diri: Childfree Sebagai Mekanisme Bertahan
Sukmadiarti menyebut bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak bisa menjadi bentuk mekanisme bertahan (coping mechanism). Sebuah perlindungan psikologis yang dibentuk karena kekhawatiran akan kegagalan dalam menjadi orangtua.
Situasi ini bisa muncul tanpa disadari dan menjadi apa yang disebut sebagai mental block—penghalang emosional yang belum terselesaikan. Artinya, keputusan childfree kadang bukan hanya soal tidak ingin, melainkan belum mampu secara emosional.
🔄 Bisa Berubah Seiring Waktu
Meski demikian, psikolog juga menekankan bahwa psikologi manusia bersifat dinamis. Ketika seseorang mengalami pemulihan emosional, memperdalam hubungan dengan pasangan, atau mencapai fase kehidupan baru, pilihan untuk childfree bisa berubah.
“Seiring bertambahnya usia dan kematangan emosional, tidak menutup kemungkinan seseorang akhirnya siap punya anak,” kata Sukmadiarti.
🧭 Netral & Empati: Kunci Menyikapi Fenomena Childfree
Banyak keputusan hidup publik figur seperti Stephanie Poetri kerap menjadi perbincangan dan tak jarang mendapat cibiran di media sosial. Namun, Sukmadiarti mengingatkan pentingnya berempati dan tidak menghakimi.
Menurutnya, komentar miring di internet sering kali muncul dari emosi pribadi yang tidak relevan dengan konteks. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan pribadi seseorang pasti dilandasi alasan yang dalam, termasuk pilihan untuk childfree.
