Kandidat asal Zimbabwe untuk presiden Komite Olimpiade Internasional Kirsty Coventry setelah terpilih, di Costa Navarino, Yunani, pada hari Kamis.Foto: Fabrice Coffrini/AFP - Getty Images
Buletinmedia.com – Kirsty Coventry resmi terpilih sebagai Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) dalam pemungutan suara yang digelar di Lausanne, Swiss, Senin (23/6/2025). Ia mengalahkan enam kandidat lainnya dengan meraih 49 suara, unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Juan Antonio Samaranch Salisachs dari Spanyol, yang memperoleh 28 suara. Dengan kemenangan tersebut, Coventry menjadi Presiden IOC yang baru menggantikan Thomas Bach.
Terpilihnya Coventry mencatatkan sejarah penting dalam dunia olahraga internasional. Ia menjadi perempuan pertama sekaligus orang Afrika pertama yang memimpin IOC sejak lembaga ini berdiri 131 tahun lalu. Selama ini, posisi tertinggi di IOC selalu dipegang oleh pria, dan kemenangan Coventry menandai tonggak penting menuju kesetaraan gender dan representasi global dalam kepemimpinan olahraga dunia.
Coventry sendiri dikenal sebagai mantan atlet renang legendaris asal Zimbabwe. Ia telah mengoleksi total tiga medali emas Olimpiade: dua dari Athena 2004 dan satu dari Beijing 2008. Setelah pensiun, ia tetap aktif di dunia olahraga, termasuk menjabat sebagai anggota Komisi Atlet IOC sejak 2012, lalu menjadi IOC Member setahun kemudian.
Di luar dunia olahraga, Coventry juga dipercaya memegang posisi strategis di pemerintahan. Ia ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Zimbabwe sejak 2018 di bawah pemerintahan Presiden Emmerson Mnangagwa. Kombinasi pengalaman sebagai atlet, pejabat IOC, dan pejabat negara menjadi bekal kuat dalam kepemimpinannya sebagai presiden baru IOC.
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyambut hangat kemenangan Coventry. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, KOI mengucapkan selamat atas terpilihnya Coventry. “Ia memulai kepemimpinannya dengan semangat baru, inklusif, dan fokus pada persatuan global,” tulis KOI. Dalam upacara simbolis di Lausanne, Coventry menerima tongkat estafet dari Thomas Bach dan kini bersiap memimpin IOC menghadapi era baru.
