Francesco Bagnaia, pembalap Ducati 2025 (Dok. Istimewa)
Buletinmedia.com – Francesco Bagnaia tengah menghadapi masa sulit di awal musim MotoGP 2025. Pebalap Ducati itu belum menunjukkan performa terbaiknya meski menyandang status juara bertahan. Dalam enam seri awal yang mencakup 12 balapan, Bagnaia baru sekali meraih kemenangan, sekali finis di posisi kedua, dan enam kali naik podium ketiga. Catatan ini kontras dengan musim 2024 saat ia mendominasi dengan 11 kemenangan dan menjadi sorotan utama di grid MotoGP.
Situasi Bagnaia kian tertekan karena rekan satu timnya di Ducati, Marc Marquez, justru tampil mengesankan dengan sembilan kemenangan sejauh ini. Tak hanya itu, ia juga beberapa kali dikalahkan oleh Alex Marquez dari tim Gresini, meski Alex hanya menggunakan motor Ducati versi 2024. Hasil-hasil ini mulai memunculkan keraguan terhadap konsistensi dan mental juara Bagnaia di mata publik dan internal tim Ducati.
Manajemen Ducati pun mulai memberikan sinyal ketidakpuasan. General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, secara terbuka menyebut bahwa Bagnaia gagal memenuhi ekspektasi tim. Sementara itu, Team Manager David Tardozzi mendesak Bagnaia untuk kembali percaya diri dan mengambil langkah konkret demi memperbaiki performa. Tekanan dari manajemen ini semakin memperbesar spekulasi mengenai masa depan Bagnaia di tim pabrikan Italia tersebut.
Mantan bos LCR, Oscar Haro, bahkan menyebut bahwa Bagnaia bisa saja meninggalkan Ducati sebelum kontraknya berakhir pada 2026. Dalam wawancaranya di YouTube bersama Nico Abad, Haro menilai Bagnaia mulai kehilangan fokus dan harga dirinya. Ia menganggap situasi internal yang tidak mendukung bisa menjadi alasan kuat bagi Bagnaia untuk mencari peluang baru di tim lain, apalagi Ducati kini dihubungkan dengan Pedro Acosta yang masa depannya di KTM belum pasti.
Menurut Haro, pesan-pesan yang dikirimkan para petinggi Ducati seperti Dall’Igna, Tardozzi, dan Michele Pirro sudah jelas: tim menginginkan performa lebih dari Bagnaia. Jika tekanan terus berlanjut dan dukungan internal tidak membaik, kepergian Bagnaia dari Ducati bukan hal yang mustahil. Situasi ini membuat musim 2025 menjadi titik krusial dalam karier sang juara dunia dua kali tersebut.
