Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, dalam salah satu aksinya bersama KAS Eupen di Liga Belgia. (X/Les Sports Plus)
Buletinmedia.com – Bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, dipastikan akan mengakhiri kebersamaannya dengan klub Divisi 2 Liga Belgia, KAS Eupen, pada akhir musim 2024/2025. Keputusan ini menandai akhir dari perjalanan singkat Pattynama di Belgia setelah bergabung pada awal tahun 2024. Meski sempat menjadi sorotan karena statusnya sebagai pemain naturalisasi Indonesia, ia gagal menemukan konsistensi di klub tersebut.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak resmi KAS Eupen melalui pernyataan tertulis pada Kamis (8/5/2025). Klub mengumumkan bahwa Pattynama dan manajemen telah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontraknya lebih awal dari yang direncanakan. Padahal, kontrak sang pemain sejatinya masih berlaku hingga 30 Juni 2026, namun kedua belah pihak memilih untuk berpisah lebih cepat.
“Shayne Pattynama dan KAS Eupen telah sepakat untuk mengakhiri kontrak mereka setelah musim 2024/25 berakhir,” tulis pernyataan resmi klub. Dalam kesempatan yang sama, pihak klub juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Pattynama selama berseragam Eupen. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen Shayne dan mendoakan yang terbaik dalam karier dan kehidupan pribadinya, termasuk bersama Timnas Indonesia.”
Sebelum bermain di Belgia, Shayne Pattynama sempat memperkuat klub asal Norwegia, Viking FK. Ia dikenal sebagai pemain yang tampil konsisten di liga tersebut dan menjadi bagian penting dalam skuad Viking. Setelah kontraknya berakhir di Norwegia, ia memutuskan menerima pinangan KAS Eupen dan resmi bergabung pada Februari 2024, membawa harapan baru bagi klub dan juga Timnas Indonesia.
Namun, perjalanan di Belgia tidak berjalan sesuai ekspektasi. Tak lama setelah kedatangannya, KAS Eupen terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belgia ke Divisi 2. Seiring perubahan dalam struktur tim dan persaingan yang ketat, Pattynama mulai kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Situasi inilah yang diyakini menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan berpisah lebih awal antara Pattynama dan klub asal Belgia tersebut.
