sumber foto : freepik
Meskipun QRIS telah ada cukup lama, hingga kini masih ada kebingungan di kalangan masyarakat mengenai cara membaca QRIS dengan benar. Banyak konsumen yang merasa bingung tentang pengucapan yang tepat untuk metode pembayaran ini.
QRIS, atau Quick Response Code Indonesian Standard, adalah metode pembayaran digital non-tunai yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia (BI). Dengan QRIS, pengguna hanya perlu memindai kode QR menggunakan kamera yang ada di aplikasi e-wallet atau mobile banking mereka. QRIS sendiri sering ditemukan di tempat-tempat seperti toko, warung, atau loket pembayaran, sebagai salah satu sarana untuk melakukan transaksi pembayaran. Selain untuk transaksi jual beli, QRIS juga kerap digunakan dalam kegiatan transfer donasi.
Namun, meski sudah cukup familiar digunakan, masih banyak perdebatan mengenai bagaimana seharusnya QRIS dibaca. Apakah “kris” atau “kyuris”? Bagaimana cara yang benar untuk mengucapkan QRIS?
Cara Membaca QRIS yang Benar
Secara umum, banyak masyarakat yang mengucapkan QRIS dengan pelafalan “kyuris.” Penyebutan “kyuris” ini kemungkinan besar berasal dari pelafalan huruf “Q” yang dalam bahasa Inggris dibaca sebagai “kyu.” Meskipun pelafalan ini telah cukup umum, ternyata cara baca QRIS yang benar menurut Bank Indonesia (BI) berbeda.
Menurut informasi yang diambil langsung dari situs resmi Bank Indonesia, pelafalan yang benar untuk QRIS adalah “kris.” Pelafalan ini mengikuti kaidah bahasa Indonesia, di mana huruf “Q” dalam konteks QRIS sebaiknya diucapkan sebagai “k.”
Dengan demikian, meskipun banyak orang yang mengucapkan “kyuris,” cara yang benar menurut pengembang QRIS, yakni Bank Indonesia, adalah “kris.”
