Pemain Persebaya Surabaya Dejan Tumbas berduel dengan pemain Madura United saat laga pekan ke-29 Liga 1 2024-2025 yang berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (20/4/2025) malam.(Dokumentasi Persebaya Surabaya)
Pertarungan pekan ke-29 Liga 1 2024/2025 antara Persebaya Surabaya dan Madura United berubah menjadi laga penuh adrenalin dan drama yang tak terlupakan. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam (20/4/2025), Persebaya sukses mengunci tiga poin berkat kemenangan tipis 1-0. Namun yang membuat kemenangan ini semakin monumental adalah perjuangan luar biasa dari tim Bajol Ijo yang harus mengarungi pertandingan dalam kondisi pincang—bahkan sempat hanya diperkuat 8 hingga 9 pemain akibat cedera.
Sepanjang pertandingan, kondisi Persebaya benar-benar menguji ketahanan fisik dan mental tim. Beberapa pemain harus menjalani perawatan intensif di pinggir lapangan, memaksa tim bermain timpang dalam beberapa fase laga. Meski pada akhirnya bermain dengan 10 orang hingga peluit panjang, semangat juang para pemain seperti tak pernah surut.
Pelatih Paul Munster, yang dikenal sebagai sosok tegas dan penuh visi, tak kuasa menahan kebanggaan terhadap anak-anak asuhnya. Usai laga, pria asal Irlandia Utara itu menyebut kemenangan ini sebagai cerminan dari semangat tak kenal menyerah dan pembuktian dari mentalitas pemenang yang selama ini coba ia tanamkan sejak awal musim.
“Saya sangat bangga dengan tim ini. Kami bermain hingga detik akhir dengan tekad penuh. Tidak pernah menyerah, dan fokus penuh pada satu hal: menang,” ujar Munster dengan mata berbinar usai laga.
Ia juga mengakui bahwa kemenangan ini terasa jauh lebih manis karena diraih dalam situasi sulit. Bermain dengan 10 pemain, menurutnya, menjadi bukti bahwa Persebaya tak hanya mengandalkan strategi, tapi juga kekuatan karakter dan dukungan luar biasa dari tribun.
“Seperti yang saya bilang di konferensi pers sebelum pertandingan, kami harus menang, apa pun caranya. Ketika kamu menang dengan 10 pemain, rasanya sangat luar biasa. Dan lebih spesial lagi karena ini terjadi di kandang sendiri. Dukungan Bonek dan Bonita, luar biasa—mereka seperti pemain ke-11 kami,” katanya antusias.
Salah satu momen paling mencemaskan terjadi ketika gelandang asal Serbia, Dejan Tumbas, mengalami benturan keras di kepala akibat tabrakan dengan lutut lawan. Meski sempat limbung, Dejan tetap memaksa bertahan di lapangan demi membantu tim menjaga keunggulan di menit-menit genting.
“Saya sebenarnya ingin menggantinya, tapi dia bersikeras tetap bermain. Mental Balkan-nya benar-benar terlihat. Dia tahu saya butuh dia di akhir laga, dan dia memilih bertahan. Untungnya dia bisa bertahan beberapa menit lagi sebelum akhirnya kami larikan ke rumah sakit,” kata Munster, mengenang momen menegangkan itu.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, kabar terbaru menyebutkan bahwa Dejan Tumbas masih dalam kondisi sadar dan responsif. Sang pelatih berencana menghubungi langsung sang pemain untuk memastikan kondisi terakhirnya pada pagi hari berikutnya.
Di balik drama dan ketegangan, nama Flavio Silva kembali mencuri perhatian. Striker andalan Persebaya ini menjadi penentu kemenangan lewat satu-satunya gol dalam laga tersebut. Penampilan konsistennya seolah menjadi napas segar bagi lini serang Persebaya, sekaligus menegaskan perannya sebagai sosok kunci dalam skuat Munster.
Menutup konferensi pers, Munster menegaskan bahwa pihaknya kini akan fokus pada pemulihan fisik dan mental para pemain sebelum kembali melanjutkan perjuangan di laga pekan ke-30 menghadapi Arema FC. Laga tersebut akan digelar di tempat netral, yakni Bali, karena alasan keamanan.
“Kami akan perlahan-lahan mulai persiapan. Yang utama sekarang adalah pemain bisa rileks, tenang, dan kembali bugar. Setelah itu, barulah kami bersiap untuk menghadapi Arema,” tutup Munster dengan nada optimistis.
