Liga Voli Korea pada musim depan tanpa Megawati Hangestri Pertiwi. (Dok. Korea Volleyball Federation KOVO)
Musim 2025/2026 Liga Voli Korea untuk divisi putri akan segera dimulai, namun sorotan tajam muncul setelah tidak ada satu pun pemain asing Asia yang dinilai setara dengan Megawati Hangestri Pertiwi, bintang asal Indonesia yang telah mencuri perhatian selama dua musim terakhir.
Asosiasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) pada Jumat (11/4) merilis daftar resmi tujuh pemain Asia yang akan mengisi slot kuota asing musim depan. Dari nama-nama tersebut, sebagian besar merupakan wajah lama yang melanjutkan karier di Korea, sementara sisanya adalah debutan yang mencoba peruntungan di liga yang semakin kompetitif.
Pemain-pemain Asia Musim Depan: Dominasi Lama, Tapi Tak Ada yang ‘Mengejutkan’
Beberapa nama familiar kembali menghiasi daftar pemain Asia. Thanacha Soksood melanjutkan musim ketiganya bersama Hi Pass, sementara Reina Tokoku, yang sempat memperkuat Pink Spiders dua musim lalu, kini berseragam GS Caltex. Anilise Fitzi, middle blocker andalan Pink Spiders, memilih memperpanjang masa baktinya. Sedangkan Stefanie Weiler pindah dari GS Caltex ke AI Peppers.
Dari Thailand, Wipawee Srithong juga kembali menjalani musim ketiganya di Korea. Namun, ada perubahan signifikan: setelah dua musim bersinar bersama Hyundai Hillstate, ia kini menjadi bagian dari Red Sparks — menggantikan Megawati sebagai pemain kuota Asia.
Sementara itu, dua pemain pendatang baru, yakni Jahstice Yauchi (outside hitter asal Jepang yang akan memperkuat Hillstate) dan Alissa Kinkela (pemain asal Australia yang dipilih IBK Altos), siap memperkenalkan gaya permainan mereka di panggung Korea.
Namun, di tengah susunan nama-nama ini, sorotan tajam datang dari media olahraga terkemuka Korea, Sports Khan, yang secara tegas menuliskan:
“Tidak ada yang selevel Mega untuk kuota Asia.”
Megawati, Sosok Tak Tergantikan: Lebih dari Sekadar Opposite Hitter
Megawati Hangestri Pertiwi, atau akrab dijuluki “Megatron”, telah meninggalkan kesan yang begitu kuat dalam dua musimnya bersama Red Sparks. Ia bukan hanya satu-satunya pemain Asia yang berposisi sebagai opposite hitter, tetapi juga menjadi ikon permainan menyerang yang eksplosif.
Meskipun Wipawee berhasil membawa Hillstate menjadi juara di musim 2023/2024, dan Fitzi turut mengantar Pink Spiders meraih trofi di musim 2024/2025, keduanya dinilai belum mencapai pengaruh dan performa setara Megawati—baik secara statistik maupun efek emosional bagi tim.
Yang membuat Megawati semakin istimewa adalah kehadiran basis suporter besar asal Indonesia yang selalu memenuhi tribun maupun meramaikan media sosial, menciptakan dampak luar biasa dalam mendongkrak popularitas Liga Voli Korea. Kehadirannya bukan hanya memperkuat tim, tetapi juga menarik perhatian internasional dan memperluas jangkauan pasar KOVO secara signifikan.
Kembalinya Megawati ke Indonesia: Karier Internasional Ditunda, Demi Prioritas Keluarga
Meski memiliki karier cemerlang dan ditawari perpanjangan kontrak oleh Red Sparks, Megawati memilih pulang ke Tanah Air. Keputusan ini dilatari alasan personal, yakni ingin lebih dekat dengan keluarga setelah dua musim berkarier jauh dari rumah.
Absennya Megawati jelas menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Red Sparks, tetapi juga bagi seluruh ekosistem Liga Voli Korea. Ia bukan sekadar pemain asing, tapi ikon Asia yang mengangkat level permainan dan daya tarik liga.
