Foto: Presiden AS Donald Trump memegang dokumen (Tangkapan Layar)
Buletinmedia.com – Donald Trump mengumumkan penundaan tarif 90 hari untuk sebagian besar negara, namun tarif untuk China tetap naik 125%. Keputusan ini diumumkan pada Rabu, 9 April 2025, setelah pertemuan dengan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Scott Bessent. Trump akan terlibat langsung dalam negosiasi selama masa jeda ini, menunjukkan komitmennya untuk bernegosiasi dengan baik.
Trump menyatakan negara-negara yang tidak membalas tarif AS akan dikenakan tarif umum 10% hingga Juli, dan lebih dari 75 negara telah menghubungi AS untuk merundingkan solusi. Ia menekankan, kebijakan ini bertujuan untuk menghindari kerugian bagi negara-negara yang tidak bersalah.
Namun, Trump tetap meningkatkan tarif terhadap China menjadi 125%, akibat kurangnya rasa hormat China terhadap pasar dunia. Langkah ini merupakan balasan atas tindakan balasan tarif dari China yang diumumkan pada 9 April 2025.
Tarif ini menjadi yang tertinggi sejak Trump menjabat lagi pada Januari, di luar tarif sebelumnya terhadap barang China. Kanada dan Meksiko dikecualikan, namun barang dari kedua negara yang tidak memenuhi ketentuan USMCA tetap dikenakan tarif 25%.
Pengumuman ini disambut positif oleh pasar saham AS, dengan S&P 500 melonjak 9,5%, Dow Jones naik 7,9%, dan Nasdaq Composite meroket 12,2%, yang merupakan lonjakan terbesar sejak 2001.
