sumber foto : Freepik
Ketiak adalah salah satu area tubuh yang sering mengalami gesekan, baik dari gerakan tangan maupun kontak dengan pakaian. Gesekan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan iritasi, yang pada akhirnya memicu penyumbatan pori-pori dan munculnya jerawat. Selain itu, kelembapan di area ketiak akibat keringat, bahkan setelah penggunaan deodoran atau antiperspiran, bisa memperburuk kondisi iritasi.
Jika kamu sering mengalami jerawat di ketiak, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu agar bisa menentukan solusi yang tepat. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat memicu munculnya jerawat di area ketiak.
1. Ingrown Hairs (Rambut Tumbuh ke Dalam)
Metode penghilangan bulu seperti mencukur, waxing, atau epilasi sering kali menjadi penyebab utama ingrown hairs atau rambut yang tumbuh ke dalam. Kondisi ini terjadi ketika rambut tidak tumbuh ke atas permukaan kulit, melainkan melengkung dan masuk kembali ke dalam lapisan kulit.
Ada dua kemungkinan penyebabnya:
-
Folikel rambut tertekuk atau melintir sehingga kembali masuk ke dalam kulit.
-
Sel kulit mati menyumbat pori-pori, membuat rambut tumbuh menyamping di bawah kulit.
Ingrown hairs biasanya tampak seperti benjolan kecil mirip jerawat yang bisa terasa nyeri atau gatal. Dalam beberapa kasus, benjolan ini bisa terinfeksi dan berisi nanah.
2. Folikulitis: Peradangan pada Folikel Rambut
Folikulitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di folikel rambut akibat infeksi bakteri, jamur, atau iritasi. Secara visual, folikulitis tampak seperti jerawat kecil kemerahan atau berisi nanah di sekitar area pertumbuhan rambut ketiak.
Jika tidak ditangani dengan baik, folikulitis dapat berkembang menjadi luka yang menyakitkan dan sulit sembuh. Pada kasus yang lebih serius, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan kerontokan rambut permanen dan meninggalkan jaringan parut.
Selain munculnya jerawat di ketiak, gejala folikulitis yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Sensasi gatal atau terbakar di area yang terkena.
-
Benjolan besar berisi nanah yang terasa nyeri.
-
Kulit yang tampak meradang dan lebih sensitif.
Folikulitis ringan biasanya bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari jika kebersihan kulit tetap terjaga. Namun, jika gejala semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
3. Alergi dan Dermatitis Kontak
Pernahkah kamu mengalami ruam atau jerawat kecil di ketiak setelah menggunakan produk tertentu? Jika iya, bisa jadi itu adalah reaksi alergi akibat kontak dengan zat pemicu iritasi. Kondisi ini dikenal sebagai dermatitis kontak alergi.
Beberapa penyebab umum alergi di area ketiak meliputi:
-
Deodoran atau antiperspiran yang mengandung bahan kimia keras.
-
Sabun mandi atau shower gel dengan kandungan parfum dan pewarna.
-
Deterjen atau pelembut pakaian yang meninggalkan residu pada pakaian.
Jika mengalami iritasi akibat alergi, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut:
-
Menghindari produk yang memicu reaksi alergi.
-
Menggunakan antihistamin untuk mengurangi gatal dan kemerahan.
-
Mengoleskan krim steroid topikal untuk meredakan peradangan.
-
Dalam kasus yang lebih serius, dokter mungkin akan meresepkan steroid oral.
4. Hidradenitis Suppurativa: Penyakit Kulit Serius yang Memicu Benjolan di Ketiak
Hidradenitis suppurativa adalah kondisi kronis yang menyebabkan munculnya benjolan besar dan menyakitkan di area ketiak, selangkangan, dan bagian tubuh lainnya. Sekilas, benjolan ini tampak seperti jerawat biasa, tetapi lebih dalam dan sering kali berulang.
Pada tahap awal, hidradenitis suppurativa mungkin hanya berupa satu atau dua benjolan yang hilang dengan sendirinya. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang lebih parah dan menyebabkan jaringan parut.
Cara mengatasi hidradenitis suppurativa tergantung pada tingkat keparahannya:
-
Antibiotik mungkin diresepkan untuk mengurangi peradangan dan mencegah infeksi.
-
Obat jerawat tertentu dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi munculnya benjolan.
-
Dalam kasus parah, dokter mungkin menyarankan prosedur pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi.
