sumber foto : instagram/ifanseventeen
Riefian Fajarsyah, yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, kembali mencuri perhatian publik. Vokalis band Seventeen ini dikabarkan telah resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di industri perfilman. Kabar ini menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah karangan bunga berjejer di depan kantor PT PFN di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin malam, 10 Maret 2025.
Menariknya, di antara belasan karangan bunga yang memberikan ucapan selamat, tidak terlihat adanya kiriman dari para elite politik. Sebaliknya, ucapan selamat lebih banyak datang dari kalangan industri film dan audio, seperti PT Bahagia Pictures serta perusahaan audio sistem Soundbest dan V2 Rudi Hidayat.
Konfirmasi atas penunjukkan Ifan Seventeen sebagai direktur utama PFN juga datang dari berbagai pihak. Seorang pejabat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta dua petinggi Koalisi Indonesia Maju Plus mengonfirmasi kabar tersebut kepada Tempo pada Senin, 10 Maret 2025.
Perjalanan Politik Ifan Seventeen: Gagal ke Senayan, Dapat Jabatan BUMN
Ifan Seventeen bukan sosok yang asing dalam dunia politik. Meskipun dikenal luas sebagai musisi, ia telah beberapa kali mencoba peruntungannya di ranah politik.
Pria kelahiran Yogyakarta, 16 Maret 1983 ini, menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada pada tahun 2001 hingga 2005. Setelah sukses di dunia musik bersama Seventeen, Ifan mulai tertarik dengan dunia politik dan mencoba terjun ke panggung legislatif.
Pada Pemilu 2014, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Partai Gerindra. Namun, langkahnya terhenti karena gagal memperoleh suara yang cukup. Tak menyerah, pada Pemilu 2019, ia kembali maju sebagai caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk daerah pemilihan Kalimantan Barat. Sayangnya, ia kembali gagal melenggang ke Senayan.
Meskipun dua kali gagal meraih kursi legislatif, Ifan tetap menjalin hubungan erat dengan sejumlah tokoh politik. Ia dikenal sebagai pendukung setia Prabowo Subianto dan beberapa kali mengungkapkan kekagumannya kepada Menteri Pertahanan tersebut di media sosial.
Kedekatan Ifan Seventeen dengan Prabowo Subianto dan Gerindra
Ifan tak segan-segan menyatakan bahwa Prabowo merupakan sosok yang menginspirasi. Dalam unggahannya pada 8 Januari 2025, Ifan membagikan potret dirinya saat menghadiri ulang tahun Prabowo. Dalam unggahan tersebut, ia menyanjung Prabowo sebagai pemimpin yang mengajarkan rasa cinta tanah air.
Bahkan, Ifan berkolaborasi dengan ajudan Prabowo, Rizky Irmansyah, dalam menciptakan lagu bertemakan perjuangan pada 17 Oktober 2024. Tak hanya itu, ia juga melibatkan Prabowo sebagai model dalam video klip lagu tersebut, yang semakin memperlihatkan kedekatannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Selain dengan Prabowo, Ifan juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Hal ini terlihat dalam beberapa unggahan media sosialnya, seperti pada 12 April 2024, di mana ia membagikan foto dirinya saat menghadiri acara halal bihalal di rumah Dasco. Dalam keterangannya, Ifan bahkan menyebut Wakil Ketua DPR RI tersebut sebagai “komandan,” yang mengisyaratkan kedekatan mereka.
Dari Panggung ke Kursi Direktur: Karier Baru Ifan Seventeen di BUMN
Kini, setelah gagal dalam dua kali pencalonan legislatif, Ifan akhirnya mendapatkan jabatan strategis sebagai Direktur Utama PT PFN. Keputusan ini menimbulkan berbagai spekulasi, terutama terkait hubungannya dengan Gerindra dan Prabowo Subianto.
Dengan pengalaman utama di dunia musik, banyak yang mempertanyakan latar belakang dan kualifikasi Ifan dalam mengelola perusahaan BUMN di industri perfilman. Namun, di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa kehadiran Ifan dapat membawa perspektif baru bagi industri kreatif di Indonesia.
Penunjukkan Ifan Seventeen sebagai pimpinan PT PFN menambah daftar selebritas yang mendapatkan jabatan penting di pemerintahan atau BUMN. Kini, tinggal menunggu bagaimana kiprah sang musisi dalam mengelola industri film negara di tengah tantangan zaman.
