Man applying his contact lens / illustrasi/freepik
Kebanyakan individu yang mengalami gangguan kesehatan mata, seperti rabun jauh (minus) atau astigmatisme (silinder), sering kali memilih menggunakan kacamata sebagai solusi. Namun, ada juga yang lebih memilih menggunakan lensa kontak (softlens) karena berbagai alasan, mulai dari kenyamanan tanpa beban kacamata hingga penampilan yang lebih menarik. Sayangnya, penggunaan softlens yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan mata yang serius. Berikut ini adalah pandangan para ahli mengenai dampak negatif dari penggunaan softlens yang asal-asalan:
- Tempat Berkumpulnya Parasit
Jika lensa kontak tidak dibersihkan dan digunakan dengan benar, lensa tersebut bisa menjadi sarang bakteri. Bakteri ini, pada gilirannya, bisa menjadi “makanan” bagi parasit Acanthamoeba. Menurut ahli dari West Scotland University, masalah ini sering dihadapi oleh pengguna softlens. Parasit Acanthamoeba dapat ditemukan di debu, air keran, air laut, dan kolam renang. Parasit ini bisa merusak lensa kontak dan bahkan menembus bola mata, menyebabkan kebutaan dalam kasus yang parah. Tanda-tanda infeksi termasuk rasa gatal, pandangan kabur, mata berair, sensitif terhadap cahaya, nyeri, dan pembengkakan pada kelopak mata. - Iritasi Mata
Banyak ahli berpendapat bahwa menggunakan softlens selama 24 jam penuh tanpa melepasnya dapat berdampak negatif pada mata. Seringkali, orang lupa melepas lensa kontak sebelum tidur, yang menyebabkan iritasi karena penurunan kadar oksigen di mata. Kurangnya oksigen meningkatkan risiko infeksi bakteri, pembengkakan kornea, dan infeksi lainnya. - Alergi
Penggunaan softlens yang tidak tepat juga dapat memicu alergi pada mata. Gejalanya termasuk rasa gatal, ketidaknyamanan, dan iritasi yang berkepanjangan. Alergi ini dapat menyebabkan mata terasa gatal terus-menerus. - Perubahan Bentuk Bola Mata
Penggunaan softlens dalam jangka waktu lama dapat mengubah bentuk bola mata. Hal ini terjadi karena lensa kontak yang sering digunakan akan kehilangan bentuk aslinya dan mempengaruhi bentuk kornea mata pemakainya. - Konjungtivitis
Konjungtivitis, atau lebih dikenal sebagai “mata merah”, disebabkan oleh infeksi bakteri atau iritasi dari lensa kontak. Selain menyebabkan mata menjadi merah, kondisi ini juga membuat mata berair. Konjungtivitis ditandai dengan lapisan terluar mata yang berubah menjadi merah.
- Sindrom Mata Kering
Sindrom mata kering dapat terjadi jika panduan penggunaan lensa kontak diabaikan. Sindrom ini terjadi ketika air mata cepat mengering atau produksi air mata tidak mencukupi. Akibatnya, mata mengalami peradangan dan iritasi.
