foto : tangkapanlayar(https://www.youtube.com/@curhatbang)
Buletinmedia.com – Fanny Kondoh, seorang kreator konten sekaligus istri dari mendiang Hajime Kondoh, mantan Presiden Direktur Marugame Udon yang dikenal sebagai Papa Udon, kini tengah mengandung buah hati mereka meskipun sang suami telah tiada. Kisah cinta mereka dimulai pada tahun 2015, saat Fanny masih bekerja sebagai kasir di Marugame Udon. Namun, kebahagiaan mereka diuji ketika dokter memvonis Hajime hanya memiliki enam bulan untuk hidup. Meski berada dalam kondisi sulit, Hajime sangat ingin memiliki anak, sebuah permintaan yang awalnya membuat Fanny ragu mengingat situasi mereka.
Keinginan itu menjadi tantangan besar karena aturan pemerintah yang melarang transfer embrio jika salah satu pasangan telah meninggal dunia. Fanny pun berpacu dengan waktu, berusaha menjalani prosedur sebelum ajal menjemput Hajime. “Kalau suami meninggal, bisa embrio transfer enggak? (tanya saya ke dokter). Enggak bisa,” ujar Fanny menirukan jawaban dokter. Meskipun sempat mengalami kegagalan, ia tetap mencoba demi memenuhi harapan suaminya, meski sadar bahwa dirinya harus menjalani kehamilan, persalinan, dan mengasuh anak seorang diri.
Saat prosedur transfer embrio berlangsung, Fanny melakukannya sendiri sementara Hajime dirawat di rumah sakit. Dokternya sempat berkata, “Bismillah, semoga kamu gantiin papamu ya, jagain mama,” kata-kata yang semakin menguatkan tekadnya. Beberapa hari setelahnya, kondisi Hajime semakin menurun. Dalam detik-detik terakhir hidupnya, ia menyentuh perut Fanny dan berdoa dengan penuh haru, “Ya Allah, lindungilah anak dan istriku. Aku tidak apa-apa jika harus pergi, tapi tolong jagalah istri dan anakku.”
Saat itu, belum ada kepastian apakah Fanny benar-benar hamil atau tidak. Namun, Hajime seolah sudah yakin bahwa impian mereka akan terwujud. Bahkan sebelum berpulang, ia telah menyiapkan nama untuk sang buah hati. “Dia tahu aku akan hamil dan sudah menyiapkan nama lengkap dengan kanjinya,” kenang Fanny sambil menahan tangis. Nama itu adalah Kazuki, yang memiliki makna mendalam: ketenangan dan kebahagiaan bagi semua orang. Kini, Kazuki menjadi bukti cinta abadi mereka, sebuah harapan yang akhirnya terwujud meskipun sang ayah tak lagi ada di sisi mereka.
