Ilustrasi logo DeepSeek di ponsel. Apa DeepSeek aman dipakai di Indonesia?(Bloomberg)
Buletinmedia.com – DeepSeek, sebuah aplikasi chatbot berbasis AI, telah diblokir di beberapa negara karena masalah keamanan data. Meski demikian, di Indonesia, pemerintah masih mengkaji perkembangan teknologi ini. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari inovasi ini dengan hati-hati. Menurutnya, aplikasi seperti DeepSeek bisa menjadi alternatif teknologi, terutama karena Indonesia tengah mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Pemerintah Indonesia pun terbuka untuk melihat dan mempelajari berbagai perkembangan teknologi baru seperti DeepSeek.
Kekhawatiran atas DeepSeek muncul karena adanya potensi kebocoran data pengguna. Banyak negara di dunia, termasuk negara-negara Eropa, khawatir data yang disimpan oleh DeepSeek dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang, khususnya pemerintah China. DeepSeek menyimpan seluruh data pengguna di China, dan berdasarkan hukum di negara tersebut, perusahaan diharuskan untuk menyerahkan data kepada pejabat intelijen jika diminta. Hal ini menambah kekhawatiran akan privasi dan keamanan data pribadi yang disimpan oleh aplikasi ini.
Italia menjadi negara pertama yang melarang DeepSeek setelah otoritas perlindungan data melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan data pribadi yang dilakukan oleh aplikasi ini. Otoritas Perlindungan Data (DPA) Italia menyelidiki apakah DeepSeek mematuhi regulasi GDPR, undang-undang Uni Eropa yang mengatur bagaimana data pribadi disimpan dan diproses. Setelah melakukan pemeriksaan, DPA memberi waktu 20 hari kepada DeepSeek untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana dan di mana data pengguna disimpan. DeepSeek kemudian dihapus dari toko aplikasi Apple dan Google di Italia sebagai respons terhadap temuan ini.
Selain Italia, Taiwan juga ikut memblokir aplikasi DeepSeek dengan alasan yang sama, yakni risiko kebocoran data, terutama di sektor publik. Pemerintah Taiwan melarang penggunaan DeepSeek di kalangan pekerja sektor publik dan fasilitas infrastruktur penting. Hal ini juga berlaku bagi karyawan lembaga pemerintah, sekolah umum, dan perusahaan milik negara. Kebijakan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap keamanan informasi yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan aplikasi tersebut, terutama di lingkungan pemerintahan.
Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian seperti Texas dan New York juga melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat dan jaringan milik pemerintah. Kekhawatiran mengenai privasi data dan kemungkinan kebocoran informasi sensitif membuat pemerintah setempat mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi data warga negara. Selain itu, negara-negara lain seperti Australia, Korea Selatan, Irlandia, dan India juga telah memblokir DeepSeek dengan alasan yang sama, yaitu untuk menghindari potensi kebocoran data yang dapat merugikan keamanan dan privasi penggunanya.
