AI Global Forum. (Inc.)
Buletinmedia.com – Pemerintah Indonesia mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan AI Global South Forum pada tahun 2026, sebuah forum yang diselenggarakan oleh UNESCO untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia, Afrika, dan Pasifik Selatan. Ajakan Indonesia ini datang setelah keberhasilan negara tersebut dalam menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) dari UNESCO, yang menandai Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai pencapaian tersebut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (13/2), mengungkapkan bahwa keberhasilan Indonesia menyelesaikan RAM menjadi dasar utama dalam pengajuan tuan rumah tersebut. Nezar menjelaskan, “Keberhasilan ini adalah bukti komitmen Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab dan beretika.” Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara Nezar dan Gabriela Ramos, Asisten Direktur Jenderal Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora UNESCO di kantor UNESCO, Paris, pada Selasa (11/2) waktu setempat.
Pencapaian Indonesia dalam implementasi RAM mendapat apresiasi besar dari UNESCO. Nezar menambahkan, “Kolaborasi antara Indonesia dan UNESCO semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pengembangan AI global.” Pemerintah Indonesia pun berkomitmen untuk berkontribusi dalam tata kelola AI yang inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara lainnya di dunia.
Gabriela Ramos menyambut positif niat Indonesia untuk menjadi tuan rumah AI Global South Forum 2026. Ia memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, melihatnya sebagai kesempatan penting bagi Indonesia untuk menampilkan peranannya dalam pengembangan AI di kancah global. Ramos juga memberikan apresiasi atas pencapaian Indonesia dalam penyelesaian RAM dan berharap Indonesia dapat terus berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan negara-negara lain dalam pengembangan kecerdasan artifisial.
“Kami sangat mendukung inisiatif Indonesia untuk menjadi tuan rumah forum ini. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk menunjukkan perannya sebagai pemain kunci dalam pengembangan AI global,” kata Gabriela. Ia juga berharap para ahli AI Indonesia dapat terus berperan aktif dalam membantu negara-negara lain untuk menyusun RAM dan menyebarkan pengetahuan terkait dengan penerapan AI yang bertanggung jawab.
Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya menegaskan komitmennya dalam perkembangan teknologi AI, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai negara yang memimpin inisiatif global dalam penggunaan teknologi secara etis dan berkelanjutan. Keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah AI Global South Forum diharapkan menjadi peluang besar untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi cerdas, sekaligus memberi dampak positif bagi negara-negara berkembang yang sedang mengejar kemajuan teknologi.
