Trofi Liga Champions (c) AP Photo/Francisco Seco
Buletinmedia.com – UEFA tengah mempertimbangkan perubahan signifikan pada format Liga Champions, dengan menghapus waktu tambahan 2×15 menit di babak fase gugur. Jika langkah ini disetujui, maka mulai musim 2027, pertandingan yang berakhir dengan agregat imbang akan langsung dilanjutkan dengan adu penalti, menggantikan babak tambahan yang selama ini menjadi bagian penting dari fase tersebut.
Keputusan ini muncul setelah UEFA mengevaluasi padatnya jadwal kompetisi, yang telah semakin ketat dengan penambahan jumlah laga fase grup dari enam menjadi delapan. Mengurangi waktu bermain yang tak perlu menjadi pertimbangan utama, terutama mengingat tekanan fisik yang harus ditanggung oleh para pemain dari klub-klub elit Eropa.
Mengapa Perubahan Ini Diperlukan?
Menurut laporan The Guardian, penghapusan babak tambahan ini bertujuan untuk memberi lebih banyak waktu istirahat bagi pemain, yang sering kali berisiko cedera setelah bermain selama 120 menit dalam pertandingan yang sangat menegangkan. Ini juga menjadi solusi untuk menjaga kualitas pertandingan, mengingat banyak klub besar yang memiliki jadwal padat di liga domestik maupun kompetisi lainnya.
Para raksasa Eropa diperkirakan akan menyambut baik keputusan ini. Dengan mengurangi durasi pertandingan, para pelatih bisa lebih mengatur menit bermain para pemain bintangnya, menghindari kelelahan, dan meminimalkan potensi cedera yang bisa mengganggu performa di musim yang sangat panjang.
Sementara itu, bagi tim-tim underdog, perubahan aturan ini bisa menjadi peluang besar. Tanpa adanya waktu tambahan yang memberi keuntungan pada tim besar dengan kedalaman skuad yang lebih mumpuni, tim-tim dengan sumber daya lebih terbatas bisa memiliki peluang lebih besar untuk menang, khususnya lewat adu penalti yang bisa lebih menguntungkan tim yang lebih sedikit memiliki bintang bertabur pengalaman.
Format Ini Sudah Diterapkan di Piala Super Eropa
Keputusan UEFA ini bukan pertama kali diterapkan pada pertandingan Eropa. Pada 2023, format serupa telah diujicobakan di Piala Super Eropa, di mana Manchester City sukses mengalahkan Sevilla melalui adu penalti setelah bermain imbang selama 90 menit, tanpa ada babak tambahan. Keberhasilan format ini diyakini semakin memperkuat argumentasi untuk penghapusan waktu tambahan di Liga Champions.
Apa Dampaknya Terhadap Tim dan Pemain?
Bagi klub-klub besar, penghapusan waktu tambahan bisa menjadi keuntungan. Mengingat para pemain andalan mereka sering kali terlibat dalam berbagai kompetisi sepanjang musim, pengurangan waktu bermain di Liga Champions bisa membantu mereka menjaga kebugaran. Sementara itu, untuk tim yang lebih kecil, adu penalti memberi peluang lebih besar untuk meraih kemenangan dalam situasi yang biasanya lebih menguntungkan tim besar.
Namun, perubahan ini masih dalam tahap awal dan belum ada proposal resmi yang diajukan. UEFA mengonfirmasi bahwa keputusan untuk menghapus waktu tambahan belum sepenuhnya disetujui dan masih perlu ratifikasi oleh Komite Eksekutif UEFA, mirip dengan penghapusan aturan gol tandang pada 2021.
Meski perubahan ini masih dalam proses, keputusan untuk menghapus waktu tambahan 2×15 menit bisa menjadi langkah besar bagi dunia sepak bola, memberikan dampak yang signifikan baik bagi tim besar maupun tim kecil. Jika disetujui, aturan baru ini akan berlaku pada musim 2027, saat kontrak hak siar Liga Champions saat ini berakhir. Sampai saat itu, penggemar sepak bola akan terus menyaksikan apakah perubahan ini akan benar-benar menjadi kenyataan.
