Tanda TikTok dipajang di gedung kantor pusat TikTok Inc. di Culver City, California (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Microsoft tengah terlibat dalam pembicaraan serius untuk mengakuisisi perusahaan media sosial asal Tiongkok, TikTok. Trump menyatakan bahwa dia menyambut baik adanya persaingan tawar-menawar di antara perusahaan-perusahaan besar yang berusaha mendapatkan TikTok, dengan harapan bahwa hal itu akan membuka peluang untuk platform tersebut agar dapat terus beroperasi di Amerika Serikat.
Trump menjelaskan bahwa dia sangat menyukai konsep persaingan tawar-menawar karena menurutnya hal ini dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih menguntungkan. “Saya suka persaingan tawar-menawar, karena itu memungkinkan Anda untuk mendapatkan kesepakatan terbaik,” kata Trump dalam sebuah wawancara di dalam pesawat saat perjalanan kembali ke Washington, D.C.
Lebih lanjut, Trump menjelaskan bahwa jika dia menyetujui kesepakatan, maka kemungkinan besar platform TikTok akan dibeli oleh pihak yang tertarik, yang pada gilirannya akan membayar sejumlah besar uang, menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan menjaga platform tersebut tetap beroperasi di Amerika Serikat dengan lebih aman dan terjamin. Namun, jika perjanjian tersebut tidak terjadi, Trump menegaskan bahwa platform ini akan segera ditutup di Amerika Serikat. “Kami mendapatkan banyak minat karena ini sangat jelas. Sangat jelas, jika saya menandatangani, maka seseorang akan membeli, membayar banyak uang, menciptakan banyak pekerjaan, menjaga platform tetap buka, dan menjadikannya sangat aman. Jika saya tidak menandatangani, maka itu akan ditutup,” ujarnya.
Pada minggu lalu, beberapa jam setelah pelantikannya, Trump mengeluarkan sebuah perintah eksekutif yang menunda penerapan undang-undang kontroversial yang mengharuskan TikTok untuk dihentikan operasionalnya di Amerika Serikat, kecuali jika perusahaan tersebut dijual kepada pembeli yang berasal dari Amerika Serikat atau salah satu sekutunya. Langkah ini memberi TikTok sedikit kelonggaran waktu, yang memungkinkan aplikasi ini untuk kembali online setelah sempat terhenti lebih dari 12 jam. Tindakan eksekutif tersebut sejalan dengan janji Trump untuk menunda penerapan kebijakan tersebut.
Saat ditanya langsung oleh wartawan pada hari Senin mengenai kebenaran bahwa Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok, Trump dengan tegas menjawab, “Saya akan mengatakan ya.” Ia juga menambahkan, “Banyak minat terhadap TikTok—ada minat besar terhadap TikTok,” yang menandakan bahwa TikTok telah menarik perhatian sejumlah perusahaan besar yang ingin mengamankan platform tersebut, baik untuk keuntungan finansial maupun untuk penguatan jejak mereka di pasar media sosial global.
