Ambulans Membawa Jenazah Korban Pembunuhan di Rumah Indekos di Cimahi. (Sumber Foto: Media Indonesia) - Buletin Media
Buletinmedia.com – Seorang perempuan berinisial TS (43) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di sebuah kamar indekos di Jalan Karya Bakti VI, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga merupakan tindak penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadian ini pertama kali diketahui setelah warga sekitar mendengar suara keributan dari dalam kamar kos yang ditempati korban. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh warga, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di area kamar mandi dengan luka pada bagian leher. Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Seorang pria berinisial RS (43), yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, berhasil diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Warga Mendengar Keributan dari Dalam Kamar Kos
Peristiwa yang menggegerkan warga Cimahi ini bermula ketika suasana di sekitar indekos mendadak tidak seperti biasanya. Beberapa warga mengaku mendengar suara gaduh dari salah satu kamar yang ditempati korban. Suara tersebut terdengar seperti benda-benda yang terjatuh atau pecah sehingga menimbulkan kecurigaan di lingkungan sekitar.
Salah seorang warga bernama Andika (29) mengungkapkan bahwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia, terdengar suara keributan dari dalam kamar. Kondisi tersebut membuat warga merasa ada sesuatu yang tidak beres dan berinisiatif mencari tahu sumber suara tersebut.
Karena tidak mendapatkan kepastian mengenai apa yang sedang terjadi, warga kemudian berusaha membuka pintu kamar. Berdasarkan keterangan saksi, pintu tersebut sempat didobrak sebanyak dua kali sebelum akhirnya terbuka.
Ketika berhasil masuk, warga mendapati seorang pria berada di dalam kamar dengan kondisi terdapat darah di sekitarnya. Sementara itu, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di bagian kamar mandi. Melihat kejadian tersebut, warga langsung meminta bantuan dan mengamankan pria yang berada di dalam ruangan.
Situasi di sekitar indekos kemudian menjadi ramai setelah kabar mengenai penemuan jenazah tersebut menyebar. Sejumlah warga berdatangan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. Tidak lama kemudian, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Korban Ditemukan dengan Luka pada Bagian Leher
Setelah menerima laporan dari masyarakat, aparat kepolisian langsung mendatangi indekos yang berada di Jalan Karya Bakti VI. Kapolsek Cimahi, Kompol Donny Irawan, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dengan luka pada bagian leher. Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan penting yang diperhatikan oleh petugas dalam melakukan penyelidikan.
Tim Identifikasi atau Inafis Polres Cimahi turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Petugas mengumpulkan berbagai informasi, memeriksa kondisi ruangan, serta mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung. Jenazah dibawa ke rumah sakit tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan autopsi.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, termasuk memastikan jenis luka dan kondisi yang dialami sebelum meninggal dunia. Hasil autopsi nantinya dapat menjadi salah satu bagian penting dalam melengkapi bukti penyidikan.
Pria Berinisial RS Diamankan Polisi
Dalam penanganan awal kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial RS (43). Pria tersebut diketahui berasal dari wilayah Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Setelah diamankan, RS dibawa ke Mapolres Cimahi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Cimahi Kompol Donny Irawan menyampaikan bahwa pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut sudah berada dalam pengamanan kepolisian. Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh keterangan mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Meskipun seorang pria telah diamankan, polisi belum dapat memastikan secara lengkap hubungan antara RS dan korban. Penyidik masih mendalami apakah keduanya sudah saling mengenal sebelumnya atau memiliki hubungan tertentu.
Selain itu, motif di balik kejadian tersebut juga belum diketahui. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta memeriksa barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Belum adanya keterangan mengenai hubungan dan latar belakang kedua pihak membuat penyidik perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dengan demikian, kesimpulan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut belum dapat ditentukan hanya berdasarkan temuan awal di tempat kejadian.
Polisi Lakukan Pendalaman untuk Mengungkap Motif
Setelah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, kepolisian melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap kejadian secara lebih terperinci. Keterangan dari warga yang berada di sekitar indekos juga diperlukan untuk menyusun kronologi sebelum dan sesudah korban ditemukan.
Suara keributan yang didengar warga menjadi salah satu informasi awal yang dapat membantu penyidik mengetahui waktu terjadinya peristiwa. Selain itu, kondisi kamar dan barang-barang yang ditemukan di dalamnya akan diperiksa untuk mencari petunjuk tambahan.
Pemeriksaan terhadap pria yang diamankan juga menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan kasus. Polisi perlu mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara dan bukti-bukti lainnya.
Hingga Jumat (6/11/2026), berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Motif kejadian, hubungan antara korban dan pria yang diamankan, serta penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
