Ratusan massa aksi dari Universitas Indonesia (UI) yang hendak berunjuk rasa di Bunderan HI diberhentikan di Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo oleh sejumlah petugas, Senin (18/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.(KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan)
BULETIN MEDIA ,JAKARTA – Demo BEM UI 28 Oktober di Gelar di Bundaran HI, Aksi demonstrasi yang melibatkan mahasiswa, buruh, petani, dan berbagai elemen masyarakat sipil dijadwalkan berlangsung di Jakarta. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah kelompok masyarakat berencana menggelar aksi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Aksi Demo BEM UI tersebut dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai sejumlah persoalan nasional, mulai dari isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, hingga perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menjelaskan bahwa demonstrasi #IndonesiaSadar tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa. Menurutnya, aksi Demo BEM UI 28 Oktober 2026 tersebut juga membuka ruang partisipasi bagi buruh, petani, dan kelompok masyarakat sipil lainnya yang ingin menyampaikan keresahan mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Namora saat ditemui dalam kegiatan konsolidasi aksi #IndonesiaSadar di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Universitas Indonesia, Depok, pada Senin malam, 26 Oktober 2026.
Ia menyebut Bundaran HI akan menjadi ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi. Dengan demikian, aksi tersebut diharapkan dapat menampung beragam aspirasi dan tidak hanya berpusat pada kepentingan satu kelompok tertentu.
BEM UI Siapkan Aksi #IndonesiaSadar yang Inklusif
Menjelang pelaksanaan demonstrasi pada aksi Demo BEM UI 28 Oktober 2026, BEM UI bersama elemen masyarakat yang terlibat telah menggelar konsolidasi untuk membahas berbagai persoalan yang akan disuarakan dalam aksi.
Konsolidasi tersebut bertujuan menghimpun keresahan masyarakat sekaligus menyusun strategi pelaksanaan demonstrasi. Selain membicarakan substansi tuntutan, para peserta juga mendiskusikan cara menciptakan ruang aksi yang terbuka, inklusif, dan aman bagi seluruh pihak yang ingin berpartisipasi.
Namora menjelaskan bahwa pihaknya ingin menjadikan lokasi demonstrasi sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu, pelaksanaan aksi tidak hanya dirancang dalam bentuk orasi, tetapi juga mempertimbangkan bentuk partisipasi lain yang dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Menurutnya, perencanaan kegiatan tersebut dilakukan melalui pembahasan bersama agar demonstrasi tidak terpusat pada satu tokoh atau kelompok tertentu.
BEM UI juga menilai penting adanya ruang dialog yang memungkinkan masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung. Melalui aksi #IndonesiaSadar, berbagai kelompok diharapkan dapat mengemukakan pandangan dan tuntutan mereka terhadap kebijakan maupun kondisi yang sedang dihadapi.
Selain membahas teknis pelaksanaan, konsolidasi turut menyoroti langkah lanjutan yang dapat ditempuh setelah demonstrasi berlangsung. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan pemerintah belum memberikan tanggapan yang substantif terhadap tuntutan yang disampaikan.
Lima Tuntutan dalam Demo BEM UI 28 Oktober 2026
Dalam aksi #IndonesiaSadar, Aksi Demo BEM UI bersama elemen masyarakat yang terlibat akan mengangkat lima isu utama yang dinilai berkaitan dengan persoalan nasional. Kelima isu tersebut mencakup lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan, serta HAM dan demokrasi.
Berikut penjelasan lima tuntutan yang menjadi perhatian dalam demonstrasi tersebut.
1. Isu lingkungan
Pada sektor lingkungan, peserta aksi menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pentingnya pemulihan ekosistem. Isu ini mencakup upaya mengatasi kebakaran, menjaga kelestarian lingkungan, dan memulihkan kawasan yang mengalami kerusakan.
2. Isu ekonomi
Dalam bidang ekonomi, tuntutan diarahkan pada pembenahan kebijakan ekonomi dan pengurangan ketimpangan sosial. Persoalan tersebut menjadi bagian dari perhatian mahasiswa dan masyarakat terkait pemerataan kesejahteraan serta dampak kebijakan ekonomi terhadap kehidupan masyarakat.
3. Isu pendidikan
Pada sektor pendidikan, BEM UI menyoroti persoalan biaya pendidikan dan perlunya perbaikan sistem pendidikan. Tuntutan ini berkaitan dengan harapan agar akses pendidikan dapat dijangkau oleh lebih banyak masyarakat serta didukung sistem yang lebih baik.
4. Reformasi hukum dan tata kelola pemerintahan
Tuntutan berikutnya berkaitan dengan reformasi hukum, pemberantasan korupsi, dan pembenahan tata kelola pemerintahan. Isu ini menempatkan penyelenggaraan negara dan penegakan hukum sebagai bagian penting dari evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.
5. Isu HAM dan demokrasi
Pada aspek HAM dan demokrasi, peserta aksi menyoroti perlindungan hak asasi manusia serta ruang sipil. Isu ini mencakup perhatian terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi.
Kelima isu tersebut menjadi landasan penyampaian aspirasi dalam demonstrasi #IndonesiaSadar yang dijadwalkan berlangsung di Bundaran HI.
BEM UI Pertimbangkan Langkah Lanjutan Usai Demonstrasi
Selain menyiapkan pelaksanaan aksi, BEM UI juga membahas kemungkinan langkah lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapatkan respons substantif dari pemerintah.
Namora Siahaan menyebut kemungkinan aksi lanjutan hingga bentuk pembangkangan sipil atau civil disobedience menjadi salah satu hal yang turut dibicarakan dalam konsolidasi.
Pembahasan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran bahwa tanggapan pemerintah terhadap tuntutan masyarakat berpotensi hanya bersifat normatif tanpa disertai penyelesaian terhadap persoalan yang diangkat.
Karena itu, konsolidasi dilakukan untuk membangun kesepahaman di antara kelompok yang terlibat mengenai langkah yang mungkin ditempuh setelah demonstrasi. Meski demikian, bentuk tindak lanjut tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan yang disampaikan oleh pihak BEM UI.
BEM UI Soroti Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Aksi #IndonesiaSadar juga berlangsung di tengah kritik BEM UI terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mendekati dua tahun masa pemerintahan.
Namora menilai sejumlah janji kampanye pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, belum terpenuhi sesuai harapan.
Kritik tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan demonstrasi. Namun, persoalan yang akan disuarakan dalam aksi tidak terbatas pada bidang ekonomi, melainkan juga mencakup isu lingkungan, pendidikan, hukum, pemerintahan, HAM, dan demokrasi.
Melalui demonstrasi ini, mahasiswa bersama kelompok masyarakat lainnya berencana menyampaikan evaluasi dan aspirasi terhadap berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
Persiapan Pengamanan Demo BEM UI 28 Oktober 2026
Menjelang pelaksanaan demonstrasi pada Rabu, 28 Oktober 2026, pihak kepolisian telah memberikan tanggapan mengenai rencana aksi tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa rencana demonstrasi masih dalam pembahasan. Pernyataan itu disampaikan melalui pesan singkat pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut dari kepolisian mengenai skema pengamanan maupun kemungkinan rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran HI selama aksi berlangsung.
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Jakarta Pusat dapat memantau informasi resmi dari kepolisian mengenai kondisi lalu lintas dan pengaturan jalan menjelang maupun selama demonstrasi.
Dengan mengusung tajuk #IndonesiaSadar, aksi yang dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini akan menjadi ruang penyampaian aspirasi bagi mahasiswa, buruh, petani, dan berbagai elemen masyarakat sipil. Lima isu utama yang diangkat mencerminkan sejumlah persoalan yang ingin disoroti peserta aksi, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan.
