Perkedel masuk daftar makanan pendamping terenak di Asia Tenggara 2026 versi platform panduan kuliner TasteAtlas.(DOK.SHUTTERSTOCK/vbertiany)
Buletinmedia.com – Kuliner Indonesia kembali mendapat perhatian di tingkat Asia Tenggara. Kali ini, perkedel dinobatkan sebagai makanan pendamping atau lauk pendamping terbaik di kawasan tersebut berdasarkan daftar yang dirilis platform panduan kuliner TasteAtlas pada 2026.
Perkedel Indonesia menempati posisi pertama dalam daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara”. Capaian tersebut membuat makanan berbahan dasar kentang ini berada di atas sejumlah makanan pendamping khas dari negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Tidak hanya perkedel, sejumlah makanan khas Indonesia lainnya juga masuk dalam daftar tersebut. Bahkan, Indonesia mendominasi jajaran 10 besar bersama kuliner pendamping dari Vietnam, Filipina, Laos, dan Thailand.
Masuknya sejumlah makanan Indonesia dalam daftar tersebut menunjukkan beragamnya kuliner Nusantara yang memiliki tempat tersendiri sebagai pelengkap makanan utama.
Perkedel sendiri dikenal luas sebagai makanan sederhana yang mudah ditemui dalam berbagai hidangan Indonesia. Makanan ini sering hadir sebagai lauk pendamping nasi, soto, hingga berbagai menu tradisional lainnya.
Dengan teksturnya yang lembut di bagian dalam dan bagian luar yang digoreng hingga matang, perkedel memiliki cita rasa yang cukup khas. Bahan dasarnya pun sederhana, sehingga makanan ini dapat dibuat dengan mudah di rumah.
Perkedel Jadi Lauk Pendamping Terenak di Asia Tenggara
Dalam daftar TasteAtlas 2026, perkedel menempati posisi teratas sebagai lauk pendamping terbaik di Asia Tenggara.
Perkedel merupakan makanan goreng khas Indonesia yang umumnya dibuat menggunakan kentang tumbuk. Kentang yang sudah dihaluskan kemudian dicampur dengan berbagai bumbu sebelum dibentuk menjadi bulatan atau bentuk pipih dan digoreng.
Resep perkedel dapat berbeda-beda di setiap daerah maupun setiap keluarga. Selain menggunakan kentang sebagai bahan utama, terdapat pula variasi perkedel yang dibuat menggunakan daging cincang, jagung, ataupun ikan.
Adonan perkedel biasanya diberi tambahan daun bawang dan merica. Setelah semua bahan tercampur, adonan dibentuk sesuai selera.
Sebelum masuk ke dalam minyak panas, perkedel umumnya dicelupkan terlebih dahulu ke dalam telur kocok. Proses tersebut membantu membentuk lapisan luar perkedel ketika digoreng.
Hasil akhirnya adalah makanan dengan bagian luar yang matang dan berwarna kecokelatan, sementara bagian dalamnya tetap memiliki tekstur lembut.
Kesederhanaan bahan dan cara pembuatan menjadi salah satu alasan perkedel begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Makanan tersebut juga tidak terbatas pada satu waktu makan.
Perkedel dapat disajikan untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam. Hidangan ini juga kerap muncul sebagai pelengkap dalam menu makanan tradisional.
Perkedel Identik dengan Soto
Salah satu sajian yang paling sering dikaitkan dengan perkedel adalah soto ayam.
Dalam semangkuk soto, perkedel dapat menjadi lauk tambahan yang disantap bersama kuah, potongan ayam, sayuran, dan pelengkap lainnya.
Perpaduan tersebut membuat perkedel memiliki posisi yang cukup penting dalam sejumlah sajian khas Indonesia.
Tekstur perkedel yang lembut juga memberikan variasi ketika disantap bersama makanan berkuah. Sementara itu, bagian luar yang digoreng memberikan sensasi berbeda dibandingkan komponen lain dalam hidangan.
Selain soto ayam, perkedel juga dapat disantap bersama nasi kuning.
Nasi kuning biasanya disajikan dengan berbagai macam lauk dan pelengkap. Perkedel menjadi salah satu makanan yang dapat melengkapi sajian tersebut.
Kombinasi nasi kuning, perkedel, telur, ayam, tempe, sambal, dan pelengkap lainnya membuat satu porsi makanan memiliki berbagai tekstur dan rasa.
Asal Nama Perkedel
Di balik popularitasnya, nama perkedel juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan pengaruh kuliner Belanda.
Nama “perkedel” disebut berasal dari kata Belanda frikadel. Istilah tersebut menunjukkan adanya pengaruh kuliner Belanda terhadap perkembangan makanan yang kemudian dikenal luas di Indonesia.
Meski memiliki keterkaitan dengan istilah tersebut, perkedel yang berkembang di Indonesia memiliki karakter tersendiri.
Versi yang paling dikenal masyarakat Indonesia umumnya menggunakan kentang sebagai bahan utama. Kentang dihaluskan, dicampur dengan bumbu dan bahan tambahan, kemudian dibentuk sebelum digoreng.
Seiring waktu, perkedel berkembang menjadi makanan yang memiliki banyak variasi.
Ada perkedel kentang yang sederhana, ada pula yang diberi tambahan daging cincang. Selain itu, masyarakat juga mengenal perkedel jagung dan perkedel ikan.
Perbedaan bahan membuat setiap jenis perkedel memiliki rasa dan tekstur yang berbeda.
Namun, semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama diolah dengan cara dibentuk dan kemudian digoreng.
Indonesia Dominasi 10 Besar
Tidak hanya perkedel yang mendapat posisi tinggi dalam daftar TasteAtlas.
Sejumlah makanan Indonesia lainnya juga masuk dalam 10 besar daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara”.
Makanan Indonesia yang berada di jajaran tersebut antara lain tempe mendoan, nasi kuning, sambal, tempe goreng, sambal matah, dan kerupuk.
Kehadiran banyak makanan Indonesia dalam 10 besar membuat kuliner Nusantara cukup dominan dalam daftar tersebut.
Tempe mendoan berada di posisi kedua, tepat di bawah perkedel.
Nasi kuning menempati posisi keempat, sedangkan sambal berada di posisi kelima. Tempe goreng berada di posisi ketujuh, sambal matah di posisi kedelapan, dan kerupuk berada di peringkat ke-10.
Susunan tersebut memperlihatkan bahwa makanan pendamping dari Indonesia tidak hanya berupa lauk berbahan protein, tetapi juga mencakup nasi, sambal, hingga makanan renyah yang biasanya disantap sebagai pelengkap.
Tempe Mendoan di Posisi Kedua
Tempe mendoan menjadi makanan Indonesia dengan peringkat kedua dalam daftar tersebut.
Makanan khas Purwokerto ini dibuat dari tempe yang diiris tipis. Potongan tempe kemudian dicelupkan ke dalam adonan berbumbu sebelum digoreng.
Adonan tempe mendoan umumnya menggunakan sejumlah bahan seperti ketumbar, daun bawang, dan bawang putih.
Berbeda dengan tempe goreng biasa yang umumnya dimasak hingga bagian luarnya kering dan renyah, tempe mendoan justru digoreng dalam waktu relatif singkat.
Tekstur bagian luarnya tidak terlalu kering, sedangkan bagian dalam tempe tetap terasa lembut.
Karakter tersebut menjadi salah satu ciri khas tempe mendoan.
Nama “mendo” dalam bahasa Banyumasan memiliki arti setengah matang. Istilah tersebut menggambarkan cara memasak tempe mendoan yang tidak digoreng terlalu lama.
Tempe mendoan biasanya disantap bersama sambal atau kecap manis.
Perpaduan tempe yang lembut dengan rasa gurih dari adonan tepung, kemudian dipadukan dengan sambal atau kecap, membuat makanan ini memiliki cita rasa yang khas.
Dalam daftar TasteAtlas, tempe mendoan berhasil menempati posisi kedua setelah perkedel.
Nasi Kuning Masuk Posisi Keempat
Makanan Indonesia lainnya yang masuk 10 besar adalah nasi kuning.
Nasi kuning berada di posisi keempat dalam daftar lauk pendamping terbaik Asia Tenggara.
Nasi kuning merupakan nasi yang dimasak menggunakan santan dan biasanya diberi kunyit untuk menghasilkan warna kuning yang menjadi ciri khasnya.
Selain kunyit, sejumlah bahan aromatik juga dapat digunakan, termasuk serai dan daun jeruk purut.
Nasi kuning secara tradisional dikaitkan dengan kuliner Pulau Jawa.
Dalam penyajiannya, nasi kuning hampir selalu ditemani berbagai lauk dan pelengkap.
Beberapa di antaranya adalah ayam goreng, perkedel kentang, telur dadar yang diiris tipis, ikan teri goreng, udang, dan tempe goreng.
Sambal dan serundeng juga kerap digunakan untuk melengkapi sajian nasi kuning.
Karena memiliki banyak komponen, nasi kuning dapat disajikan sebagai satu hidangan lengkap dengan kombinasi berbagai rasa.
Kehadiran nasi kuning dalam daftar TasteAtlas sekaligus memperlihatkan bahwa makanan pendamping khas Indonesia memiliki variasi yang luas.
Sambal Indonesia Berada di Posisi Kelima
Di posisi kelima terdapat sambal.
Bagi masyarakat Indonesia, sambal bukan sekadar tambahan rasa pedas. Sambal sudah menjadi bagian yang sangat dekat dengan berbagai jenis makanan.
Bahan utama sambal umumnya adalah cabai dan garam. Namun, resepnya dapat berbeda-beda tergantung jenis sambal yang dibuat.
Bahan tambahan yang digunakan antara lain jeruk nipis, bawang, gula, jahe, terasi, hingga cuka.
Cara pengolahan juga memengaruhi karakter sambal.
Sambal secara tradisional dibuat menggunakan cobek dan ulekan. Cabai serta bahan lainnya dihaluskan secara manual hingga menghasilkan tekstur yang khas.
Penggunaan cobek dan ulekan membuat sambal memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan sambal yang dihaluskan menggunakan blender.
Tingkat kepedasan sambal juga dapat disesuaikan dengan jumlah cabai yang digunakan.
Karena memiliki banyak variasi, sambal dapat disajikan bersama hampir berbagai jenis makanan. Mulai dari nasi, ayam, ikan, tempe, tahu, hingga makanan tradisional lainnya.
Posisi sambal di peringkat kelima menunjukkan bahwa makanan pendamping tidak selalu berbentuk lauk padat.
Bumbu pelengkap seperti sambal juga dapat menjadi bagian penting dalam pengalaman menikmati makanan.
Tempe Goreng Masuk 10 Besar
Tempe goreng berada di posisi ketujuh.
Makanan ini termasuk salah satu olahan tempe yang paling sederhana. Tempe dipotong sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian biasanya diberi bumbu sebelum digoreng.
Tempe goreng memiliki tekstur bagian luar yang lebih renyah dengan bagian dalam yang tetap memiliki karakter lembut khas tempe.
Makanan ini dapat disantap sebagai lauk utama maupun pendamping.
Tempe goreng juga sering disajikan bersama nasi dan sambal.
Kesederhanaan pengolahan membuat tempe goreng menjadi makanan yang mudah ditemukan dalam berbagai menu sehari-hari.
Kehadirannya dalam daftar 10 besar TasteAtlas semakin menambah jumlah kuliner Indonesia yang mendapat posisi tinggi.
Sambal Matah Berada di Posisi Kedelapan
Sambal matah menempati posisi kedelapan.
Sambal khas Indonesia ini berbeda dengan banyak jenis sambal lainnya karena bahan-bahannya umumnya tidak dihaluskan terlebih dahulu.
Sambal matah menggunakan bahan-bahan seperti bawang merah, serai, cabai, dan terkadang bawang putih.
Bahan tersebut kemudian dicampur dengan minyak kelapa atau minyak sayur dan air jeruk nipis.
Karena tidak melalui proses memasak seperti sambal matang, sambal matah memiliki rasa yang segar.
Sensasi pedas dari cabai berpadu dengan aroma bawang merah dan serai. Sementara itu, air jeruk nipis memberikan rasa asam yang membuat sambal terasa lebih segar.
Sambal matah dapat digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan.
Karakter rasanya yang segar membuat sambal ini berbeda dari sambal yang menggunakan bahan-bahan matang.
Masuknya sambal matah ke posisi kedelapan membuat Indonesia kembali menempatkan makanan berbasis sambal dalam daftar 10 besar.
Kerupuk Berada di Posisi ke-10
Posisi ke-10 ditempati kerupuk.
Kerupuk merupakan makanan renyah yang sangat identik dengan kuliner Indonesia.
Makanan ini umumnya dibuat dari pati yang dicampur dengan bahan tambahan tertentu. Adonan kemudian diolah dan dikeringkan sebelum digoreng hingga mengembang.
Kerupuk dapat menjadi pendamping berbagai makanan.
Bagi banyak orang, makan nasi atau hidangan utama terasa kurang lengkap tanpa tambahan kerupuk.
Tekstur renyah kerupuk memberikan sensasi berbeda ketika disantap bersama makanan yang memiliki tekstur lembut atau berkuah.
Jenis kerupuk di Indonesia juga sangat beragam. Perbedaan bahan dan proses pembuatan menghasilkan bentuk, warna, ukuran, serta rasa yang berbeda.
Dalam daftar TasteAtlas, kerupuk berhasil menempati posisi ke-10.
Dengan demikian, tujuh makanan Indonesia masuk dalam 10 besar daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara”, yakni perkedel, tempe mendoan, nasi kuning, sambal, tempe goreng, sambal matah, dan kerupuk.
Bagaimana TasteAtlas Menentukan Penilaian?
Daftar makanan yang dibuat TasteAtlas disusun berdasarkan penilaian audiens.
Untuk daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara”, penilaian yang masuk kemudian diproses menggunakan sistem tertentu.
Sistem tersebut digunakan untuk mengenali pengguna asli dan mengabaikan penilaian yang dianggap berasal dari bot, nasionalis, maupun penilaian patriotik lokal.
TasteAtlas juga memberikan nilai tambah terhadap penilaian dari pengguna yang dianggap memiliki pengetahuan mengenai makanan.
Dengan mekanisme tersebut, penilaian tidak sekadar dihitung berdasarkan jumlah suara mentah.
Sistem melakukan penyaringan terhadap suara yang masuk sebelum digunakan dalam penyusunan peringkat.
Hingga Selasa (15/9/2026), daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara” telah memperoleh 1.807 penilaian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.362 penilaian dinyatakan sah oleh sistem.
Angka tersebut menjadi dasar dalam penyusunan daftar makanan pendamping yang masuk dalam peringkat TasteAtlas.
Perkedel dan Kuliner Indonesia Jadi Sorotan
Peringkat pertama perkedel menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam daftar tersebut.
Perkedel bukan makanan yang memiliki proses pembuatan rumit. Bahan dasarnya relatif sederhana dan dapat ditemukan dengan mudah.
Namun, makanan sederhana tersebut memiliki tempat yang kuat dalam kuliner Indonesia.
Perkedel dapat menjadi pendamping soto, nasi kuning, nasi putih, hingga berbagai menu lainnya.
Keberagaman bahan juga membuat perkedel dapat dibuat dalam banyak versi.
Perkedel kentang menjadi jenis yang paling umum dikenal. Namun, terdapat pula perkedel jagung, perkedel ikan, hingga perkedel dengan tambahan daging cincang.
Setiap variasi memberikan pengalaman rasa yang berbeda.
Selain perkedel, dominasi Indonesia dalam 10 besar TasteAtlas juga menunjukkan bahwa makanan pendamping Indonesia memiliki karakter yang beragam.
Ada makanan berbahan kedelai seperti tempe mendoan dan tempe goreng.
Ada makanan berbahan nasi seperti nasi kuning.
Ada sambal dengan rasa pedas, sambal matah yang segar, serta kerupuk yang memberikan tekstur renyah.
Semua makanan tersebut memiliki fungsi yang berbeda ketika disajikan bersama hidangan utama.
Kuliner Sederhana dengan Cita Rasa Khas
Salah satu hal yang menarik dari daftar tersebut adalah sebagian besar makanan Indonesia yang masuk peringkat tinggi merupakan hidangan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Perkedel, misalnya, dapat ditemukan di berbagai tempat makan.
Begitu juga tempe goreng dan sambal yang bukan makanan khusus untuk acara tertentu.
Nasi kuning memang sering digunakan dalam berbagai sajian, tetapi juga dapat ditemukan sebagai menu sarapan atau hidangan sehari-hari.
Kerupuk bahkan menjadi salah satu pelengkap makanan yang sangat umum.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa makanan yang sederhana pun dapat memiliki karakter rasa yang kuat.
Dalam kuliner, popularitas sebuah makanan tidak selalu ditentukan oleh bahan yang mahal atau proses memasak yang rumit.
Perpaduan bumbu, teknik pengolahan, tekstur, dan kebiasaan masyarakat dapat membuat sebuah makanan bertahan dan dikenal luas.
Perkedel menjadi salah satu contoh makanan yang memiliki karakter tersebut.
Daftar 10 Besar Lauk Pendamping Asia Tenggara 2026
Berdasarkan daftar TasteAtlas yang menjadi sumber informasi, berikut makanan yang masuk 10 besar:
- Perkedel – Indonesia
- Tempe mendoan – Indonesia
- Makanan pendamping dari negara Asia Tenggara lainnya
- Nasi kuning – Indonesia
- Sambal – Indonesia
- Makanan pendamping dari negara Asia Tenggara lainnya
- Tempe goreng – Indonesia
- Sambal matah – Indonesia
- Makanan pendamping dari negara Asia Tenggara lainnya
- Kerupuk – Indonesia
Indonesia menjadi negara yang paling banyak menempatkan makanan dalam jajaran tersebut.
Selain Indonesia, daftar tersebut juga mencakup makanan pendamping dari Vietnam, Filipina, Laos, dan Thailand.
Keberagaman tersebut menggambarkan luasnya tradisi kuliner di Asia Tenggara. Setiap negara memiliki makanan pendamping dengan bahan, teknik memasak, dan karakter rasa masing-masing.
Perkedel Menjadi Peringkat Teratas
Dengan menempati posisi pertama, perkedel menjadi makanan Indonesia yang paling tinggi dalam daftar TasteAtlas tersebut.
Makanan yang umumnya dibuat dari kentang tumbuk ini ternyata mampu bersaing dengan berbagai makanan pendamping dari negara lain di Asia Tenggara.
Popularitas perkedel juga tidak terlepas dari fleksibilitasnya.
Makanan ini dapat disajikan sebagai lauk tambahan, pendamping makanan berkuah, maupun bagian dari sajian nasi.
Variasi bahan yang dapat digunakan juga membuat perkedel tidak terbatas pada satu resep.
Meski demikian, perkedel kentang tetap menjadi versi yang paling dikenal.
Bumbu sederhana seperti merica dan daun bawang dapat memberikan aroma dan rasa yang khas. Telur kocok yang digunakan sebelum proses penggorengan juga membantu membentuk permukaan perkedel.
Ketika matang, perkedel memiliki bagian luar yang lebih padat dan bagian dalam yang lembut.
Karakter tersebut membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai jenis makanan.
Dominasi Kuliner Indonesia di TasteAtlas
Masuknya tujuh makanan Indonesia dalam 10 besar menjadi bagian yang cukup menonjol dari daftar TasteAtlas 2026.
Perkedel berada di posisi pertama, disusul tempe mendoan di posisi kedua.
Nasi kuning berada di posisi keempat, kemudian sambal di posisi kelima.
Tempe goreng berada di peringkat ketujuh, sambal matah di posisi kedelapan, dan kerupuk di posisi ke-10.
Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa kuliner Indonesia memiliki banyak pilihan makanan pendamping dengan karakter yang berbeda.
Ada makanan yang mengutamakan rasa gurih, makanan dengan rasa pedas, makanan dengan rasa segar, hingga makanan yang menawarkan tekstur renyah.
Keberagaman itu menjadi salah satu ciri yang melekat pada kuliner Indonesia.
Perkedel menjadi contoh bagaimana makanan sederhana dapat mendapatkan perhatian dalam daftar kuliner tingkat kawasan.
Bukan hanya karena bahan dasarnya mudah ditemukan, tetapi juga karena makanan ini memiliki banyak pasangan dalam sajian Indonesia.
Mulai dari soto hingga nasi kuning, perkedel dapat ditempatkan sebagai pelengkap tanpa menghilangkan karakter hidangan utama.
TasteAtlas dan Penilaian Kuliner
TasteAtlas dikenal sebagai platform panduan kuliner yang membuat berbagai daftar makanan dari berbagai negara.
Daftar makanan biasanya disusun berdasarkan penilaian pengguna yang kemudian diproses melalui sistem penilaian mereka.
Dalam daftar lauk pendamping Asia Tenggara 2026, TasteAtlas mencantumkan sebanyak 54 makanan.
Penilaian terhadap makanan-makanan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan posisi masing-masing makanan.
Sistem yang digunakan juga melakukan penyaringan terhadap penilaian yang dianggap tidak valid.
Hingga 15 September 2026, tercatat 1.807 penilaian masuk untuk daftar tersebut. Dari jumlah itu, 1.362 penilaian dinyatakan sah.
Dengan demikian, posisi perkedel di peringkat pertama merupakan hasil dari sistem penilaian TasteAtlas berdasarkan suara pengguna yang telah melalui proses penyaringan.
Kuliner Indonesia Terus Menarik Perhatian
Peringkat perkedel dalam daftar TasteAtlas menjadi salah satu gambaran mengenai banyaknya makanan Indonesia yang memiliki karakter kuat.
Perkedel mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan makanan yang membutuhkan banyak bahan dan proses panjang.
Namun, kesederhanaan tersebut justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Bahan dasar kentang dapat diolah menjadi makanan yang lembut, gurih, dan cocok dipadukan dengan berbagai hidangan.
Begitu juga dengan tempe, sambal, nasi kuning, serta kerupuk yang masuk dalam daftar.
Masing-masing memiliki sejarah dan kebiasaan penyajian yang berbeda.
Tempe mendoan misalnya, memiliki karakter khas melalui proses penggorengan singkat. Sambal matah menonjolkan kesegaran bahan mentah. Nasi kuning menghadirkan perpaduan nasi, santan, dan rempah. Sementara kerupuk memberikan tekstur renyah sebagai pelengkap.
Keragaman tersebut membuat kuliner Indonesia memiliki banyak pilihan makanan pendamping.
Kini, perkedel berada di posisi teratas dalam daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara” versi TasteAtlas 2026.
Peringkat tersebut sekaligus menempatkan perkedel sebagai salah satu makanan Indonesia yang mendapat perhatian dalam daftar kuliner tingkat Asia Tenggara.
Dengan tujuh makanan yang masuk 10 besar, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang paling banyak terwakili dalam daftar tersebut.
Perkedel berada di posisi pertama, tempe mendoan di posisi kedua, nasi kuning di posisi keempat, sambal di posisi kelima, tempe goreng di posisi ketujuh, sambal matah di posisi kedelapan, dan kerupuk di posisi ke-10.
Bagi pencinta kuliner Indonesia, daftar tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali makanan-makanan yang selama ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Perkedel, yang selama ini kerap hadir sebagai pendamping soto atau nasi kuning, kini mendapat posisi teratas dalam daftar lauk pendamping Asia Tenggara 2026 versi TasteAtlas.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa makanan sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan juga dapat memiliki tempat dalam peta kuliner kawasan.
Dengan cita rasa gurih, tekstur lembut, serta berbagai variasi bahan, perkedel berhasil menempati posisi pertama dan menjadi salah satu kuliner Indonesia yang paling disorot dalam daftar tersebut.
Sumber : www.kompas.com
