Ariana Grande di Golden Globes 2026.(Getty Images via Vogue.)
Buletinmedia.com – Ariana Grande kembali membuat para penggemarnya terkejut. Penyanyi asal Amerika Serikat itu tiba-tiba menghadirkan album versi live dari karya terbarunya, petal. Pengumuman tersebut disampaikan Ariana pada Selasa, 8 September 2026, pada pagi hari.
Kejutan itu hadir tidak lama setelah rangkaian tur dunia Eternal Sunshine miliknya resmi berakhir. Bagi para penggemar, perilisan album live tersebut menjadi momen spesial karena mereka bisa kembali mendengarkan lagu-lagu dari petal dalam versi yang berbeda dari rekaman studio.
Album tersebut diberi judul petal (The Complete Live Album). Berbeda dengan perilisan album studio pada umumnya, versi live ini tersedia secara eksklusif melalui iTunes. Ariana sendiri yang mengumumkan kehadiran album tersebut melalui unggahan di media sosialnya pada dini hari.
Dalam pengumumannya, Ariana memastikan bahwa petal (The Complete Live Album) berisi seluruh lagu yang terdapat dalam album studio terbarunya. Total ada 12 lagu yang dibawakan kembali dalam format live.
Kehadiran album live ini sekaligus memberikan kesempatan kepada penggemar yang tidak sempat menyaksikan langsung konser Ariana untuk merasakan suasana penampilannya. Sementara bagi mereka yang hadir dalam tur Eternal Sunshine, album tersebut menjadi semacam pengingat terhadap momen-momen yang mereka lewati selama menyaksikan Ariana tampil di atas panggung.
Ariana Grande Rilis Petal dalam Versi Live
Ariana Grande memang dikenal cukup aktif memberikan kejutan kepada penggemarnya. Kali ini, kejutan datang dalam bentuk album live yang berisi lagu-lagu dari petal.
Album petal sendiri menjadi salah satu proyek musik terbaru Ariana yang mendapat perhatian besar. Setelah versi studio mendapatkan respons positif, para penggemar kini bisa menikmati lagu-lagu tersebut dengan nuansa penampilan panggung.
Dalam petal (The Complete Live Album), Ariana menghadirkan versi live dari sejumlah lagu yang sebelumnya sudah dikenal melalui album studio. Beberapa di antaranya adalah “Kiss Me”, “Petal”, “Stay”, “Oh Well”, “Big Feelings”, “Freak”, dan “Warning Signs”.
Perbedaan utama antara versi studio dan live tentu terletak pada suasana yang dibangun selama penampilan. Rekaman live memberikan warna tersendiri karena vokal, aransemen, serta atmosfer konser berpadu menjadi satu.
Bagi seorang penyanyi yang baru saja menyelesaikan rangkaian tur panjang, perilisan album live juga bisa menjadi cara untuk mengabadikan perjalanan tersebut. Lagu-lagu yang sebelumnya hanya dapat dinikmati oleh penonton di arena konser kini bisa kembali didengarkan melalui rekaman.
Ariana tidak hanya memasukkan lagu-lagu yang menjadi bagian dari album studio. Ia juga menghadirkan versi live dari single andalannya, “Hate That I Made You Love Me”.
Menariknya, rekaman lagu tersebut diambil dari sesi rehearsal tur Eternal Sunshine. Artinya, materi yang disertakan dalam album tidak seluruhnya berasal dari pertunjukan utama, tetapi juga memperlihatkan bagian dari proses yang berlangsung di balik persiapan tur.
Hal tersebut membuat petal (The Complete Live Album) terasa lebih lengkap. Penggemar tidak hanya mendapatkan rekaman pertunjukan, tetapi juga bisa mendengar salah satu lagu melalui versi yang berasal dari sesi latihan.
Daftar Lagu Live yang Dihadirkan Ariana Grande
Album live ini memuat 12 lagu dari petal. Lagu-lagu tersebut sebelumnya menjadi bagian dari album studio terbaru Ariana Grande.
Beberapa lagu yang masuk ke dalam album live tersebut antara lain “Like I Do”, “Never Get Over Me”, “Bad Thing (Bunny Hop)”, dan “Nowhere, Nobody”.
Kehadiran seluruh lagu dari album studio membuat penggemar dapat menikmati petal secara utuh dalam format live. Hal ini berbeda dengan album live yang hanya memilih beberapa lagu populer dari sebuah proyek musik.
Dengan menghadirkan seluruh 12 lagu, Ariana seolah memberikan gambaran lengkap mengenai bagaimana materi petal diterjemahkan ketika dibawakan secara langsung di atas panggung.
Bagi pendengar, format seperti ini juga memberikan pengalaman berbeda. Lagu yang sudah sering diputar dalam versi studio dapat terdengar lebih segar ketika dinikmati melalui rekaman konser.
Versi live juga memungkinkan pendengar menangkap karakter vokal Ariana secara lebih dekat. Penampilan langsung memiliki dinamika yang tidak selalu ditemukan dalam produksi studio, terutama ketika sebuah lagu dibawakan di hadapan ribuan penonton.
Karena itu, album petal (The Complete Live Album) bukan sekadar kumpulan rekaman ulang. Proyek ini juga menjadi dokumentasi perjalanan Ariana bersama para penggemarnya selama tur Eternal Sunshine.
Jadi Kado Penutup Setelah Tur Eternal Sunshine Berakhir
Waktu perilisan album live Ariana Grande cukup menarik perhatian. Album tersebut muncul hanya beberapa hari setelah tur Eternal Sunshine resmi berakhir.
Tur tersebut ditutup pada 1 September lalu. Konser pamungkas berlangsung di London dan menjadi penampilan terakhir Ariana dalam rangkaian tur yang telah berjalan selama beberapa bulan.
Berakhirnya sebuah tur biasanya menjadi momen emosional bagi penyanyi maupun penggemar. Setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan berpindah dari satu kota ke kota lain, bertemu penggemar, dan membawakan lagu-lagu dalam jumlah besar, sebuah konser terakhir tentu meninggalkan kesan tersendiri.
Karena itu, kemunculan petal (The Complete Live Album) setelah tur berakhir dapat dilihat sebagai penutup perjalanan tersebut.
Penggemar yang mengikuti tur sejak awal kini mendapatkan materi baru yang dapat menjadi pengingat terhadap konser-konser Ariana. Sementara mereka yang tidak sempat datang secara langsung tetap bisa mendengarkan bagaimana lagu-lagu petal dibawakan dalam format live.
Perilisan tersebut juga memperpanjang perhatian terhadap era musik terbaru Ariana. Meski tur sudah selesai, karya-karya yang dibawakannya di atas panggung masih dapat terus dinikmati melalui album live.
Penampilan di London Jadi Perhatian
Konser terakhir Eternal Sunshine di London juga menjadi salah satu momen yang banyak diperbincangkan. Bukan hanya karena pertunjukan tersebut menjadi penutup tur, tetapi juga karena Ariana kembali memberikan perubahan pada salah satu bagian lagu “Thank U, Next”.
Dalam penampilan tersebut, Ariana mengubah lirik lagu tersebut dengan menyisipkan nama Ricky Alvarez.
Nama Ricky bukan sosok asing dalam perjalanan kehidupan pribadi Ariana. Ia merupakan mantan kekasih Ariana yang pernah menjalin hubungan dengan sang penyanyi pada 2015 hingga 2016.
Dalam versi lirik terbaru yang dinyanyikan Ariana, terdapat bagian yang menyebut dirinya menulis beberapa lagu tentang Ricky. Ariana juga menyisipkan harapan agar Ricky menjadi sosok terakhir dalam hubungan tersebut.
Perubahan lirik yang dilakukan secara langsung di atas panggung kemudian membuat perhatian publik tertuju pada hubungan keduanya.
Bagi sebagian penggemar, perubahan tersebut dianggap lebih dari sekadar improvisasi panggung. Nama Ricky yang kembali disebut dalam “Thank U, Next” menimbulkan dugaan bahwa hubungan mereka mungkin kembali terjalin.
Meski demikian, kehidupan pribadi Ariana tetap menjadi bagian yang berada di luar musiknya. Perubahan lirik tersebut menjadi bahan pembicaraan karena dilakukan di momen yang sangat diperhatikan, yaitu konser terakhir tur Eternal Sunshine.
Ariana Grande dan Ricky Alvarez Pernah Berpacaran
Ariana Grande dan Ricky Alvarez diketahui pernah menjalin hubungan pada 2015 hingga 2016.
Kedekatan mereka bermula ketika Ricky bekerja sebagai penari latar dalam tur Honeymoon milik Ariana. Dari kerja sama tersebut, hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi hubungan romantis.
Hubungan tersebut berlangsung sekitar satu tahun sebelum akhirnya berakhir.
Meski sudah lama berlalu, nama Ricky kembali muncul dalam perhatian penggemar setelah sejumlah tanda kedekatan di antara keduanya terlihat kembali.
Ariana juga sempat mengunggah sejumlah foto swafoto yang memperlihatkan dirinya bersama Ricky. Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah ketika keduanya terlihat berpelukan.
Unggahan dan momen tersebut kemudian menambah spekulasi mengenai kemungkinan hubungan mereka kembali dekat.
Namun, sampai sejauh ini, perhatian publik terhadap keduanya terutama muncul karena interaksi yang terlihat serta perubahan lirik yang dilakukan Ariana ketika membawakan “Thank U, Next”.
Lagu tersebut sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu karya Ariana yang berkaitan dengan pengalaman hubungan masa lalu. Karena itu, ketika ada nama mantan kekasih yang kembali disebut dalam lagu tersebut, respons publik pun menjadi cukup besar.
Kehidupan Pribadi Ariana Kembali Jadi Sorotan
Perilisan album live petal sebenarnya datang ketika Ariana sedang berada dalam periode yang cukup ramai diperbincangkan.
Selain aktivitas musik, kehidupan pribadi dan keputusan profesional Ariana juga mendapat perhatian.
Sebelumnya, Ariana mengumumkan rencana untuk mengambil jeda dari sejumlah kegiatan publik. Keputusan tersebut diambil setelah dirinya menghadapi tekanan media yang terus mengikuti kehidupannya.
Sorotan terhadap kehidupan pribadi seorang selebritas memang bukan hal baru. Namun, intensitas perhatian publik dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika berbagai aktivitas profesional dan kehidupan pribadi berjalan secara bersamaan.
Ariana kemudian memutuskan mundur dari perannya dalam pertunjukan panggung Sunday in the Park With George di West End.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Ariana sebelumnya memang memiliki sejumlah proyek besar yang membuat aktivitasnya cukup padat. Selain musik, namanya juga semakin dikenal luas melalui proyek film Wicked.
Menariknya, Jonathan Bailey, rekan main Ariana dalam film Wicked, belakangan juga mengumumkan keputusan serupa dengan mundur dari produksi yang sama.
Situasi tersebut menambah perhatian terhadap aktivitas Ariana di dunia hiburan. Setelah menyelesaikan tur Eternal Sunshine, kini perhatian penggemar kembali diarahkan pada karya musik yang baru dirilisnya.
Petal Menjadi Album Studio Kedelapan Ariana Grande
Sebelum merilis versi live, Ariana Grande terlebih dahulu menghadirkan petal sebagai album studio terbarunya.
Album tersebut menjadi album studio kedelapan dalam perjalanan karier Ariana Grande. Petal dirilis pada Juli lalu dan langsung mendapatkan perhatian dari penggemar musik.
Tidak hanya mendapat respons dari penggemar, album tersebut juga mencatat pencapaian besar di tangga musik Amerika Serikat.
Petal berhasil menduduki posisi puncak Billboard 200. Berdasarkan data yang disebutkan, album tersebut mencatat total 295 ribu unit ekuivalen album di Amerika Serikat.
Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa nama Ariana masih memiliki kekuatan besar di industri musik.
Setelah sejumlah proyek dan aktivitas yang dijalani dalam beberapa tahun terakhir, keberhasilan petal menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya.
Album tersebut kemudian dibawa ke panggung melalui tur Eternal Sunshine. Lagu-lagu di dalamnya mendapatkan ruang yang lebih besar ketika Ariana tampil di hadapan para penggemarnya.
Kini, setelah tur selesai, versi live dari album tersebut hadir sebagai tambahan baru untuk era petal.
Mengapa Album Live Menarik bagi Penggemar?
Album live memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan rekaman studio.
Ketika sebuah lagu direkam di studio, proses produksinya dapat dilakukan dengan berbagai tahap penyempurnaan. Vokal, instrumen, efek suara, hingga detail aransemen bisa diatur secara sangat terperinci.
Sementara itu, pertunjukan live menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada energi penonton, respons spontan, interaksi antara penyanyi dan audiens, serta dinamika suara yang muncul ketika lagu dibawakan secara langsung.
Hal tersebut membuat versi live sering kali memiliki karakter tersendiri.
Bagi penggemar Ariana Grande, album petal (The Complete Live Album) dapat menjadi kesempatan untuk kembali menikmati atmosfer tur Eternal Sunshine meski rangkaian konsernya sudah berakhir.
Terlebih lagi, Ariana memasukkan seluruh lagu dari petal. Dengan begitu, pendengar bisa mengikuti album tersebut dari awal hingga akhir dalam versi live.
Kehadiran materi dari sesi rehearsal juga menjadi nilai tambah. “Hate That I Made You Love Me” yang berasal dari sesi rehearsal tur memberikan sedikit gambaran mengenai proses yang dilakukan sebelum sebuah pertunjukan berlangsung.
Persiapan konser bukan hanya tentang tampil di atas panggung. Ada proses latihan, penyusunan aransemen, penyesuaian vokal, tata panggung, hingga berbagai persiapan teknis yang harus dilakukan.
Rekaman rehearsal membuat penggemar dapat melihat sisi lain dari perjalanan sebuah tur.
Kejutan Ariana Datang Setelah Tur Berakhir
Jika dilihat dari waktunya, perilisan album live tersebut seperti kejutan yang sengaja disimpan Ariana setelah tur selesai.
Konser terakhir berlangsung pada 1 September di London. Hanya beberapa hari kemudian, Ariana mengumumkan album live petal kepada penggemarnya.
Tidak mengherankan jika kabar tersebut langsung mendapat perhatian.
Bagi penggemar yang baru saja menyelesaikan pengalaman mengikuti tur, album live dapat menjadi materi tambahan yang membuat era Eternal Sunshine terasa belum benar-benar berakhir.
Sementara bagi penggemar yang tidak bisa hadir di konser, album ini memberikan kesempatan untuk mendengarkan versi panggung dari lagu-lagu yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui rekaman studio.
Dengan format tersebut, Ariana berhasil menjaga momentum setelah tur berakhir.
Ariana Grande Masih Menjadi Perhatian Dunia Musik
Perjalanan Ariana Grande dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bagaimana aktivitas musiknya masih menjadi perhatian besar.
Dimulai dari perilisan petal, pencapaian di Billboard 200, kemudian dilanjutkan dengan tur Eternal Sunshine, kini era tersebut kembali mendapatkan tambahan melalui album live.
Di tengah semua itu, kehidupan pribadi Ariana juga terus menjadi perhatian publik.
Perubahan lirik “Thank U, Next” saat konser di London menjadi salah satu contoh bagaimana setiap tindakan Ariana di atas panggung dapat langsung menjadi pembicaraan.
Nama Ricky Alvarez pun kembali muncul setelah sekian lama. Kedekatan yang terlihat dalam sejumlah unggahan media sosial dan penyebutan namanya dalam lirik membuat penggemar mulai berspekulasi mengenai hubungan keduanya.
Namun, di luar berbagai spekulasi tersebut, Ariana tetap memiliki karya yang dapat dinikmati para penggemarnya.
Album petal (The Complete Live Album) menjadi bukti bahwa berakhirnya sebuah tur tidak selalu berarti berakhir pula sebuah era musik. Rekaman konser dapat menjadi cara untuk memperpanjang perjalanan sebuah album dan menjaga hubungan antara musisi dengan pendengarnya.
Petal Live Jadi Penutup Perjalanan Eternal Sunshine
Tur Eternal Sunshine telah resmi berakhir, tetapi perjalanan musik Ariana Grande melalui era tersebut masih berlanjut.
Dengan merilis petal (The Complete Live Album), Ariana memberikan kesempatan kepada penggemar untuk mendengarkan kembali 12 lagu dari album terbarunya dalam format live.
Lagu seperti “Kiss Me”, “Petal”, “Stay”, “Oh Well”, “Big Feelings”, “Freak”, “Warning Signs”, “Like I Do”, “Never Get Over Me”, “Bad Thing (Bunny Hop)”, dan “Nowhere, Nobody” menjadi bagian dari album tersebut. Sementara “Hate That I Made You Love Me” hadir melalui rekaman dari sesi rehearsal tur.
Kehadiran album ini menjadi kejutan tersendiri setelah konser terakhir Ariana di London.
Di saat yang sama, perhatian publik masih tertuju pada sejumlah hal lain dalam kehidupan Ariana, mulai dari perubahan lirik “Thank U, Next” yang menyebut Ricky Alvarez hingga keputusan Ariana untuk mengambil jeda dari beberapa kegiatan publik.
Namun, musik tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Ariana Grande.
Petal sebagai album studio kedelapannya telah mencatat pencapaian besar dengan menempati posisi pertama Billboard 200 dan meraih 295 ribu unit ekuivalen album di Amerika Serikat.
Kini, versi live dari album tersebut memberikan warna baru bagi para pendengar.
Bagi penggemar Ariana Grande, perilisan petal (The Complete Live Album) bukan hanya soal mendapatkan rekaman lagu dalam versi berbeda. Album tersebut juga menjadi semacam dokumentasi perjalanan Eternal Sunshine, dari panggung hingga akhirnya tur tersebut ditutup di London.
Kejutan ini sekaligus menunjukkan bahwa meski rangkaian konser telah selesai, Ariana masih memiliki cara untuk kembali menyapa para penggemarnya.
Album live tersebut pun menjadi hadiah tambahan bagi mereka yang selama beberapa bulan mengikuti perjalanan Eternal Sunshine. Setelah menikmati penampilan Ariana secara langsung maupun melalui berbagai potongan video dari konser, kini penggemar dapat kembali mendengarkan materi tersebut melalui rekaman resmi.
Dengan dirilisnya petal (The Complete Live Album), era terbaru Ariana Grande mendapatkan satu bab tambahan yang tidak kalah menarik. Musik, penampilan live, dan berbagai momen yang terjadi selama tur kini menjadi bagian dari perjalanan yang dapat dikenang oleh para penggemarnya.
Sumber : www.voi.id
