Pete Hegseth, calon menteri pertahanan yang dicalonkan Presiden terpilih Donald Trump, menanggapi wartawan selama pertemuan dengan Senator Mike Rounds, RS.D., anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, di Capitol di Washington, 5 Desember 2024. (Foto AP/J. Scott Applewhite, Arsip)
Buletinmedia.com – Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan) Pete Hegseth mendapatkan perhatian publik setelah gagal menjawab pertanyaan mengenai negara-negara yang tergabung dalam ASEAN saat menjalani uji kelayakan (fit and proper test) di Senat AS pada Selasa, 14 Januari 2025. Saat itu, Hegseth ditanya oleh Senator Tammy Duckworth dari Partai Demokrat tentang pemahamannya mengenai kawasan Indo-Pasifik. Duckworth mengajukan pertanyaan mengenai negara-negara ASEAN, meminta Hegseth untuk menyebutkan “setidaknya satu negara” di ASEAN serta jenis perjanjian yang dimiliki AS dengan negara-negara tersebut. Selain itu, Duckworth juga menanyakan jumlah negara yang tergabung dalam ASEAN.
Hegseth, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai pembawa acara di Fox News, mengaku tidak bisa memberikan jawaban yang tepat mengenai jumlah negara ASEAN. Ia hanya bisa menyebutkan bahwa AS memiliki sekutu seperti Korea Selatan, Jepang, dan Australia, serta aliansi AUKUS dengan Australia. Menanggapi jawaban Hegseth, Duckworth dengan tegas menyatakan bahwa negara-negara yang disebutkan Hegseth tidak termasuk dalam ASEAN, dan ia menyarankan Hegseth untuk mempersiapkan diri lebih baik sebelum terlibat dalam negosiasi semacam itu.
Hegseth, yang memiliki latar belakang militer dan pernah bertugas di beberapa negara seperti Kuba, Afghanistan, dan Irak, kini sedang menjalani proses uji kelayakan untuk posisi Menhan menjelang pelantikan Presiden Donald Trump pada 20 Januari 2025. Uji kelayakan ini menjadi bagian penting dari proses pengukuhan atau penolakan calon Menhan.
ASEAN sendiri adalah organisasi regional yang terdiri dari 10 negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Laos, Kamboja, Brunei, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Timor Leste yang segera bergabung. Meskipun ASEAN bukanlah aliansi militer AS, negara-negara seperti Filipina dan Thailand memiliki kerja sama pertahanan dengan AS, dan Singapura menjadi Mitra Kerja Sama Keamanan Utama bagi AS.
