Menjelang tahun ajaran baru 2026, toko perlengkapan sekolah di Kabupaten Kuningan diserbu para pembeli (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com –Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026, aktivitas jual beli perlengkapan sekolah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan. Sejumlah toko yang menjual seragam sekolah, tas, sepatu, buku, hingga berbagai perlengkapan belajar dipadati pembeli sejak pagi hari. Momen ini menjadi musim panen bagi para pedagang karena permintaan meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satu pusat penjualan perlengkapan sekolah yang ramai dikunjungi masyarakat berada di Pasar Kepuh, Kabupaten Kuningan. Sejak Selasa pagi, para orang tua datang bersama anak-anak mereka untuk melengkapi berbagai kebutuhan sekolah menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Keramaian terlihat hampir di setiap sudut toko. Pembeli bergantian memilih ukuran seragam, mencoba sepatu, hingga mencari perlengkapan belajar yang sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Antrean di meja kasir pun terus mengular karena tingginya jumlah transaksi yang terjadi sepanjang hari.
Momentum tahun ajaran baru memang selalu membawa berkah bagi para pedagang perlengkapan sekolah. Tidak hanya penjualan seragam yang mengalami peningkatan, tetapi juga berbagai kebutuhan lain seperti tas sekolah, buku tulis, alat tulis, ikat pinggang, topi, dasi, kaus kaki, hingga atribut sekolah lainnya.
Pemilik toko perlengkapan sekolah di Pasar Kepuh, Devi Nur Alfiah, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terasa beberapa pekan menjelang masuk sekolah. Namun, dalam beberapa hari terakhir, lonjakan pembeli semakin tinggi sehingga aktivitas di tokonya jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.
Menurut Devi, penjualan seragam sekolah pada tahun ini meningkat sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Hampir seluruh jenjang pendidikan mengalami peningkatan permintaan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Untuk penjualan seragam meningkat dibanding tahun lalu sekitar 50 persen. Kami menyediakan seragam mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dalam sehari mampu menjual sekitar 20 kodi seragam sekolah,” ujar Devi Nur Alfiah.
Selain peningkatan jumlah seragam yang terjual, omzet penjualan toko juga mengalami lonjakan yang cukup besar. Dibandingkan hari-hari biasa, pendapatan yang diperoleh meningkat lebih dari 100 persen. Kondisi tersebut membuat para pedagang harus bekerja lebih ekstra untuk melayani para pembeli yang datang silih berganti.
Banyaknya pelanggan yang datang secara bersamaan membuat seluruh karyawan harus bergerak cepat melayani permintaan pembeli. Mereka membantu mencarikan ukuran seragam, mengambil stok barang di gudang, hingga melayani proses pembayaran agar antrean tidak semakin panjang.
Tidak sedikit orang tua yang sengaja berbelanja lebih awal untuk menghindari lonjakan pembeli yang diperkirakan akan semakin tinggi menjelang hari pertama masuk sekolah. Mereka juga ingin memastikan ukuran seragam yang dibutuhkan masih tersedia sehingga tidak kehabisan stok.
Salah seorang pembeli, Nining Murniati, mengaku memilih berbelanja di toko tersebut karena telah menjadi pelanggan selama bertahun-tahun. Selain menyediakan pilihan ukuran yang lengkap, harga yang ditawarkan juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan toko lainnya.
“Ini lagi beli seragam untuk anak yang masih SMP. Memang sudah lama kalau beli seragam ke sini karena selain harganya murah juga sudah jadi langganan. Untuk satu setel seragam harganya sekitar Rp140 ribu,” kata Nining.
Menurutnya, membeli perlengkapan sekolah lebih awal juga memberikan keuntungan karena pilihan barang masih lengkap. Ia tidak perlu khawatir kehabisan ukuran ataupun model yang dibutuhkan anaknya.
Selain seragam sekolah, Nining juga membeli sejumlah perlengkapan lain seperti sepatu, tas, buku tulis, alat tulis, hingga kaus kaki agar seluruh kebutuhan sekolah anaknya telah siap sebelum kegiatan belajar dimulai.
Peningkatan permintaan yang terjadi menjelang tahun ajaran baru telah dipersiapkan oleh pemilik toko sejak beberapa bulan sebelumnya. Mereka menambah stok barang dalam jumlah besar agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya melonjak pada periode ini.
Ratusan kodi seragam sekolah telah disimpan di gudang sebagai persediaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pembeli yang diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mendekati hari pertama masuk sekolah.
Tidak hanya seragam, berbagai perlengkapan lain seperti tas, sepatu, topi, dasi, serta perlengkapan belajar juga ditambah stoknya agar tidak terjadi kekosongan barang saat permintaan mencapai puncaknya.
Para pedagang memperkirakan jumlah pembeli akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, mendekati dimulainya tahun ajaran baru, peningkatan pengunjung diprediksi bisa mencapai lebih dari 200 persen dibandingkan hari biasa.
Momen tahun ajaran baru memang selalu menjadi salah satu periode dengan tingkat penjualan tertinggi bagi pedagang perlengkapan sekolah. Hampir seluruh orang tua memanfaatkan waktu tersebut untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka sebelum kembali memasuki ruang kelas.
Selain memberikan keuntungan bagi pedagang, meningkatnya aktivitas jual beli juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Ramainya pengunjung membuat aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Kepuh semakin hidup. Tidak hanya toko seragam sekolah yang merasakan peningkatan penjualan, pedagang alat tulis, tas, sepatu, hingga pelaku usaha makanan dan minuman di sekitar pasar juga ikut memperoleh manfaat dari tingginya jumlah pengunjung.
Para pedagang berharap kondisi ini dapat terus berlangsung hingga seluruh kebutuhan masyarakat menjelang tahun ajaran baru terpenuhi. Dengan persediaan barang yang mencukupi dan pelayanan yang optimal, mereka optimistis penjualan tahun ini akan melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
Lonjakan pembeli yang terjadi menjelang tahun ajaran baru 2026 menjadi gambaran bahwa kebutuhan perlengkapan sekolah masih menjadi prioritas utama bagi masyarakat. Meski harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, para orang tua tetap berupaya memberikan perlengkapan terbaik agar anak-anak dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan nyaman sejak hari pertama sekolah.
Dengan tingginya permintaan tersebut, para pedagang di Kabupaten Kuningan optimistis omzet penjualan akan terus meningkat hingga berakhirnya masa persiapan tahun ajaran baru. Mereka pun berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga sektor perdagangan perlengkapan sekolah dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
