Gunungan sampah hingga meluber menutup jalan di tempat pembuangan sampah Pasar Minggu (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Sebuah video yang memperlihatkan tumpukan sampah menggunung hingga meluber ke badan jalan di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, viral di media sosial. Kondisi tersebut menjadi sorotan publik karena tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan dan menimbulkan aroma tidak sedap yang menyengat.
Tumpukan sampah yang disebut-sebut tidak terangkut selama hampir satu bulan itu bahkan menutup sebagian akses jalan utama yang biasa digunakan masyarakat dan kendaraan pengangkut barang menuju kawasan pasar. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi tersendat dan pengendara harus bergantian melintas karena ruang jalan semakin sempit.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon langsung menerjunkan tujuh unit dump truk dan satu unit alat berat untuk melakukan pembersihan. Proses pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap agar tumpukan sampah yang telah menggunung setinggi lebih dari tiga meter dapat segera dibersihkan.
Video Gunungan Sampah Viral di Media Sosial
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setelah video yang memperlihatkan kondisi TPS Pasar Minggu beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat sampah meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan kendaraan harus melambat saat melintas.
Banyak warganet yang menyayangkan kondisi tersebut karena dianggap mencerminkan buruknya pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Selain mengganggu pemandangan, tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Warga sekitar mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Sampah yang berasal dari aktivitas pasar dan permukiman warga terus bertambah setiap hari, sementara proses pengangkutan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, volume sampah semakin meningkat hingga akhirnya meluber ke jalan.
Kawasan Pasar Minggu sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Palimanan. Setiap hari, lokasi tersebut dipadati pedagang dan pembeli yang menghasilkan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik berupa sisa makanan hingga sampah anorganik seperti plastik dan kemasan.
Ketika pengangkutan sampah mengalami keterlambatan, tumpukan sampah dengan cepat meningkat dan menimbulkan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Sampah Menggunung Hingga Lebih dari Tiga Meter
Berdasarkan pantauan di lokasi, gunungan sampah yang berada di TPS Pasar Minggu memiliki tinggi lebih dari tiga meter. Sebagian material sampah bahkan sudah meluber ke badan jalan sehingga mempersempit akses kendaraan.
Mayoritas sampah yang menumpuk terdiri dari sampah rumah tangga, sampah pasar, plastik sekali pakai, kardus, serta sisa makanan yang telah membusuk. Kondisi tersebut membuat aroma tidak sedap menyebar hingga ke area pasar dan permukiman warga.
Pada siang hari, bau menyengat dari tumpukan sampah semakin terasa akibat suhu udara yang cukup panas. Kondisi ini membuat banyak warga merasa terganggu saat beraktivitas di sekitar lokasi.
Tidak sedikit pengunjung pasar yang harus menutup hidung ketika melintas karena aroma yang ditimbulkan sangat menyengat. Bahkan, saat hujan turun, bau sampah disebut menjadi lebih kuat karena bercampur dengan air lindi yang mengalir dari tumpukan sampah.
Selain menimbulkan bau, keberadaan sampah yang menggunung juga memicu kekhawatiran akan munculnya berbagai penyakit. Tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menjadi sarang lalat, tikus, dan berbagai jenis bakteri yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Warga Keluhkan Sampah Tak Diangkut Hampir Sebulan
Salah seorang warga setempat, Sadi, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung hampir satu bulan. Menurutnya, selama periode tersebut sampah terus menumpuk karena tidak diangkut secara rutin.
Ia mengatakan bahwa biasanya pengangkutan sampah dilakukan dalam waktu yang lebih singkat sehingga tidak sampai menyebabkan penumpukan seperti yang terjadi saat ini.
“Memang sudah hampir sebulan sampah di sini tidak diangkut. Biasanya tidak selama ini. Sampah sampai meluber ke jalan dan lalu lintas sempat tersendat. Sampah ini berasal dari pasar dan masyarakat sekitar. Yang paling mengganggu tentu baunya yang sangat menyengat,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pedagang pasar yang setiap hari beraktivitas di lokasi tersebut. Mereka mengaku terganggu dengan kondisi lingkungan yang kurang nyaman akibat penumpukan sampah.
Menurut para pedagang, aroma sampah yang menyengat sering kali membuat pembeli tidak betah berada di area pasar dalam waktu lama. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi aktivitas perdagangan dan mengurangi jumlah pengunjung.
Warga berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Dinas Lingkungan Hidup Turunkan Alat Berat
Menindaklanjuti keluhan masyarakat dan viralnya video di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon segera mengambil langkah penanganan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tujuh unit dump truk dan satu unit alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.
Menurutnya, alat berat digunakan untuk memindahkan sampah dari lokasi penumpukan ke armada pengangkut sehingga proses pembersihan dapat berlangsung lebih efektif.
Petugas bekerja secara estafet untuk mengangkut sampah yang telah menumpuk selama beberapa pekan terakhir. Langkah tersebut dilakukan agar akses jalan dapat kembali normal dan masyarakat tidak lagi terganggu oleh kondisi lingkungan yang kurang sehat.
“Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tujuh dump truk dan satu alat berat. Kami berupaya mempercepat proses pengangkutan agar tumpukan sampah yang menutup jalan segera teratasi. Ke depan, pengangkutan juga akan dilakukan secara rutin untuk mencegah penumpukan kembali terjadi,” kata Dede Sudiono.
Selain membersihkan area TPS, petugas juga melakukan penataan ulang lokasi penampungan sementara agar kapasitasnya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Pengangkutan Sampah Ditargetkan Selesai Hari Ini
Dinas Lingkungan Hidup memperkirakan volume sampah yang harus diangkut mencapai lebih dari satu ton. Dengan dukungan armada dan alat berat yang dikerahkan, proses pembersihan ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hari.
Selama proses pembersihan berlangsung, petugas tetap berupaya menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu secara signifikan.
Pembersihan TPS Pasar Minggu menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak negatif yang lebih luas. Penanganan yang cepat juga diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan warga dan pengguna jalan.
Masyarakat Minta Pengelolaan Sampah Lebih Maksimal
Peristiwa viralnya gunungan sampah di Palimanan menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang konsisten dan berkelanjutan. Warga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sistem pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan dalam waktu lama.
Selain itu, masyarakat juga mendorong adanya peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, termasuk penambahan armada pengangkut serta pengawasan yang lebih ketat terhadap jadwal pengangkutan.
Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya juga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, permasalahan sampah diharapkan dapat diminimalkan.
Kini, setelah proses pembersihan dilakukan, warga berharap kawasan TPS Pasar Minggu kembali bersih dan tidak lagi menimbulkan gangguan bagi aktivitas sehari-hari. Pengangkutan sampah yang rutin dan pengelolaan yang lebih baik menjadi harapan utama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Cirebon.
