Pendiri PB Perkemi, Indra Kartasasmita (c) Dok. KONI
Buletinmedia.com – Dunia olahraga nasional berduka setelah pendiri Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi), Indra Kartasasmita, meninggal dunia pada Rabu dini hari pukul 01.29 WIB di Jakarta. Kepergian tokoh besar bela diri ini menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga besar kempo Indonesia serta masyarakat olahraga Tanah Air yang mengenal dedikasinya selama puluhan tahun.
Kabar wafatnya Indra Kartasasmita disampaikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui pernyataan resmi. Jenazah almarhum rencananya disemayamkan di Honbu atau Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Perkemi yang berada di kawasan Pondok Gede, Jakarta, pada Rabu siang.
Kepergian Indra Kartasasmita tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga jejak panjang perjuangan dalam membangun olahraga kempo di Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai tokoh visioner yang berhasil membawa bela diri asal Jepang tersebut berkembang luas hingga dikenal masyarakat di berbagai daerah.
KONI Sampaikan Duka Mendalam
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Indra Kartasasmita. Ia menilai almarhum sebagai figur penting dalam sejarah olahraga nasional, khususnya dalam pengembangan cabang olahraga kempo di Indonesia.
Menurut Marciano, Indra Kartasasmita merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pembinaan atlet dan penguatan organisasi olahraga. Bahkan hingga akhir hayatnya, almarhum masih aktif memantau perkembangan Perkemi dan memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda.
Marciano juga mengenang semangat Indra yang tetap menyala meskipun sedang menghadapi kondisi kesehatan yang menurun. Saat dijenguk jajaran pengurus KONI Pusat, Indra disebut masih menunjukkan antusiasme besar terhadap dunia olahraga.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa semangat seorang pejuang olahraga tetap hidup dalam diri Indra Kartasasmita hingga akhir hayatnya.
Sosok Penting di Balik Berdirinya Perkemi
Indra Kartasasmita merupakan salah satu tokoh sentral dalam berdirinya organisasi kempo di Indonesia. Bersama Ginanjar Kartasasmita dan almarhum Utin Sahraz, ia mendirikan organisasi tersebut pada 2 Februari 1966 dengan nama Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia.
Organisasi itu kemudian mengalami perkembangan dan perubahan nama menjadi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia sejak tahun 2014. Meski nama berubah, semangat dasar yang dibangun para pendiri tetap sama, yakni membina karakter, kedisiplinan, serta mental generasi muda melalui olahraga bela diri.
Di masa awal berdiri, memperkenalkan kempo di Indonesia bukan perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, serta jaringan pembinaan yang kuat agar olahraga ini dapat diterima masyarakat luas. Indra Kartasasmita menjadi salah satu motor penggerak utama dalam proses tersebut.
Perjalanan Kempo Menjadi Cabang Olahraga Nasional
Berkat perjuangan para pendiri Perkemi, olahraga kempo terus berkembang dari waktu ke waktu. Pada tahun 1970, kempo mulai dipertandingkan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pertama yang digelar di Jakarta.
Ajang tersebut menjadi tonggak penting karena menandai mulai dikenalnya kempo sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia. Setelah itu, perkembangan semakin pesat hingga akhirnya kempo resmi masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1977 di Jakarta.
Masuknya kempo ke PON menjadi pencapaian besar bagi Indra Kartasasmita dan seluruh keluarga Perkemi. Hal itu menunjukkan bahwa kempo telah diakui sebagai bagian penting dari olahraga nasional.
Sejak saat itu, berbagai daerah mulai membentuk kepengurusan Perkemi dan membuka dojo atau tempat latihan. Ribuan atlet lahir dari proses pembinaan yang dibangun secara berkelanjutan.
Perkemi di Tingkat Dunia
Tidak hanya berkembang di dalam negeri, Perkemi juga menjalin hubungan internasional. Organisasi ini tercatat sebagai anggota World Shorinji Kempo Organization (WSKO) yang berpusat di Tadotsu, Jepang.
Keanggotaan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam komunitas kempo dunia. Melalui jaringan internasional itu, atlet-atlet Indonesia memiliki kesempatan mengikuti pelatihan, seminar, hingga kejuaraan dunia.
Kontribusi Indra Kartasasmita dalam membuka jalan kerja sama global ini sangat besar. Ia ingin kempo Indonesia tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional.
Warisan Besar untuk Generasi Muda
Lebih dari sekadar mendirikan organisasi, Indra Kartasasmita meninggalkan warisan nilai yang sangat berarti. Dalam ajaran Shorinji Kempo, latihan fisik selalu dibarengi pembentukan karakter. Nilai seperti disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, serta kepedulian sosial menjadi bagian utama dari pendidikan atlet.
Karena itu, banyak praktisi kempo yang tidak hanya menjadi atlet berprestasi, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang kuat secara mental dan moral. Warisan inilah yang terus hidup dan dirasakan hingga sekarang.
Generasi muda yang berlatih di berbagai dojo Perkemi saat ini sesungguhnya sedang menikmati hasil perjuangan panjang para pendiri, termasuk Indra Kartasasmita.
Ucapan Belasungkawa Mengalir
Kabar meninggalnya Indra Kartasasmita langsung memunculkan gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Tokoh olahraga, atlet, pelatih, hingga mantan murid menyampaikan penghormatan atas jasa besar almarhum.
Banyak yang mengenang Indra sebagai pribadi sederhana, tegas, namun penuh perhatian terhadap perkembangan atlet muda. Ia dikenal dekat dengan para pengurus daerah dan kerap memberikan motivasi agar pembinaan dilakukan secara serius.
Di mata keluarga besar Perkemi, Indra bukan hanya pendiri, tetapi juga guru yang memberikan arah bagi perjalanan organisasi selama puluhan tahun.
Kehilangan Besar bagi Dunia Olahraga
Wafatnya Indra Kartasasmita menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Indonesia. Di tengah kebutuhan akan figur pembina yang berpengalaman dan visioner, kepergiannya tentu meninggalkan ruang yang tidak mudah digantikan.
Namun, jejak perjuangannya akan terus dikenang melalui organisasi yang ia bangun, para atlet yang dibina, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi penerus.
Semangat Indra Kartasasmita dalam memajukan olahraga, membentuk karakter anak bangsa, dan menjaga persaudaraan melalui kempo akan tetap hidup.
Penutup
Pendiri Perkemi Indra Kartasasmita meninggal dunia pada usia senja setelah mendedikasikan hidupnya untuk olahraga kempo Indonesia. Dari awal berdirinya organisasi pada 1966 hingga perkembangan ke tingkat nasional dan internasional, namanya menjadi bagian penting dari sejarah.
Kini, dunia olahraga melepas salah satu tokoh terbaiknya. Meski telah berpulang, karya dan perjuangannya akan terus dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia.
Sumber : www.antaranews.com
