Tumpukan limbah kerang hijau menggunung di tanggul sungai (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Tumpukan limbah kerang hijau menggunung di sepanjang tanggul Sungai Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dan membuat warga sekitar resah. Limbah cangkang kerang yang berasal dari sentra produksi olahan kerang itu menumpuk selama bertahun-tahun hingga membentuk gundukan besar di sisi sungai.
Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat dan mempersempit akses jalan menuju muara sungai. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan lokasi dan menyediakan tempat pembuangan limbah yang layak.
Fenomena ini menjadi perhatian masyarakat karena volume limbah terus bertambah dari waktu ke waktu tanpa penanganan serius.
Tumpukan Limbah Kerang Hijau Membentang Satu Kilometer
Di kawasan Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, tumpukan limbah kerang hijau tampak membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Hamparan cangkang kerang memenuhi sisi tanggul sungai hingga menutupi sebagian jalan akses menuju muara. Dari kejauhan, tumpukan tersebut terlihat seperti bukit putih keabu-abuan yang memanjang di sepanjang jalur sungai.
Tinggi timbunan limbah diperkirakan mencapai empat meter dari dasar sungai. Sebagian bahkan sudah menyembul ke atas tanggul dan mendekati badan jalan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembuangan limbah berlangsung lama dan dilakukan terus-menerus.
Aktivitas Pembuangan Dilakukan Terbuka
Warga mengaku aktivitas pembuangan limbah kerang bukan hal baru. Hampir setiap hari ada warga atau pelaku usaha datang ke lokasi membawa limbah hasil produksi.
Sebagian menggunakan sepeda motor, kendaraan roda tiga, hingga mobil bak terbuka.
Setelah tiba di lokasi, limbah langsung dibuang di sisi tanggul tanpa proses pengolahan.
Praktik ini dinilai seolah menjadi kebiasaan yang dibiarkan berlangsung lama tanpa pengawasan ketat.
Akibatnya, jumlah limbah terus bertambah dan kini mengganggu lingkungan sekitar.
Bau Anyir dan Busuk Ganggu Warga
Masalah terbesar yang paling dirasakan masyarakat adalah bau menyengat dari limbah kerang hijau.
Kerang yang baru dibuang masih menyisakan bagian organik dan cairan yang mudah membusuk. Saat terkena panas matahari, aroma amis dan anyir langsung menyebar ke sekitar lokasi.
Warga menyebut bau tidak sedap bisa tercium hingga radius sekitar 500 meter.
Situasi semakin parah ketika angin bertiup ke arah permukiman atau area tambak. Banyak warga merasa terganggu saat melintas maupun saat bekerja di sekitar lokasi.
Selain tidak nyaman, bau busuk juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan jika terus terpapar dalam jangka panjang.
Jalan Menuju Muara Menjadi Sempit
Tumpukan limbah kerang hijau juga mempersempit jalan utama menuju muara Sungai Bondet.
Jalur yang biasa digunakan warga, pemilik tambak, nelayan, dan kendaraan pengangkut hasil laut kini semakin sulit dilalui.
Sebagian badan jalan tertutup limbah, sehingga kendaraan harus berjalan pelan dan berhati-hati.
Ketika dua kendaraan berpapasan, salah satu harus mengalah agar bisa lewat.
Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, akses menuju muara akan semakin rusak dan rawan kecelakaan.
Keluhan Warga Sudah Lama
Seorang warga bernama Waliman mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, selain bau busuk, jalan yang semakin sempit juga menghambat aktivitas sehari-hari.
Ia menyebut persoalan limbah kerang hijau di kawasan itu sudah berlangsung lama tanpa solusi nyata.
Warga sudah beberapa kali berharap ada penanganan dari pihak terkait, namun hingga kini tumpukan limbah masih terus bertambah.
Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat lain yang sering melintas di jalur tanggul.
Berasal dari Sentra Produksi Olahan Kerang
Wilayah pesisir Kabupaten Cirebon dikenal memiliki aktivitas pengolahan hasil laut cukup besar, termasuk kerang hijau.
Kerang biasanya diambil dagingnya untuk dijual dalam bentuk matang, beku, atau bahan makanan olahan.
Namun setelah isi kerang dipisahkan, bagian cangkang menjadi limbah dalam jumlah besar.
Karena belum tersedia sistem pengelolaan limbah yang baik, cangkang kerang kerap dibuang sembarangan di area sekitar sungai.
Padahal jika dikelola dengan benar, limbah tersebut masih bisa dimanfaatkan.
Limbah Kerang Sebenarnya Bernilai Ekonomi
Banyak orang belum mengetahui bahwa cangkang kerang hijau dapat diolah menjadi produk bernilai jual.
Beberapa pemanfaatan limbah kerang antara lain:
- Bahan campuran pupuk
- Kerajinan tangan
- Material dekorasi taman
- Campuran pakan ternak tertentu
- Bahan baku kapur
- Campuran material bangunan
Jika dikelola secara profesional, limbah yang kini menjadi masalah justru bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Risiko Lingkungan Jika Terus Dibiarkan
Tumpukan limbah kerang hijau yang tidak tertangani berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan.
1. Pencemaran Bau
Sisa organik yang membusuk menghasilkan aroma tidak sedap terus-menerus.
2. Menjadi Sarang Hama
Tumpukan limbah bisa mengundang lalat, tikus, dan serangga lain.
3. Mengganggu Aliran Air
Jika meluas ke sungai, limbah dapat menghambat aliran air.
4. Menurunkan Kualitas Lingkungan
Area pesisir menjadi kotor dan tidak nyaman.
5. Merusak Estetika Kawasan
Pemandangan sungai menjadi buruk dan kumuh.
Warga Minta Pemerintah Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata.
Beberapa permintaan warga antara lain:
Pembersihan Lokasi
Limbah yang sudah menggunung perlu diangkut dan dibersihkan.
Tempat Penampungan Resmi
Perlu disediakan lokasi khusus pembuangan limbah kerang.
Pengawasan Rutin
Pembuangan liar harus ditertibkan.
Program Daur Ulang
Pemerintah bisa menggandeng pelaku usaha untuk memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Potensi Wisata dan Ekonomi Jangan Sampai Rusak
Kawasan pesisir Cirebon memiliki potensi ekonomi besar dari sektor perikanan dan wisata lokal.
Namun jika area sungai dan muara dipenuhi limbah serta bau busuk, citra kawasan akan menurun.
Pengunjung bisa enggan datang, sementara aktivitas ekonomi warga ikut terdampak.
Karena itu, penanganan limbah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga masa depan ekonomi masyarakat pesisir.
Solusi Jangka Panjang Sangat Dibutuhkan
Membersihkan tumpukan limbah saja tidak cukup. Harus ada sistem berkelanjutan agar masalah serupa tidak terulang.
Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Membangun pusat pengolahan limbah kerang
- Membentuk koperasi pengelola limbah
- Edukasi pelaku usaha
- Penegakan aturan lingkungan
- Pemberdayaan UMKM berbahan cangkang kerang
Jika dijalankan serius, kawasan yang kini penuh limbah bisa berubah menjadi sentra ekonomi baru.
Kesimpulan
Tumpukan limbah kerang hijau di sepanjang tanggul Sungai Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, kini menjadi keluhan serius warga.
Selain membentang sepanjang satu kilometer dengan tinggi mencapai empat meter, limbah tersebut juga menimbulkan bau busuk dan mempersempit jalan menuju muara.
Warga meminta pemerintah segera membersihkan lokasi dan menyediakan tempat penampungan limbah agar persoalan tidak terus berulang.
Dengan pengelolaan yang tepat, limbah kerang hijau sebenarnya dapat diubah menjadi peluang ekonomi, bukan sekadar sumber masalah lingkungan.
