Gelombang arus mudik terus terjadi di jalur Pantura. Ribuan kendaraan bermotor dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalami kepadatan di jalur Pantura Bypass Pemuda (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Enam hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik di jalur Pantura Bypass Pemuda, Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan signifikan. Ribuan kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur terpantau memadati jalur utama Pantai Utara tersebut sejak Minggu pagi. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon, volume kendaraan yang melintas di jalur Pantura pada H-6 Lebaran mencapai sekitar dua puluh ribu kendaraan. Jumlah tersebut tercatat sejak pukul 00.00 hingga 07.00 WIB dan mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.
Kepadatan kendaraan terlihat di sepanjang jalur Pantura Bypass Pemuda, yang menjadi salah satu jalur utama bagi pemudik dari wilayah Jabodetabek menuju berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Arus kendaraan yang melintas di jalur Pantura didominasi oleh kendaraan bermotor roda dua. Para pemudik yang menggunakan sepeda motor terlihat membawa berbagai barang bawaan yang diikat di bagian belakang maupun depan kendaraan mereka.
Sebagian pemudik bahkan membawa barang bawaan yang melebihi kapasitas kendaraan. Barang tersebut umumnya berupa tas besar, kardus, hingga perlengkapan rumah tangga yang akan dibawa ke kampung halaman. Selain kendaraan bermotor, kepadatan arus lalu lintas di jalur Pantura juga disebabkan oleh banyaknya kendaraan truk besar yang masih melintas di jalur tersebut. Kehadiran kendaraan berat ini membuat laju kendaraan pemudik menjadi lebih lambat sehingga menimbulkan kepadatan di beberapa titik.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur Pantura Bypass Pemuda Kota Cirebon sempat mengalami perlambatan, terutama pada pagi hari saat volume kendaraan terus meningkat. Salah satu pemudik, Andri, mengaku memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan panjang selama perjalanan menuju kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah.
“Saya mau ke Brebes dari Cengkareng. Berangkat dari sana jam 10 pagi dan sempat macet di jalan. Kemungkinan di Brebes sekitar sepuluh hari. Berangkat pagi karena udara masih lebih adem,” ujar Andri saat ditemui di jalur Pantura Cirebon.
Andri mengatakan, meskipun perjalanan cukup melelahkan, ia tetap memilih menggunakan sepeda motor karena dinilai lebih fleksibel untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di jalur utama mudik. Menurutnya, perjalanan mudik dengan sepeda motor sudah menjadi kebiasaan setiap tahun saat menjelang Lebaran. Selain lebih hemat biaya, penggunaan kendaraan roda dua juga memudahkan untuk berhenti di berbagai tempat istirahat sepanjang perjalanan. Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Cirebon memperkirakan volume kendaraan pemudik yang melintas di jalur Pantura akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.
Diperkirakan puncak arus mudik di jalur Pantura Cirebon akan terjadi pada dua hari menjelang Lebaran atau H-2. Pada periode tersebut, jumlah kendaraan yang melintas diprediksi akan jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini. Peningkatan volume kendaraan tersebut dipicu oleh semakin banyaknya masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Jalur Pantura sendiri merupakan salah satu jalur utama yang digunakan oleh pemudik dari wilayah barat Pulau Jawa menuju daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Jalur ini menghubungkan sejumlah kota besar seperti Jakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, hingga Surabaya. Karena menjadi jalur utama mudik, kepadatan lalu lintas di jalur Pantura hampir selalu terjadi setiap menjelang Lebaran.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin parah, petugas dari Dinas Perhubungan bersama kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan. Petugas juga mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.
Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat secara berkala di pos-pos pelayanan maupun tempat istirahat yang tersedia di sepanjang jalur Pantura. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga kondisi fisik pengendara agar tetap prima selama menempuh perjalanan jarak jauh menuju kampung halaman.
Pemerintah juga mengingatkan para pemudik yang menggunakan sepeda motor agar tidak membawa barang bawaan berlebihan yang dapat membahayakan keselamatan selama perjalanan. Dengan meningkatnya arus mudik di jalur Pantura Cirebon pada H-6 Lebaran ini, para pemudik diharapkan dapat mempersiapkan perjalanan dengan baik agar dapat sampai di tujuan dengan selamat. Sementara itu, petugas gabungan dari berbagai instansi akan terus bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.
