Ilustrasi virus. Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes Ungkap Gejala dan Penularannya (Freepik)
Buletinmedia.com – Kasus virus Nipah yang kembali dilaporkan di India membuat sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan. Taiwan dan Thailand memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk internasional, sementara Indonesia turut bersiaga.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat akan bahaya virus Nipah, penyakit zoonosis dengan tingkat kematian tinggi yang bisa mencapai 75 persen. Penularan virus Nipah tidak hanya berasal dari hewan, tetapi juga dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi.
Kemenkes menyebut konsumsi buah yang terpapar air liur atau urine kelelawar, makanan yang tidak dicuci bersih, serta kontak langsung dengan hewan terinfeksi sebagai faktor risiko utama penularan. Dalam kondisi tertentu, virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak erat.
Gejala virus Nipah umumnya diawali dengan demam, batuk, dan pilek, kemudian dapat berkembang menjadi muntah, sesak napas, penurunan kesadaran, hingga kejang. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari konsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar, serta mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi. Pelaku perjalanan dari negara terdampak juga diminta waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala dalam 14 hari setelah kepulangan.
