sumber foto : tasyafarasya/
Tasya Farasya akhirnya membagikan kabar terbarunya setelah resmi berpisah dari Ahmad Assegaf. Beauty content creator itu jujur mengakui bahwa ia mengalami perubahan fisik cukup drastis selama dua bulan terakhir—berat badannya naik hingga 8 kilogram.
Lewat Instagram Story, Tasya menuliskan bahwa ia kini sedang berusaha kembali ke pola hidup yang lebih sehat. Ia mulai memperbaiki pola makan, mengatur ulang aktivitas harian, dan bertekad mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.
“Buat yang nanyain berat badan aku, iya… bener aku naik 8 kg dalam 2 bulan wkwk. Tapi udah tobat ya, lagi diet. BRB, mau balik kurusan dikit ke normal,” tulisnya dengan gaya santai khasnya.
Namun perubahan fisik itu ternyata hanya sebagian kecil dari perjalanan emosional yang dijalani Tasya. Ia turut mengungkap masa-masa kelam yang pernah dialaminya menjelang perceraian. Tasya mengaku ada titik di mana ia hampir menyerah, namun satu keyakinan selalu menahannya: semua rasa—senang maupun sedih—hanya bersifat sementara.
“Ada momen gue hampir nyerah, tapi yang bikin terus jalan adalah keyakinan kalau semuanya itu sementara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa momen bahagia sekalipun ternyata hanya singgah, sehingga ia percaya bahwa rasa sakit pun pasti akan berlalu pada waktunya.
Dalam pengakuannya, Tasya juga menyebut bahwa di masa terberat itu ia sempat berada di kondisi mental yang kacau hingga memiliki pikiran ekstrem. Syukurlah, ia mampu menghentikan diri dan tidak melanjutkan impuls tersebut. Kini, ia bersyukur bisa melewati fase tergelap itu dan merasa jauh lebih kuat.
“Chaos bangetlah waktu itu. Tapi Alhamdulillah itu semua sudah berlalu,” katanya lega.
Tasya Farasya resmi bercerai dari Ahmad Assegaf pada 12 November 2025, setelah gugatan cerainya yang diajukan 12 September 2025 dikabulkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Meski berpisah, keduanya sepakat tetap mengasuh anak-anak bersama. Hak asuh penuh diberikan kepada Tasya, sementara Ahmad tetap memiliki akses untuk bertemu buah hati mereka.
Sikap Tasya dalam proses cerai juga mencuri perhatian publik. Ia tidak menuntut nafkah tinggi dari mantan suaminya—bahkan ia hanya meminta Rp100 sebagai nafkah simbolis. Langkah ini dinilai banyak orang sebagai bentuk kemandirian dan keteguhan prinsip Tasya dalam menata hidup barunya.
Kini, Tasya perlahan bangkit dan mulai membangun kembali rutinitasnya, baik sebagai ibu maupun kreator. Ia memilih berjalan maju dengan tenang, sambil mengingat bahwa badai paling besar pun pada akhirnya akan mereda.
