Ilustrasi usus buntu (Foto: Shutterstock) Baca artikel detikHealth, "Awas! Tak Kunyah Makanan dengan Baik Jadi Salah Satu Faktor Penyakit Usus Buntu" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7507250/awas-tak-kunyah-makanan-dengan-baik-jadi-salah-satu-faktor-penyakit-usus-buntu. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Buletinmedia.com – Banyak orang masih menganggap remeh kebiasaan mengunyah makanan. Padahal, cara kita mengunyah ternyata memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Bahkan, kebiasaan makan terburu-buru tanpa mengunyah dengan baik disebut-sebut dapat meningkatkan risiko Apendisitis atau radang usus buntu.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis bedah digestif, Made Agus Dwianthara Sueta, yang menekankan pentingnya proses mengunyah sebelum makanan ditelan.
“Feses keras bisa terbentuk karena kita tidak mengunyah makanan dengan cukup, idealnya sekitar 36 kali kunyahan,” ujarnya dalam diskusi daring Kementerian Kesehatan.
Kenapa Mengunyah Itu Penting?
Mengunyah bukan sekadar proses awal sebelum menelan makanan. Aktivitas ini membantu memecah makanan menjadi partikel kecil agar lebih mudah dicerna oleh lambung dan usus.
Saat makanan tidak dikunyah dengan baik, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras. Lambung membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolah makanan yang masih kasar, sehingga proses penyerapan nutrisi menjadi tidak optimal.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memicu berbagai gangguan pencernaan, termasuk terbentuknya feses keras yang berpotensi menyumbat saluran usus.
Hubungan Mengunyah dan Usus Buntu
Menurut penjelasan medis, Apendisitis terjadi ketika usus buntu mengalami penyumbatan dan peradangan. Organ kecil berbentuk tabung ini terletak di bagian usus besar.
Salah satu penyebab utama penyumbatan adalah feses yang mengeras. Ketika seseorang sering makan terburu-buru dan tidak mengunyah makanan dengan baik, sisa makanan yang masuk ke sistem pencernaan cenderung tidak halus.
Akibatnya, sisa makanan tersebut dapat membentuk feses yang padat. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka risiko penyumbatan pada saluran usus, termasuk area usus buntu, bisa meningkat.
Ketika saluran tersebut tersumbat, bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan peradangan. Inilah yang kemudian memicu nyeri hebat di perut kanan bawah, gejala khas usus buntu.
Siapa yang Rentan Mengalaminya?
Usus buntu bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kelompok usia produktif dinilai lebih rentan.
Hal ini tidak lepas dari gaya hidup yang serba cepat. Banyak orang dewasa yang terbiasa makan sambil bekerja, terburu-buru, atau bahkan sambil menggunakan gawai.
Kebiasaan tersebut membuat proses mengunyah tidak optimal. Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat memengaruhi kesehatan pencernaan secara keseluruhan.
Dampak Lain dari Kurang Mengunyah
Selain meningkatkan risiko gangguan usus, kurang mengunyah makanan juga bisa menimbulkan berbagai dampak lain, di antaranya:
- Pencernaan menjadi lebih berat dan lambat
- Penyerapan nutrisi tidak maksimal
- Risiko gangguan lambung meningkat
- Mudah makan berlebihan karena tubuh terlambat merasa kenyang
Mengunyah makanan dengan baik sebenarnya membantu tubuh mengenali rasa kenyang lebih cepat. Hal ini dapat mencegah makan berlebihan yang berujung pada masalah kesehatan lain, seperti obesitas.
Cara Sederhana Mencegah Usus Buntu
Untuk menjaga kesehatan pencernaan sekaligus menurunkan risiko usus buntu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Pertama, biasakan makan dengan perlahan. Luangkan waktu khusus untuk makan tanpa terburu-buru, sehingga proses mengunyah bisa dilakukan dengan optimal.
Kedua, kunyah makanan hingga benar-benar halus sebelum ditelan. Idealnya, setiap suapan dikunyah sekitar 30 hingga 36 kali agar teksturnya lebih mudah dicerna.
Ketiga, fokus saat makan. Hindari kebiasaan makan sambil bekerja, menonton, atau bermain ponsel karena dapat mengganggu kesadaran dalam mengunyah.
Keempat, perhatikan asupan makanan. Konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah juga membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat.
Pentingnya Pola Makan Sehat
Kesehatan pencernaan tidak hanya bergantung pada jenis makanan, tetapi juga cara mengonsumsinya. Kebiasaan sederhana seperti mengunyah dengan baik sering kali diabaikan, padahal memiliki dampak besar.
Dengan memperbaiki pola makan, tubuh dapat bekerja lebih optimal dalam mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Hal ini juga membantu mencegah berbagai gangguan, termasuk masalah pada usus.
Kesimpulan
Mengunyah makanan dengan baik bukan sekadar kebiasaan sepele, melainkan bagian penting dari proses pencernaan. Kurangnya proses ini dapat menyebabkan makanan tidak tercerna sempurna, memicu terbentuknya feses keras, hingga meningkatkan risiko Apendisitis.
Dengan membiasakan makan perlahan, mengunyah hingga halus, dan menjaga pola makan yang sehat, risiko gangguan pencernaan bisa ditekan. Langkah sederhana ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sumber : www.kumparan.com
