Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Kamis sore melakukan blusukan ke kampung nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan langsung ke kampung nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis sore. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang selama ini menghadapi berbagai persoalan ekonomi.
Didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Gibran turun langsung ke lingkungan nelayan dan berdialog secara terbuka dengan warga. Bahkan, dalam momen tersebut, ia sempat berbincang dengan nelayan di atas perahu, sebuah pendekatan yang menunjukkan upaya mendekatkan diri dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Keluhan Harga Rajungan Jadi Sorotan
Dalam dialog tersebut, mayoritas nelayan yang ditemui merupakan penangkap rajungan. Mereka mengeluhkan harga jual rajungan yang dinilai tidak stabil dan cenderung rendah, sehingga berdampak pada pendapatan harian mereka.
Para nelayan berharap adanya standarisasi harga rajungan agar tidak merugikan. Mereka mengusulkan harga minimal sebesar Rp250.000 per kilogram, yang dinilai cukup untuk menutup biaya operasional sekaligus memberikan keuntungan yang layak.
Selama ini, harga rajungan sangat bergantung pada tengkulak atau bakul, sehingga nelayan tidak memiliki posisi tawar yang kuat. Kondisi ini membuat pendapatan mereka tidak menentu, terutama saat hasil tangkapan sedang menurun.
Terjerat Utang ke Tengkulak
Selain persoalan harga, nelayan juga mengeluhkan jeratan utang kepada tengkulak. Sistem pinjaman yang ada saat ini dinilai memberatkan, karena cicilan tetap harus dibayar meskipun hasil tangkapan sedang sedikit.
Banyak nelayan yang terpaksa meminjam uang untuk kebutuhan operasional melaut, seperti bahan bakar, perbaikan alat tangkap, hingga kebutuhan sehari-hari. Namun, skema pembayaran yang tidak fleksibel membuat mereka sulit keluar dari lingkaran utang.
Para nelayan berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi berupa akses pinjaman yang lebih ringan melalui koperasi atau perbankan. Skema cicilan yang menyesuaikan pendapatan dianggap sebagai solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Infrastruktur dan Pendangkalan Jadi Masalah Tambahan
Keluhan lain yang disampaikan adalah terkait kondisi lingkungan dan infrastruktur penunjang aktivitas nelayan. Pendangkalan di wilayah pesisir menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu.
Pendangkalan membuat perahu nelayan kesulitan keluar masuk area tambatan, terutama saat air surut. Hal ini tentu berdampak pada waktu melaut dan potensi hasil tangkapan.
Selain itu, nelayan juga berharap adanya peningkatan infrastruktur seperti akses jalan, fasilitas pelabuhan kecil, hingga sarana penyimpanan hasil tangkapan. Infrastruktur yang memadai dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Harapan Nelayan kepada Pemerintah
Salah satu nelayan, Abdul Halim Mahmud, menyampaikan langsung harapannya kepada Wakil Presiden. Ia berharap kunjungan ini dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan nelayan di Desa Citemu.
“Dengan datangnya Mas Wapres, kami ingin menyampaikan beberapa keluhan, di antaranya pendangkalan, infrastruktur, dan jeratan utang. Harapannya ada regulasi dari pemerintah pusat terkait pinjaman yang cicilannya sesuai dengan pendapatan nelayan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kondisi yang dialami banyak nelayan di daerah pesisir, yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Pendekatan Langsung ke Masyarakat
Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung pemerintah kepada masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat melihat dan mendengar sendiri persoalan yang dihadapi warga.
Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan laporan administratif. Aspirasi yang disampaikan secara langsung diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
Selain itu, kehadiran pejabat tinggi negara di tengah masyarakat juga memberikan harapan bahwa keluhan mereka akan ditindaklanjuti.
Potensi Sektor Perikanan di Cirebon
Wilayah pesisir Cirebon, termasuk Desa Citemu, memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya rajungan. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu andalan ekspor.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi nelayan. Masalah klasik seperti harga yang tidak stabil, akses permodalan, hingga infrastruktur masih menjadi kendala utama.
Dengan pengelolaan yang lebih baik dan dukungan kebijakan yang tepat, sektor ini sebenarnya dapat berkembang lebih pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Agenda Lanjutan Kunjungan
Setelah melakukan dialog dengan para nelayan, Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Buntet.
Di lokasi tersebut, ia akan bertemu dengan para kiai dan tokoh agama setempat. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja di wilayah Cirebon.
Kesimpulan
Kunjungan Wakil Presiden ke Desa Citemu menjadi momen penting bagi nelayan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari harga rajungan yang tidak stabil, jeratan utang, hingga masalah infrastruktur menjadi perhatian utama.
Harapan besar kini tertuju pada pemerintah agar dapat menghadirkan solusi nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, sektor perikanan di Cirebon diharapkan bisa berkembang lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
