Ilustrasi Wanita muda cantik dengan besi rata untuk rambut dengan latar belakang putih (shutterstock.com)
Buletinmedia.com – Banyak wanita yang memuji pelurusan dan pengeritingan rambut karena hasilnya yang halus, berkilau, dan bebas kusut. Namun, Dr. Gurveen Waraich, seorang dokter kulit, memperingatkan tentang bahaya dari perawatan ini, menyebutnya sebagai “bunuh diri bagi rambut”. Video yang dibagikan Dr. Waraich ini membuat banyak orang merasa khawatir dan bingung tentang kelanjutan perawatan rambut yang selama ini mereka lakukan.
Dr. DM Mahajan, seorang konsultan senior dermatologi, menjelaskan bahwa meskipun perawatan seperti rebonding dan pelurusan populer untuk mendapatkan rambut halus, proses ini melibatkan bahan kimia keras seperti formaldehida, keratin, dan zat alkali lainnya. Bahan kimia ini dapat merusak struktur rambut dengan cara memutus ikatan alami pada rambut, yang pada gilirannya mengarah pada kekeringan, kerapuhan, dan rambut yang mudah patah. Paparan bahan kimia ini dalam waktu lama juga dapat mengiritasi kulit kepala, menyebabkan gatal, kemerahan, atau bahkan rambut rontok pada beberapa kasus.
Dr. Mahajan menekankan bahwa meskipun hasil perawatan ini memberikan tampilan rambut yang halus, dampak jangka panjangnya bisa sangat merusak. Untuk mengurangi risiko kerusakan, ia menyarankan agar selalu berkonsultasi dengan profesional berlisensi, memilih produk berkualitas tinggi, dan merawat rambut dengan masker atau kondisioner yang menutrisi. Selain itu, sebaiknya hindari melakukan perawatan ini terlalu sering dan beri waktu bagi rambut untuk pulih di antara setiap perawatan.
Meskipun begitu, keputusan untuk menjalani perawatan pelurusan atau rebonding tetap tergantung pada jenis rambut, tekstur, dan preferensi pribadi. Namun, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat risiko dan manfaatnya sebelum membuat keputusan untuk melanjutkan perawatan tersebut.
