Veda Ega Pratama memulai Moto3 Inggris 2026 dari posisi ke-16 di Sirkuit Silverstone setelah hasil kualifikasi kurang maksimal. (Instagram/@teamvedaofficial)
Buletinmedia.com – Veda Ega Pratama berhasil menyelesaikan balapan Moto3 Inggris 2026 di posisi kesembilan. Pembalap Honda Team Asia tersebut tampil cukup konsisten dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Veda karena jalannya balapan berlangsung sangat ketat. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu harus beberapa kali naik dan turun posisi sebelum akhirnya mengamankan finis di posisi kesembilan.
Sejak awal balapan, Veda sudah menunjukkan kecepatan yang cukup baik. Ia langsung memperbaiki posisinya setelah start dan mampu masuk ke persaingan 10 besar. Situasi tersebut membuat peluang Veda untuk meraih hasil lebih baik terbuka sepanjang balapan.
Namun, persaingan di kelompok kedua Moto3 Inggris 2026 berlangsung sangat rapat. Perbedaan waktu antarpembalap sangat tipis sehingga perubahan posisi dapat terjadi hanya dalam beberapa tikungan.
Veda beberapa kali harus menerima tekanan dari pembalap lain. Ia sempat turun hingga posisi ke-13, tetapi mampu kembali masuk 10 besar dan terus bertahan dalam persaingan hingga lap terakhir.
Pada akhirnya, Veda menyelesaikan balapan di posisi kesembilan. Sementara itu, David Almansa berhasil menjadi pemenang Moto3 Inggris 2026, diikuti Alvaro Carpe di posisi kedua dan Valentin Perrone di urutan ketiga.
Veda Ega Memulai Balapan Moto3 Inggris 2026 dari Posisi 15
Veda Ega Pratama mengawali balapan Moto3 Inggris 2026 dari urutan ke-15. Posisi tersebut membuat pembalap Honda Team Asia harus bekerja keras sejak awal untuk mengejar rombongan di depannya.
Start menjadi salah satu momen penting dalam balapan Moto3. Dengan jarak antarpembalap yang biasanya sangat rapat, beberapa posisi bisa diperoleh hanya dalam satu lap pertama.
Veda memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.
Begitu balapan dimulai, ia langsung menunjukkan kecepatan dan mulai menyalip sejumlah pembalap. Veda mampu naik ke posisi ke-11 setelah melewati beberapa pembalap di lap pertama.
Performa tersebut membuat Veda hanya membutuhkan waktu singkat untuk mendekati kelompok 10 besar.
Belum satu putaran selesai, Veda berhasil melewati Cormac Buchanan. Pembalap Indonesia itu pun masuk ke posisi ke-10.
Pergerakan Veda sejak awal menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu lama berada di bagian belakang rombongan. Dengan ritme yang cukup baik, ia terus mencari celah untuk memperbaiki posisi.
Namun, masuk ke lap berikutnya, persaingan mulai semakin sulit.
Persaingan Ketat di Kelompok Kedua
Pada lap kedua, Veda terlibat dalam persaingan ketat bersama Cormac Buchanan dan pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Ketiganya berada dalam kelompok yang cukup rapat. Setiap pembalap berusaha menjaga posisi sekaligus mencari kesempatan untuk melakukan manuver menyalip.
Veda sempat mempertahankan posisi ke-10.
Namun, situasi berubah dengan cepat. Pembalap lain mulai memberikan tekanan dari belakang sehingga Veda harus bekerja keras untuk mempertahankan posisinya.
Balapan Moto3 memang dikenal dengan persaingan yang sangat rapat. Tidak seperti beberapa kelas lain yang terkadang menghasilkan jarak cukup jauh antarpembalap, Moto3 sering memperlihatkan rombongan besar yang bertarung dalam hitungan sepersekian detik.
Kondisi tersebut juga terjadi di Silverstone.
Veda tidak hanya harus memperhatikan pembalap di depannya, tetapi juga harus menjaga agar tidak kehilangan posisi dari pembalap di belakang.
Pada lap keempat, Veda akhirnya turun ke posisi ke-11 setelah dilewati Casey O’Gorman.
Meski kehilangan satu posisi, Veda tetap berada dalam kelompok persaingan yang berpotensi masuk 10 besar.
Veda Sempat Turun ke Posisi ke-12
Tekanan terhadap Veda berlanjut pada lap-lap berikutnya.
Persaingan di kelompok kedua semakin rapat. Beberapa pembalap secara bergantian mencoba melakukan serangan sehingga posisi Veda terus berubah.
Veda sempat turun ke posisi ke-12 setelah kehilangan beberapa posisi.
Namun, jalannya balapan kemudian berubah setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan Adrian Cruces dan Hakim Danish.
Insiden tersebut terjadi di area chicane tikungan 16 dan 17.
Bendera kuning pun berkibar di sekitar area tersebut.
Situasi tersebut membuat posisi para pembalap kembali berubah. Veda mendapatkan keuntungan dari insiden yang terjadi dan naik ke posisi kedelapan.
Pada momen tersebut, Veda hanya berjarak sekitar 1,4 detik dari rombongan pembalap di depan.
Posisi tersebut tentu menjadi peluang bagi Veda untuk mengejar kelompok terdepan.
Dari sempat berada di posisi ke-12, pembalap Indonesia itu tiba-tiba sudah berada di posisi kedelapan.
Perubahan tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan Moto3 Inggris 2026.
Kembali Naik ke Posisi Ketujuh
Drama kembali terjadi tidak lama setelah insiden Cruces dan Danish.
Scott Ogden mengalami kecelakaan di tikungan 18.
Kejadian tersebut kembali memengaruhi posisi pembalap di belakangnya.
Veda kemudian naik ke urutan ketujuh.
Posisi ketujuh menjadi salah satu posisi terbaik Veda sepanjang balapan.
Namun, pembalap Honda Team Asia tersebut tidak dapat mempertahankannya dalam waktu lama.
Matteo Bertelle kemudian berhasil melewati Veda.
Persaingan kembali berlangsung ketat.
Veda harus mengatur ritme agar tidak terlalu kehilangan banyak posisi. Di sisi lain, ia juga harus tetap menjaga konsentrasi karena Sirkuit Silverstone memiliki beberapa sektor dengan kecepatan tinggi yang membutuhkan presisi dalam pengereman dan mengambil jalur tikungan.
Bagi pembalap Moto3, kesalahan kecil bisa membuat beberapa posisi langsung hilang.
Veda kembali menunjukkan kemampuannya dalam melakukan perlawanan.
Veda Membalas dengan Menyalip Bertelle
Memasuki lap kedelapan, Veda tidak membiarkan Bertelle terlalu lama berada di depannya.
Pembalap Indonesia tersebut berhasil melakukan manuver dan kembali menyalip Bertelle.
Keberhasilan tersebut membuat Veda kembali mendapatkan posisi yang lebih baik.
Namun, pertarungan di belakang tidak berhenti.
Beberapa pembalap terus mendekat dan berusaha memanfaatkan slipstream di lintasan lurus Silverstone.
Situasi tersebut akhirnya membuat Veda kembali kehilangan beberapa posisi.
Lima pembalap berhasil melewatinya sehingga Veda merosot hingga urutan ke-13.
Perubahan posisi yang sangat cepat kembali memperlihatkan karakter balapan Moto3.
Dalam beberapa lap saja, Veda sempat berada di posisi ketujuh, kemudian turun ke posisi ke-13.
Meski demikian, pembalap Indonesia itu tetap menjaga jarak dengan rombongan dan tidak menyerah mengejar posisi yang lebih baik.
Bendera Kuning Kembali Berkibar
Drama kembali terjadi pada lap kesembilan.
Cormac Buchanan mengalami kecelakaan di tikungan ketiga.
Insiden tersebut menyebabkan bendera kuning kembali dikibarkan.
Bagi Veda, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mendekati pembalap di depannya.
Ketika balapan berada dalam kondisi bendera kuning, pembalap harus lebih berhati-hati dan tidak boleh melakukan manuver menyalip pada area yang berada dalam pengawasan bendera kuning.
Situasi tersebut membuat jalannya balapan sedikit berubah.
Veda tetap menjaga ritmenya sembari menunggu kesempatan berikutnya.
Tidak lama kemudian, pembalap Indonesia tersebut mulai kembali memperbaiki posisinya.
Veda Kembali Masuk 10 Besar
Memasuki lap ke-11, Veda Ega Pratama berhasil kembali masuk ke posisi 10 besar.
Ia berada di urutan ke-10.
Posisi tersebut menjadi hasil dari perjuangannya sepanjang beberapa lap sebelumnya.
Veda sebelumnya sempat berada di posisi ke-13 dan harus melewati beberapa pembalap untuk kembali masuk 10 besar.
Pada saat yang sama, enam pembalap terdepan mulai menjauh.
Jarak antara kelompok terdepan dan rombongan Veda mencapai sekitar 4,8 detik.
Kondisi tersebut membuat peluang Veda untuk mengejar podium menjadi semakin sulit.
Namun, fokus Veda bukan hanya mengejar kelompok terdepan.
Ia harus terlebih dahulu mengamankan posisi di kelompoknya.
Dengan jarak antarpembalap yang sangat rapat, posisi ke-10 hingga posisi di bawahnya masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Veda kemudian memasuki fase penting balapan.
Lima Lap Terakhir Menjadi Penentu
Memasuki lima lap terakhir, persaingan kembali semakin sengit.
Veda sempat berhasil naik ke posisi kedelapan.
Namun, posisi tersebut kembali berubah karena pembalap lain mulai melakukan serangan.
Veda turun ke urutan ke-11.
Jarak antarpembalap yang sangat dekat membuat setiap kesalahan bisa berakibat pada hilangnya beberapa posisi.
Dalam situasi seperti ini, pembalap harus mampu menjaga konsentrasi.
Selain kecepatan, strategi juga menjadi bagian penting.
Veda harus menentukan kapan melakukan serangan dan kapan bertahan.
Jika terlalu agresif, risiko kehilangan posisi atau keluar lintasan semakin besar.
Sebaliknya, jika terlalu berhati-hati, pembalap lain dapat mengambil keuntungan.
Veda akhirnya mampu tetap bertahan dalam rombongan.
Veda Sempat Turun ke Posisi ke-12
Dua lap sebelum finis, posisi Veda kembali merosot.
Ia berada di urutan ke-12.
Hasil tersebut tentu belum sesuai dengan posisi terbaik yang sempat diraihnya sepanjang balapan.
Namun, balapan belum selesai.
Masih terdapat dua lap yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi.
Situasi kembali berubah setelah Nicola Carraro mengalami kecelakaan di tikungan 12.
Bendera kuning kembali berkibar.
Kecelakaan tersebut kembali memengaruhi posisi para pembalap.
Veda mendapatkan peluang untuk memperbaiki posisinya.
Dengan hanya tersisa beberapa lap, pembalap Indonesia itu harus tetap fokus hingga garis finis.
Drama Terjadi pada Lap Terakhir
Memasuki lap terakhir, persaingan Moto3 Inggris 2026 semakin sulit diprediksi.
Veda berhasil naik ke posisi ke-10 setelah Alvaro Carpe melebar hingga area run-off.
Perubahan tersebut kembali membuka peluang bagi Veda untuk mengamankan posisi lebih baik.
Namun, drama belum selesai.
Brian Uriarte mengalami kecelakaan di area chicane tikungan 6 dan 7.
Insiden tersebut kembali mengubah posisi pembalap yang berada di belakang.
Veda kemudian sempat naik hingga posisi ketujuh.
Situasi tersebut menunjukkan betapa dramatisnya lap terakhir Moto3 Inggris 2026.
Dalam beberapa tikungan, posisi pembalap dapat berubah dengan cepat.
Veda yang sebelumnya berada di posisi ke-12 bahkan sempat mendapatkan peluang untuk masuk tujuh besar.
Namun, persaingan yang sangat ketat membuat posisi akhirnya kembali berubah.
Veda Ega Akhirnya Finis di Posisi Kesembilan
Setelah melewati seluruh drama balapan, Veda Ega Pratama akhirnya menyentuh garis finis di posisi kesembilan.
Hasil tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang sepanjang balapan.
Veda mengawali balapan dari posisi ke-15 dan berhasil memperbaiki hasil akhirnya dengan finis di 10 besar.
Perjalanan tersebut tidak mudah.
Ia sempat berada di posisi ke-10 pada lap pertama.
Kemudian turun ke posisi ke-11, ke-12, bahkan sempat merosot ke posisi ke-13.
Namun, Veda terus berusaha kembali ke depan.
Ia sempat naik ke posisi kedelapan dan ketujuh sebelum kembali turun akibat persaingan yang sangat rapat.
Hasil akhir posisi kesembilan menjadi bukti bahwa Veda mampu menjaga konsistensinya meskipun harus menghadapi perubahan posisi berkali-kali.
David Almansa Menjadi Juara Moto3 Inggris 2026
Di depan, David Almansa berhasil keluar sebagai pemenang Moto3 Inggris 2026.
Pembalap tersebut tampil kuat sepanjang balapan dan mampu mengamankan posisi terdepan hingga garis finis.
Almansa berhasil mengalahkan Alvaro Carpe yang menyelesaikan balapan di posisi kedua.
Sementara itu, Valentin Perrone melengkapi podium dengan finis di posisi ketiga.
Podium tersebut memperlihatkan persaingan ketat di kelas Moto3 musim 2026.
Almansa kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan.
Bagi Veda, hasil ini juga memberikan pengalaman penting dalam menghadapi balapan dengan tingkat persaingan yang tinggi.
Perjuangan Veda Jadi Sorotan
Salah satu hal yang menarik dari penampilan Veda di Silverstone adalah kemampuannya bangkit setelah kehilangan posisi.
Balapan tidak berjalan mulus sejak awal.
Setelah berhasil masuk 10 besar pada lap pertama, Veda harus kembali turun akibat tekanan dari pembalap lain.
Namun, ia tidak kehilangan ritme.
Ketika mendapatkan kesempatan, Veda kembali melakukan serangan.
Ia juga mampu memanfaatkan perubahan posisi yang terjadi akibat sejumlah kecelakaan.
Kemampuan membaca situasi menjadi sangat penting dalam balapan seperti ini.
Veda tidak hanya mengandalkan kecepatan motor.
Ia juga harus memahami kapan harus menyerang, kapan bertahan, serta bagaimana menjaga posisi ketika berada dalam rombongan besar.
Silverstone Memberikan Tantangan Besar
Sirkuit Silverstone merupakan salah satu lintasan yang memiliki karakter unik.
Lintasan ini terkenal dengan kombinasi tikungan cepat dan sektor lurus yang memungkinkan pembalap memanfaatkan slipstream.
Dalam Moto3, slipstream menjadi salah satu faktor penting ketika pembalap bertarung dalam rombongan.
Pembalap yang berada di belakang dapat menempel pembalap di depannya dan mendapatkan keuntungan kecepatan di lintasan lurus.
Karena itu, perbedaan posisi dapat berubah dengan cepat menjelang tikungan berikutnya.
Karakter seperti ini terlihat jelas dalam balapan Veda.
Ia beberapa kali mendapatkan keuntungan setelah berada di belakang rombongan, tetapi juga harus menerima konsekuensi ketika pembalap lain melakukan serangan balik.
Persaingan Moto3 Tidak Memberikan Ruang untuk Santai
Moto3 merupakan kelas yang terkenal dengan persaingan rapat.
Kecepatan motor yang relatif berdekatan membuat kemampuan pembalap menjadi salah satu faktor utama.
Dalam kondisi seperti ini, strategi balapan menjadi sangat penting.
Pembalap harus bisa memanfaatkan momentum.
Satu kesalahan kecil dapat membuat posisi turun beberapa tingkat.
Hal tersebut dialami Veda beberapa kali di Silverstone.
Ketika berada di posisi ketujuh, ia tidak dapat mempertahankan posisi tersebut.
Begitu pula ketika sempat berada di urutan ke-13, Veda mampu kembali ke posisi 10 besar.
Perubahan tersebut menunjukkan betapa kecilnya jarak kemampuan antarpembalap.
Veda Menunjukkan Mentalitas Bertarung
Hasil finis kesembilan tidak bisa hanya dilihat dari angka akhir.
Perjalanan Veda sepanjang balapan juga menjadi bagian penting.
Pembalap Indonesia itu tidak berhenti menyerang setelah kehilangan posisi.
Setiap kali turun, ia kembali berusaha mencari celah.
Ketika masuk 10 besar, ia mencoba mendekati pembalap di depannya.
Ketika turun ke posisi ke-13, ia kembali mengejar.
Bahkan pada lap terakhir, Veda masih mampu naik beberapa posisi setelah sejumlah insiden terjadi.
Mentalitas tersebut menjadi modal penting bagi pembalap muda yang tengah menjalani musim kompetitif di Moto3.
Konsistensi Menjadi Modal Penting
Moto3 merupakan kompetisi yang sangat panjang.
Satu hasil balapan tidak menentukan seluruh musim.
Karena itu, konsistensi menjadi salah satu faktor yang sangat penting bagi Veda.
Finis di posisi kesembilan memberikan tambahan poin sekaligus pengalaman menghadapi karakter balapan di Silverstone.
Pengalaman seperti ini akan berguna untuk menghadapi seri-seri berikutnya.
Veda perlu terus meningkatkan kemampuan kualifikasi agar dapat memulai balapan dari posisi yang lebih depan.
Dengan posisi start yang lebih baik, peluang untuk bertarung dengan kelompok terdepan tentu akan semakin terbuka.
Meski demikian, kemampuannya melakukan recovery dari posisi belakang menjadi salah satu kekuatan yang sudah terlihat.
Start Menjadi Pekerjaan Berikutnya
Jika melihat jalannya balapan Moto3 Inggris 2026, Veda memiliki kecepatan untuk memperbaiki posisi.
Dari posisi start ke-15, ia mampu masuk 10 besar hanya dalam satu lap.
Artinya, kemampuan menyerang pada awal balapan sudah cukup baik.
Tantangan berikutnya adalah mendapatkan posisi start yang lebih menguntungkan.
Dengan berada di barisan depan sejak awal, Veda tidak perlu menghabiskan banyak lap untuk mengejar kelompok terdepan.
Ia juga dapat menghindari risiko yang lebih besar ketika harus melewati banyak pembalap dalam satu rombongan.
Kualifikasi yang lebih baik dapat menjadi salah satu kunci bagi Veda untuk mendapatkan hasil maksimal pada seri berikutnya.
Hasil Moto3 Inggris 2026
David Almansa keluar sebagai pemenang Moto3 Inggris 2026.
Alvaro Carpe menempati posisi kedua, sedangkan Valentin Perrone finis ketiga.
Veda Ega Pratama menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.
Bagi Veda, hasil tersebut menjadi catatan penting setelah menjalani balapan yang penuh perubahan posisi.
Pembalap Indonesia itu mampu bertahan dalam persaingan meskipun beberapa kali harus turun posisi.
Dari posisi start 15, Veda mampu mengakhiri balapan di urutan kesembilan.
Perjalanan Balapan Veda dari Awal hingga Finis
Jika dirangkum, perjalanan Veda dalam Moto3 Inggris 2026 cukup penuh warna.
Ia memulai balapan dari posisi ke-15 dan langsung naik ke posisi ke-11 pada lap pertama.
Tidak lama kemudian, ia melewati Cormac Buchanan dan masuk 10 besar.
Pada lap kedua, Veda terlibat persaingan dengan Buchanan dan Hakim Danish.
Kemudian pada lap keempat, ia turun ke posisi ke-11 setelah dilewati Casey O’Gorman.
Veda sempat berada di posisi ke-12 sebelum sejumlah kecelakaan mengubah komposisi kelompok.
Insiden Adrian Cruces dan Hakim Danish membuatnya naik ke posisi kedelapan.
Setelah Scott Ogden mengalami kecelakaan, Veda bahkan sempat berada di posisi ketujuh.
Namun, Matteo Bertelle kemudian menyalipnya.
Veda membalas pada lap kedelapan dengan merebut kembali posisi dari Bertelle.
Setelah itu, lima pembalap melewatinya dan membuat Veda turun ke posisi ke-13.
Pada lap kesembilan, kecelakaan Cormac Buchanan kembali membuat bendera kuning berkibar.
Veda kemudian perlahan bangkit.
Memasuki lap ke-11, ia kembali berada di posisi ke-10.
Persaingan semakin ketat menjelang akhir balapan.
Veda sempat naik ke posisi kedelapan, turun ke posisi ke-11, kemudian ke-12.
Kecelakaan Nicola Carraro membuat situasi kembali berubah.
Pada lap terakhir, Veda naik ke posisi ke-10 setelah Alvaro Carpe melebar.
Kecelakaan Brian Uriarte di chicane tikungan 6 dan 7 kembali mengubah posisi.
Veda sempat naik hingga posisi ketujuh.
Namun, setelah seluruh pembalap melewati garis finis, Veda akhirnya tercatat di posisi kesembilan.
Veda Ega Tetap Membawa Pulang Hasil Positif
Finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 menjadi hasil yang cukup penting bagi Veda Ega Pratama.
Balapan di Silverstone memperlihatkan kemampuan Veda dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat.
Ia tidak hanya mampu memperbaiki posisi sejak start, tetapi juga menunjukkan daya juang ketika posisinya beberapa kali merosot.
Perjalanan dari posisi start ke-15 hingga finis kesembilan juga memperlihatkan kemampuan Veda melakukan recovery.
Meski belum berhasil meraih podium, hasil tersebut tetap menjadi modal berharga untuk menghadapi seri berikutnya.
Persaingan Moto3 musim 2026 masih panjang.
Veda masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki hasil, termasuk mengejar finis di posisi lima besar atau bahkan podium.
Yang terpenting, performa di Silverstone menunjukkan bahwa pembalap Indonesia tersebut mampu bertarung dalam rombongan yang kompetitif.
Dengan pengalaman yang terus bertambah, Veda diharapkan dapat semakin matang dalam mengatur balapan.
Menatap Seri Moto3 Berikutnya
Setelah menyelesaikan Moto3 Inggris 2026, perhatian Veda Ega Pratama akan kembali tertuju pada seri berikutnya.
Pengalaman dari Silverstone dapat menjadi bahan evaluasi bagi Veda dan Honda Team Asia.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian, terutama performa saat kualifikasi, konsistensi menjaga posisi, serta kemampuan mempertahankan ritme ketika berada di kelompok besar.
Kecepatan Veda dalam melakukan recovery sudah terlihat.
Kini tantangannya adalah bagaimana mengubah kecepatan tersebut menjadi hasil yang lebih tinggi.
Start dari posisi lebih depan tentu akan memberikan peluang lebih besar.
Jika mampu menggabungkan kualifikasi yang kuat dengan performa balapan seperti yang ditunjukkan di Silverstone, Veda memiliki peluang untuk kembali bersaing di posisi atas.
Balapan Moto3 Inggris 2026 pada akhirnya menjadi salah satu seri yang memperlihatkan karakter Veda sebagai pembalap muda yang tidak mudah menyerah.
Sempat turun ke posisi ke-13, naik ke posisi ketujuh, kembali kehilangan posisi, hingga akhirnya finis kesembilan, seluruh rangkaian tersebut menggambarkan betapa ketatnya persaingan yang harus dihadapi.
David Almansa memang keluar sebagai juara di Silverstone.
Namun, Veda Ega Pratama juga membawa pulang hasil yang patut diapresiasi setelah berhasil mengamankan posisi kesembilan dari persaingan panjang sepanjang balapan.
Perjuangan tersebut menjadi modal bagi Veda untuk terus berkembang dan mengejar hasil yang lebih baik pada seri Moto3 berikutnya.
Sumber : www.kompas.com
