Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa di depan Pendopo Bupati Kabupaten Kuningan (Foto : Darfan)
KUNINGAN, Buletinmedia.com – Aksi unjuk rasa menolak rencana geotermal di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berakhir ricuh. Ratusan mahasiswa dari Kuningan dan Cirebon yang menggelar demonstrasi di depan Pendopo Bupati Kuningan terlibat aksi dorong dengan petugas.
Aksi tersebut berlangsung pada Senin sore. Para mahasiswa datang untuk menyampaikan penolakan sekaligus meminta kejelasan pemerintah daerah terkait isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Sejak awal aksi, mahasiswa meminta agar dapat bertemu langsung dengan Bupati Kuningan. Mereka ingin menyampaikan tuntutan serta meminta penjelasan mengenai kabar yang beredar terkait rencana lelang pengembangan energi panas bumi atau geotermal di kawasan Gunung Ciremai.
Namun, massa sempat dibuat kecewa karena Bupati Kuningan tidak kunjung hadir menemui mereka. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas yang melakukan penjagaan di sekitar Pendopo Bupati Kuningan.
Meski mendapat penjagaan, sebagian massa mahasiswa akhirnya masuk ke dalam area pendopo. Mereka meminta agar bupati segera hadir dan menemui peserta aksi.
Beberapa saat kemudian, Bupati Kuningan akhirnya hadir dan bertemu dengan para mahasiswa. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi massa untuk menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka bawa dalam aksi.
Ratusan Mahasiswa Gelar Demo di Pendopo Bupati Kuningan
Ratusan mahasiswa dari sejumlah daerah, termasuk Kuningan dan Cirebon, mendatangi Pendopo Bupati Kuningan pada Senin sore.
Mereka membawa isu penolakan terhadap rencana geotermal di kawasan Gunung Ciremai. Selain persoalan geotermal, massa juga menyoroti keberadaan tambang ilegal yang disebut masih beroperasi di wilayah Kabupaten Kuningan.
Aksi digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pemerintah daerah. Mereka meminta pemerintah tidak hanya memberikan penjelasan mengenai isu lelang geotermal, tetapi juga mengambil sikap terhadap persoalan tambang ilegal.
Kedatangan massa mahasiswa membuat kawasan Pendopo Bupati Kuningan dipadati peserta aksi dan petugas keamanan.
Para mahasiswa awalnya melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan mereka. Salah satu tuntutan utama adalah meminta Bupati Kuningan hadir secara langsung untuk berdialog dengan massa.
Mahasiswa menilai pertemuan dengan kepala daerah penting untuk mendapatkan penjelasan mengenai isu lelang geotermal Gunung Ciremai yang menjadi perhatian mereka.
Massa kemudian terus menunggu kehadiran bupati. Namun, karena bupati belum juga menemui mereka, situasi di lokasi mulai memanas.
Massa Kecewa Bupati Tak Kunjung Datang
Keinginan mahasiswa untuk bertemu langsung dengan Bupati Kuningan menjadi salah satu bagian penting dalam aksi tersebut.
Massa meminta agar bupati memberikan penjelasan mengenai isu lelang geotermal Gunung Ciremai. Mereka juga ingin menyampaikan sikap dan tuntutan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Namun, hingga beberapa waktu setelah aksi berlangsung, bupati belum terlihat menemui massa.
Situasi tersebut membuat sebagian peserta aksi mulai emosi. Ketegangan kemudian terjadi antara mahasiswa dengan petugas yang berjaga di sekitar Pendopo Bupati Kuningan.
Aksi dorong pun tidak dapat dihindarkan.
Petugas berusaha menjaga situasi agar tetap terkendali, sementara massa mahasiswa terus meminta agar akses untuk bertemu bupati dibuka.
Di tengah situasi tersebut, sebagian mahasiswa kemudian masuk ke area pendopo.
Massa tetap mendesak agar Bupati Kuningan segera hadir. Mereka ingin tuntutan yang disampaikan tidak hanya berhenti dalam aksi demonstrasi, tetapi juga mendapat tanggapan langsung dari pemerintah daerah.
Mahasiswa Masuk ke Dalam Pendopo
Dengan penjagaan petugas yang cukup ketat, para pendemo tetap bergerak menuju bagian dalam Pendopo Bupati Kuningan.
Mereka masuk dengan tujuan agar bupati segera menemui massa.
Situasi sempat berlangsung tegang. Petugas berusaha mengatur pergerakan massa, sedangkan mahasiswa tetap mempertahankan tuntutan agar dapat bertemu langsung dengan kepala daerah.
Aksi tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Kuningan.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah rencana pengembangan geotermal di kawasan Gunung Ciremai.
Isu tersebut menjadi perhatian mahasiswa karena mereka meminta kejelasan mengenai proses lelang geotermal yang disebut berkaitan dengan kawasan Gunung Ciremai.
Mereka ingin pemerintah daerah memberikan informasi yang jelas mengenai posisi dan sikap Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap persoalan tersebut.
Bupati Kuningan Akhirnya Temui Massa
Setelah massa menunggu cukup lama, Bupati Kuningan akhirnya hadir untuk menemui para peserta aksi.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta penjelasan mengenai isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Mereka mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah mengetahui proses tersebut dan bagaimana sikap Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Bagi mahasiswa, kejelasan informasi menjadi hal penting karena isu mengenai pemanfaatan energi panas bumi berkaitan dengan kawasan Gunung Ciremai.
Selain membahas persoalan geotermal, mahasiswa juga membawa isu mengenai aktivitas tambang ilegal di wilayah Kuningan.
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan pengusutan terhadap tambang yang disebut masih beroperasi secara ilegal.
Mahasiswa juga mendesak agar pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Kuningan mengambil sikap terkait persoalan tersebut.
Mahasiswa Soroti Tambang Ilegal di Kuningan
Selain penolakan terhadap isu geotermal Gunung Ciremai, persoalan tambang ilegal menjadi salah satu tuntutan yang disampaikan dalam aksi.
Mahasiswa meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak mengabaikan aktivitas pertambangan yang disebut masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Menurut mahasiswa, persoalan tambang ilegal perlu mendapatkan perhatian pemerintah karena menyangkut pengelolaan sumber daya alam dan kondisi lingkungan.
Koordinator lapangan aksi, Ismah Winartono, menyampaikan tuntutan agar pemerintah daerah segera mengusut aktivitas tambang ilegal.
“Kita meminta Pemkab Kuningan untuk segera mengusut tambang ilegal karena itu masih banyak dan kami meminta Pemkab Kuningan dan DPRD Kabupaten Kuningan untuk segera mengeluarkan sikap,” ujar Ismah Winartono.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan mahasiswa kepada pemerintah daerah dalam aksi demonstrasi.
Massa meminta adanya langkah nyata dari pemerintah, bukan hanya penjelasan mengenai persoalan yang mereka soroti.
Isu Lelang Geotermal Gunung Ciremai Jadi Sorotan
Isu mengenai lelang geotermal Gunung Ciremai menjadi salah satu alasan utama mahasiswa menggelar aksi.
Mereka meminta kejelasan mengenai kabar tersebut kepada pemerintah daerah.
Bagi peserta aksi, pemerintah daerah dinilai perlu memberikan informasi mengenai posisi pemerintah dalam persoalan tersebut.
Massa juga ingin mengetahui bagaimana proses dan kewenangan terkait pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Ciremai.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta pemerintah daerah menyampaikan sikap secara terbuka.
Mereka juga menyoroti kemungkinan dampak yang dapat muncul dari kegiatan pengembangan geotermal terhadap kawasan Gunung Ciremai.
Namun, terkait proses lelang geotermal tersebut, Bupati Kuningan menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti.
Menurut bupati, persoalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian ESDM.
Bupati Sebut Kewenangan Ada di Pemerintah Pusat
Dalam pertemuan dengan mahasiswa, Bupati Kuningan mengaku belum mengetahui secara detail mengenai isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Bupati menyebut kewenangan terkait persoalan tersebut berada di Kementerian ESDM di tingkat pemerintah pusat.
Penjelasan tersebut disampaikan sebagai tanggapan terhadap pertanyaan mahasiswa mengenai isu lelang geotermal.
Mahasiswa sebelumnya meminta kejelasan dari pemerintah daerah mengenai proses tersebut.
Pertemuan antara bupati dan massa kemudian menjadi bagian dari rangkaian aksi yang sebelumnya sempat diwarnai ketegangan.
Setelah bupati hadir, mahasiswa dapat menyampaikan tuntutan secara langsung.
Persoalan kewenangan menjadi salah satu hal yang disampaikan dalam respons pemerintah daerah terhadap isu geotermal.
Dengan adanya penjelasan tersebut, mahasiswa tetap meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap aspirasi yang mereka sampaikan.
Gunung Ciremai dan Isu Energi Panas Bumi
Gunung Ciremai menjadi kawasan yang menjadi perhatian dalam isu pengembangan geotermal.
Energi panas bumi atau geotermal merupakan salah satu sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.
Namun, rencana pengembangan energi panas bumi di suatu kawasan juga dapat memunculkan perhatian masyarakat, terutama ketika lokasinya berada di wilayah yang memiliki nilai lingkungan dan sumber daya alam penting.
Dalam konteks aksi mahasiswa di Kuningan, isu tersebut menjadi salah satu alasan mereka mendatangi Pendopo Bupati Kuningan.
Mereka meminta agar pemerintah memberikan penjelasan mengenai rencana dan proses yang berkaitan dengan geotermal Gunung Ciremai.
Mahasiswa juga meminta adanya sikap pemerintah daerah terhadap persoalan tersebut.
Bagi peserta aksi, penyampaian informasi secara terbuka diperlukan agar masyarakat mengetahui perkembangan isu yang sedang dibicarakan.
Demo Geotermal Gunung Ciremai Berlangsung Tegang
Aksi demonstrasi yang awalnya dilakukan untuk menyampaikan aspirasi berlangsung dalam suasana tegang setelah mahasiswa tidak kunjung bertemu dengan bupati.
Ketegangan kemudian berujung pada aksi dorong dengan petugas.
Massa mahasiswa tetap berada di sekitar pendopo dan meminta agar bupati hadir.
Petugas melakukan penjagaan untuk mengendalikan situasi.
Namun, desakan mahasiswa akhirnya membuat sebagian massa bergerak masuk ke dalam area pendopo.
Situasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi yang berlangsung pada Senin sore.
Setelah beberapa saat, Bupati Kuningan akhirnya hadir untuk menemui massa dan mendengarkan tuntutan yang disampaikan.
Pertemuan tersebut membuat mahasiswa dapat menyampaikan langsung sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mereka.
Mahasiswa Kuningan dan Cirebon Bersatu Sampaikan Aspirasi
Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari Kuningan dan Cirebon.
Kehadiran mahasiswa dari dua wilayah tersebut menunjukkan bahwa isu yang dibawa dalam aksi mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa di kawasan sekitar Gunung Ciremai.
Mereka datang ke Pendopo Bupati Kuningan untuk menyampaikan aspirasi terkait isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.
Selain persoalan geotermal, mahasiswa juga menyoroti tambang ilegal.
Kedua isu tersebut kemudian disampaikan dalam pertemuan dengan Bupati Kuningan.
Mahasiswa meminta pemerintah daerah tidak mengabaikan persoalan yang mereka anggap perlu mendapat perhatian.
Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan dan DPRD Kabupaten Kuningan mengambil sikap terhadap persoalan tambang ilegal.
Tuntutan Mahasiswa kepada Pemkab Kuningan
Dalam aksi tersebut, terdapat sejumlah hal yang menjadi sorotan mahasiswa.
Pertama, mereka meminta kejelasan mengenai isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Kedua, mahasiswa meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan mengusut aktivitas tambang ilegal yang disebut masih beroperasi.
Ketiga, mahasiswa meminta Pemkab Kuningan dan DPRD Kabupaten Kuningan segera mengeluarkan sikap mengenai persoalan tersebut.
Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi yang digelar di depan Pendopo Bupati Kuningan.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah memberikan respons terhadap aspirasi yang disampaikan.
Pertemuan dengan bupati kemudian menjadi kesempatan bagi massa untuk menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung.
Pemerintah Daerah Diminta Berikan Kejelasan
Isu mengenai geotermal Gunung Ciremai menjadi perhatian mahasiswa karena berkaitan dengan kawasan yang berada di Kabupaten Kuningan.
Massa meminta pemerintah daerah memberikan kejelasan mengenai isu lelang yang beredar.
Mereka ingin mengetahui informasi mengenai proses tersebut, termasuk posisi pemerintah daerah dalam persoalan yang menjadi bahan pembicaraan.
Namun, Bupati Kuningan menyatakan bahwa persoalan lelang geotermal berada dalam kewenangan Kementerian ESDM.
Pernyataan tersebut menjadi respons pemerintah daerah terhadap pertanyaan mahasiswa.
Di sisi lain, mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi mereka mengenai perlunya kejelasan dan keterbukaan informasi.
Aksi tersebut kemudian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai pengelolaan sumber daya alam di wilayah Kuningan.
Persoalan Tambang Ilegal Ikut Dibawa dalam Aksi
Selain isu geotermal, mahasiswa menyoroti aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Kuningan.
Mereka meminta pemerintah daerah segera melakukan pengusutan.
Koordinator lapangan aksi, Ismah Winartono, menyampaikan bahwa mahasiswa meminta Pemkab Kuningan mengambil langkah terhadap aktivitas tambang ilegal.
Mahasiswa juga meminta DPRD Kabupaten Kuningan mengeluarkan sikap.
Tuntutan tersebut disampaikan bersamaan dengan penolakan terhadap isu geotermal Gunung Ciremai.
Dengan demikian, aksi mahasiswa tidak hanya berfokus pada satu isu, tetapi juga menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam di wilayah Kuningan.
Aksi Berakhir Setelah Bupati Menemui Mahasiswa
Setelah sempat terjadi aksi dorong dan massa masuk ke area pendopo, Bupati Kuningan akhirnya hadir menemui para peserta aksi.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam aksi karena mahasiswa dapat menyampaikan tuntutan secara langsung.
Bupati kemudian memberikan penjelasan mengenai isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Menurut bupati, dirinya belum mengetahui secara detail mengenai isu tersebut karena kewenangannya berada di Kementerian ESDM pusat.
Sementara itu, mahasiswa tetap meminta agar pemerintah daerah memperhatikan aspirasi yang telah disampaikan.
Mereka juga meminta adanya sikap terkait aktivitas tambang ilegal di wilayah Kuningan.
Aksi yang berlangsung Senin sore tersebut menjadi perhatian karena sempat diwarnai kericuhan antara massa dan petugas.
Meski demikian, pertemuan antara mahasiswa dan Bupati Kuningan akhirnya dapat berlangsung.
Isu Geotermal Gunung Ciremai Masih Menjadi Perhatian
Aksi mahasiswa di Pendopo Bupati Kuningan memperlihatkan bahwa isu geotermal Gunung Ciremai menjadi perhatian di tengah masyarakat.
Mahasiswa meminta agar informasi mengenai rencana dan proses lelang disampaikan secara jelas.
Di sisi pemerintah daerah, Bupati Kuningan menyebut persoalan lelang tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian ESDM.
Perbedaan ruang kewenangan tersebut menjadi salah satu hal yang muncul dalam dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Selain persoalan geotermal, mahasiswa juga meminta pemerintah daerah menindaklanjuti persoalan tambang ilegal.
Mereka meminta Pemkab Kuningan dan DPRD Kabupaten Kuningan mengambil sikap.
Aksi demonstrasi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah.
Ratusan mahasiswa yang hadir juga menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di wilayah Kuningan.
Mahasiswa Minta Pemerintah Tidak Diam
Mahasiswa menilai persoalan tambang ilegal yang mereka soroti perlu mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Mereka meminta adanya pengusutan terhadap aktivitas tambang yang disebut masih beroperasi di wilayah Kuningan.
Ismah Winartono sebagai koordinator lapangan menyampaikan tuntutan tersebut secara langsung.
Mahasiswa juga meminta DPRD Kabupaten Kuningan ikut mengambil sikap.
Bagi peserta aksi, pemerintah daerah dan lembaga legislatif daerah memiliki peran penting dalam menanggapi persoalan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan.
Selain tambang ilegal, mahasiswa meminta pemerintah memberikan penjelasan terkait isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Mereka ingin mendapatkan kepastian informasi mengenai persoalan yang menjadi salah satu fokus aksi tersebut.
Penjelasan Bupati Jadi Respons atas Tuntutan Mahasiswa
Bupati Kuningan akhirnya menemui massa setelah sebelumnya mahasiswa menunggu dan mendesak agar kepala daerah hadir.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu hal yang dibahas adalah isu lelang geotermal Gunung Ciremai.
Bupati mengatakan belum mengetahui mengenai isu lelang tersebut secara detail.
Ia menjelaskan bahwa kewenangan mengenai persoalan tersebut berada di Kementerian ESDM pusat.
Penjelasan itu menjadi respons terhadap tuntutan mahasiswa yang meminta pemerintah daerah memberikan kejelasan.
Sementara itu, mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi mengenai pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di wilayah Kuningan.
Demo Tolak Geotermal Jadi Sorotan
Aksi mahasiswa yang menolak isu geotermal Gunung Ciremai berlangsung dengan sejumlah rangkaian.
Mulai dari penyampaian aspirasi di depan Pendopo Bupati Kuningan, desakan agar bupati hadir, aksi dorong dengan petugas, hingga pertemuan langsung antara mahasiswa dan kepala daerah.
Selain penolakan terhadap isu geotermal, mahasiswa membawa persoalan tambang ilegal sebagai salah satu tuntutan.
Mereka meminta pemerintah daerah segera melakukan pengusutan dan meminta DPRD Kabupaten Kuningan mengeluarkan sikap.
Sementara itu, Bupati Kuningan menyampaikan bahwa isu lelang geotermal merupakan kewenangan Kementerian ESDM pusat.
Pertemuan antara pemerintah daerah dan mahasiswa kemudian menjadi bagian akhir dari rangkaian aksi tersebut.
Aspirasi mahasiswa telah disampaikan secara langsung kepada bupati, terutama terkait kejelasan isu lelang geotermal Gunung Ciremai dan persoalan tambang ilegal.
Ke depan, tindak lanjut terhadap tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi bagian yang dinantikan oleh peserta aksi dan masyarakat yang mengikuti perkembangan isu tersebut.
Aksi di Pendopo Bupati Kuningan ini sekaligus menunjukkan bagaimana isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam dapat menjadi perhatian publik. Mahasiswa memilih menyampaikan aspirasi secara langsung dengan mendatangi pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan.
Meski sempat terjadi ketegangan dan aksi dorong dengan petugas, pertemuan antara mahasiswa dan Bupati Kuningan akhirnya berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan mengenai geotermal Gunung Ciremai serta meminta pemerintah daerah mengusut aktivitas tambang ilegal.
Bupati Kuningan kemudian memberikan penjelasan bahwa dirinya belum mengetahui isu lelang geotermal secara detail karena kewenangan tersebut berada di pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.
Dengan adanya aksi tersebut, isu geotermal Gunung Ciremai dan aktivitas tambang ilegal kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kuningan. Mahasiswa berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kuningan memberikan respons terhadap tuntutan yang telah mereka sampaikan.
