Logo resmi Piala Asia 2027. AFC mengubah jadwal turnamen menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028, tetapi Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah. (Foto: Dok. AFC)
Buletinmedia.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengubah jadwal penyelenggaraan Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi. Turnamen sepak bola terbesar antarnegara di kawasan Asia tersebut tidak lagi digelar pada Januari hingga Februari 2027, melainkan diundur ke penghujung tahun dan berlanjut sampai Januari 2028.
Dalam pengumuman resminya, AFC menetapkan jadwal baru Piala Asia 2027 mulai 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Sebelumnya, kompetisi tersebut direncanakan berlangsung pada 7 Januari sampai 5 Februari 2027.
Keputusan penjadwalan ulang ini diumumkan AFC pada Selasa (3/11/2026), setelah melalui pembahasan dan konsultasi bersama Panitia Penyelenggara Lokal atau Local Organising Committee (LOC) Piala Asia 2027 serta Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF).
Perubahan kalender turnamen dilakukan menyusul kondisi luar biasa yang terjadi di kawasan Timur Tengah. AFC menyebut perkembangan situasi regional telah menimbulkan sejumlah persoalan, terutama berkaitan dengan kompleksitas logistik dan gangguan perjalanan.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat kelancaran penyelenggaraan apabila Piala Asia tetap dilaksanakan sesuai jadwal semula. Karena itu, AFC bersama pihak penyelenggara memutuskan untuk menggeser waktu pelaksanaan demi menjaga kepentingan seluruh pihak yang terlibat.
Dalam pernyataan resminya, AFC menyampaikan bahwa perubahan jadwal telah disepakati setelah pembahasan mendalam dengan LOC dan SAFF.
“Setelah melalui pembahasan mendalam dan konsultasi intensif dengan Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) Piala Asia AFC Arab Saudi 2027 serta Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF), Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hari ini telah mengonfirmasi bahwa edisi mendatang dari ajang bergengsi Asia ini, yang semula dijadwalkan berlangsung dari 7 Januari hingga 5 Februari 2027, kini akan diselenggarakan mulai 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028,” demikian pernyataan AFC.
Meski tanggal pelaksanaan berubah, Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah Piala Asia 2027. Penyesuaian tersebut dilakukan terhadap kalender kompetisi, bukan pemindahan lokasi penyelenggaraan.
AFC Resmi Mengubah Jadwal Piala Asia 2027
Pengumuman AFC mengenai penundaan Piala Asia 2027 sekaligus mengakhiri ketidakpastian mengenai jadwal turnamen yang sebelumnya telah disusun.
Semula, Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Dengan jadwal tersebut, kompetisi akan digelar pada awal tahun dan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak bola internasional.
Namun, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah membuat rencana tersebut perlu ditinjau kembali. AFC bersama penyelenggara lokal kemudian melakukan pembahasan untuk menentukan waktu yang dinilai lebih memungkinkan bagi seluruh peserta.
Hasilnya, turnamen dipindahkan ke periode 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Artinya, pertandingan pembuka yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada awal Januari 2027 kini bergeser hampir satu tahun.
Perubahan ini juga membuat Piala Asia 2027 berlangsung melewati pergantian tahun. Kompetisi akan dimulai pada akhir Desember 2027 dan baru berakhir pada Januari 2028.
AFC menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan. Bukan hanya kesiapan stadion, tetapi juga perjalanan tim, pergerakan ofisial, kedatangan penonton, serta kebutuhan logistik selama turnamen berlangsung.
Sebagai kompetisi yang melibatkan banyak negara, Piala Asia membutuhkan persiapan yang terkoordinasi. Setiap peserta harus mengatur perjalanan, akomodasi, jadwal latihan, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Karena itu, perubahan jadwal tidak bisa dilakukan hanya dengan mempertimbangkan satu pihak. AFC perlu berkoordinasi dengan federasi anggota, penyelenggara lokal, mitra komersial, dan pemegang hak siar agar seluruh persiapan dapat menyesuaikan kalender baru.
Mengapa Piala Asia 2027 Diundur?
AFC menjelaskan bahwa penundaan Piala Asia 2027 berkaitan dengan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan dalam penyelenggaraan kompetisi, terutama menyangkut logistik dan perjalanan.
Dalam pernyataan resminya, AFC menyebut adanya keadaan luar biasa yang memengaruhi kemampuan penyelenggara untuk menjalankan turnamen sesuai rencana awal.
“Panitia Penyelenggara Piala Asia AFC menyetujui penundaan jadwal turnamen andalan tim nasional ini mengingat keadaan luar biasa yang saat ini terjadi akibat perkembangan di kawasan tersebut, termasuk kompleksitas logistik yang signifikan dan gangguan perjalanan,” demikian keterangan AFC.
Persoalan logistik menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyelenggaraan turnamen internasional. Seluruh tim peserta membutuhkan kepastian mengenai perjalanan menuju negara tuan rumah, perpindahan antarkota, pengiriman perlengkapan, serta distribusi kebutuhan selama kompetisi.
Gangguan terhadap jalur perjalanan dapat memengaruhi agenda tim nasional. Apabila penerbangan mengalami perubahan atau rute tertentu tidak dapat digunakan, federasi peserta harus menyiapkan alternatif perjalanan.
Situasi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan tambahan bagi tim, ofisial, dan penonton yang sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
Selain itu, penyelenggara harus memastikan bahwa kebutuhan operasional dapat dipenuhi sesuai standar kompetisi. Ketersediaan transportasi, akomodasi, layanan pendukung, dan koordinasi keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan turnamen.
AFC menilai bahwa kondisi luar biasa tersebut dapat menghambat penyelenggaraan Piala Asia apabila tetap dipaksakan berlangsung pada tanggal semula.
“Keadaan luar biasa telah menghambat penyelenggaraan dan pelaksanaan kompetisi sesuai jadwal semula, sehingga penundaan ini menjadi perlu demi kepentingan semua tim peserta, ofisial, penonton, dan pemangku kepentingan lainnya,” lanjut pernyataan tersebut.
Dengan mempertimbangkan situasi itu, penjadwalan ulang dipandang sebagai pilihan yang lebih memungkinkan untuk menjaga kelancaran kompetisi.
Situasi Timur Tengah Jadi Pertimbangan Penyelenggaraan
Keputusan AFC tidak terlepas dari perkembangan keamanan dan kondisi perjalanan di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah laporan media internasional mengaitkan penundaan Piala Asia 2027 dengan meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk serangan terhadap wilayah Arab Saudi. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas penerbangan dan perencanaan perjalanan.
Reuters melaporkan bahwa AFC memindahkan jadwal turnamen setelah mempertimbangkan keadaan luar biasa, persoalan logistik, serta gangguan perjalanan yang terjadi di kawasan tersebut. https://www.reuters.com/sports/soccer/asian-cup-postponed-until-december-2027-afc-says-2026-11-03/
Meski demikian, dalam pernyataan resminya, AFC menggunakan penjelasan yang lebih umum dengan menyebut perkembangan regional, kompleksitas logistik, dan gangguan perjalanan. AFC tidak menguraikan secara terperinci seluruh peristiwa yang menjadi dasar pertimbangan tersebut.
Bagi penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional, faktor keamanan merupakan salah satu hal yang tidak bisa diabaikan. Turnamen sebesar Piala Asia melibatkan ribuan orang yang datang dari berbagai negara.
Selain pemain dan staf tim nasional, ada pula ofisial pertandingan, delegasi federasi, jurnalis, pekerja penyelenggara, serta suporter yang akan datang langsung ke stadion.
Setiap pihak membutuhkan kepastian mengenai keamanan perjalanan dan kelancaran aktivitas selama berada di negara tuan rumah.
Jika situasi di kawasan belum memungkinkan penyelenggaraan berjalan sesuai rencana, penundaan dapat menjadi langkah untuk mengurangi risiko terhadap seluruh pihak.
Keputusan tersebut juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan turnamen internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas olahraga. Kondisi politik, keamanan, transportasi, dan hubungan antarnegara dapat ikut memengaruhi kalender kompetisi.
Arab Saudi Tetap Menjadi Tuan Rumah Piala Asia 2027
Meskipun jadwalnya berubah, AFC memastikan Piala Asia 2027 tetap diselenggarakan di Arab Saudi.
Negara tersebut sebelumnya telah mendapatkan hak menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Piala Asia. Dengan demikian, edisi ke-19 kompetisi sepak bola antarnegara Asia itu tetap menjadi kesempatan penting bagi Arab Saudi untuk menggelar turnamen terbesar di kawasan.
Perubahan tanggal tidak membuat AFC memindahkan lokasi penyelenggaraan. Fokus keputusan kali ini adalah penyesuaian kalender agar kompetisi dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih memungkinkan.
Pihak penyelenggara Arab Saudi juga menyatakan tetap melanjutkan persiapan meskipun jadwal turnamen mengalami perubahan.
Ketua LOC sekaligus Presiden SAFF, Yasser AlMisehal, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyelesaikan berbagai persiapan untuk menyambut tim dan suporter pada Januari 2027. Setelah perubahan jadwal diumumkan, persiapan tersebut akan dilanjutkan untuk pelaksanaan pada tanggal baru.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kalender tidak berarti seluruh pekerjaan penyelenggaraan harus dimulai dari awal.
Sejumlah persiapan yang sudah dilakukan tetap dapat menjadi bagian dari rencana berikutnya. Namun, penyesuaian tetap diperlukan, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan jadwal pertandingan, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan operasional.
Arab Saudi kini memiliki waktu tambahan untuk mematangkan penyelenggaraan Piala Asia. Harapannya, seluruh fasilitas dan kebutuhan turnamen dapat dipersiapkan sesuai standar yang ditetapkan AFC.
AFC Apresiasi Komitmen SAFF dan Panitia Penyelenggara Lokal
Di tengah perubahan jadwal, AFC menyampaikan apresiasi kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi dan Panitia Penyelenggara Lokal.
AFC menilai SAFF dan LOC tetap menunjukkan komitmen dalam mempersiapkan turnamen. Perubahan kalender tidak mengurangi tanggung jawab penyelenggara untuk menghadirkan kompetisi berkualitas bagi para pemain dan penggemar sepak bola di Asia.
“AFC mengapresiasi SAFF dan Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) atas komitmen mereka dalam menyelenggarakan turnamen kelas dunia bagi para pemain dan penggemar di benua ini,” lanjut pernyataan AFC.
Apresiasi tersebut diberikan karena penyelenggaraan Piala Asia membutuhkan kerja sama berbagai pihak. SAFF dan LOC memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh kebutuhan turnamen dapat terpenuhi.
Tugas tersebut mencakup koordinasi dengan AFC, pengelolaan fasilitas pertandingan, persiapan stadion, pengaturan transportasi, serta pelayanan bagi seluruh delegasi.
Perubahan tanggal tentu membuat sejumlah agenda harus disesuaikan. Meski begitu, koordinasi antara AFC dan penyelenggara lokal tetap menjadi bagian penting agar proses persiapan tidak mengalami hambatan berkepanjangan.
AFC juga menegaskan akan terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak penundaan.
Jadwal Baru Piala Asia 2027 Berlangsung hingga Januari 2028
Perubahan jadwal membuat Piala Asia 2027 tidak lagi sepenuhnya berlangsung pada tahun kalender 2027.
Berikut perbandingan jadwal sebelum dan sesudah penyesuaian:
| Keterangan | Jadwal Sebelumnya | Jadwal Baru |
| Awal turnamen | 7 Januari 2027 | 23 Desember 2027 |
| Akhir turnamen | 5 Februari 2027 | 21 Januari 2028 |
| Tuan rumah | Arab Saudi | Arab Saudi |
| Penyelenggara | AFC, SAFF, LOC | AFC, SAFF, LOC |
Dengan jadwal terbaru tersebut, pertandingan pembuka akan berlangsung pada 23 Desember 2027. Sementara itu, laga terakhir atau final dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari 2028.
Perubahan ini membuat turnamen melewati masa libur akhir tahun dan pergantian tahun. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi seluruh peserta, terutama dalam menyusun agenda perjalanan dan persiapan tim.
Federasi peserta harus menyesuaikan program latihan, pertandingan uji coba, pemusatan latihan, serta agenda lain yang sebelumnya dirancang untuk Januari 2027.
Perubahan kalender juga dapat berpengaruh terhadap kompetisi domestik di negara masing-masing. Setiap federasi perlu mempertimbangkan jadwal liga, turnamen piala domestik, serta kemungkinan pemain dipanggil untuk memperkuat tim nasional.
Bagi pemain yang berkarier di luar negeri, penyesuaian jadwal juga dapat memengaruhi perencanaan klub. Klub dan federasi harus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan pemain ketika turnamen berlangsung.
Jadwal Baru Masih Diajukan kepada FIFA
Meskipun AFC telah mengumumkan tanggal baru, ada satu tahapan yang masih perlu diperhatikan. AFC menyatakan bahwa jadwal hasil penyesuaian tersebut akan disampaikan kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk mendapatkan persetujuan.
Artinya, pengumuman tanggal 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028 merupakan keputusan penjadwalan ulang yang telah dikonfirmasi AFC, tetapi proses persetujuan FIFA masih menjadi bagian dari tahapan berikutnya.
Keterlibatan FIFA diperlukan karena perubahan jadwal turnamen internasional dapat berhubungan dengan kalender sepak bola dunia dan kewajiban klub dalam melepas pemain ke tim nasional.
Apabila perubahan tanggal telah mendapatkan persetujuan, federasi peserta dan pihak terkait dapat melanjutkan penyesuaian berdasarkan kalender yang berlaku.
Kepastian tersebut penting agar tidak terjadi benturan dengan agenda pertandingan internasional maupun kompetisi klub.
Dalam turnamen yang melibatkan 24 negara, perubahan jadwal juga membutuhkan koordinasi yang luas. Setiap federasi harus menerima informasi yang sama agar dapat menyusun program persiapan secara tepat.
AFC menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan asosiasi anggota peserta, pemegang hak siar, sponsor, dan mitra komersial selama proses penyesuaian berlangsung.
Dampak Penundaan terhadap Tim Nasional Peserta
Perubahan jadwal Piala Asia 2027 dipastikan membuat seluruh tim peserta harus meninjau ulang rencana persiapan.
Sebelumnya, federasi nasional telah memiliki gambaran mengenai waktu pelaksanaan turnamen. Dengan jadwal Januari hingga Februari 2027, agenda pemusatan latihan dan pertandingan persahabatan dapat disusun berdasarkan periode tersebut.
Namun, pengunduran hingga Desember 2027 membuat rencana itu perlu diperbarui.
Pelatih tim nasional harus menyesuaikan program latihan dengan kalender baru. Pemilihan pemain, pemantauan kondisi fisik, serta agenda pertandingan uji coba juga perlu disusun kembali.
Perubahan waktu hampir satu tahun tentu bukan penyesuaian kecil. Komposisi pemain yang tersedia pada awal 2027 belum tentu sama dengan kondisi skuad menjelang akhir tahun.
Pemain muda yang sedang berkembang mungkin mendapatkan kesempatan lebih besar. Sebaliknya, pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting tim bisa saja mengalami perubahan performa, cedera, atau pergantian klub.
Situasi tersebut membuat pelatih perlu melakukan pemantauan lebih panjang terhadap pemain yang berpotensi masuk skuad.
Federasi juga harus mempertimbangkan kontrak pelatih dan staf pendukung. Sebagian program tim nasional disusun berdasarkan target turnamen tertentu. Ketika jadwal berubah, durasi kerja sama maupun rencana jangka pendek dapat ikut terdampak.
Dengan demikian, penundaan Piala Asia bukan hanya mengubah tanggal pertandingan. Keputusan tersebut turut memengaruhi perencanaan teknis dan administrasi seluruh tim nasional peserta.
Bagaimana Dampaknya terhadap Timnas Indonesia?
Perubahan jadwal Piala Asia 2027 juga menjadi informasi penting bagi pencinta sepak bola Indonesia.
Bagi Timnas Indonesia, jadwal baru tersebut akan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kalender pertandingan internasional dan program persiapan tim.
Namun, dampaknya terhadap Indonesia perlu dilihat berdasarkan status keikutsertaan dan agenda resmi tim nasional. Penundaan turnamen tidak otomatis berarti Indonesia memperoleh keuntungan atau kerugian secara langsung.
Jika Indonesia menjadi salah satu peserta, tim pelatih memiliki waktu tambahan untuk mempersiapkan skuad. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau perkembangan pemain, memperbaiki kekurangan tim, dan membangun kerja sama antarpemain.
Di sisi lain, tambahan waktu juga menghadirkan tantangan tersendiri. Pelatih harus menjaga konsistensi permainan dalam periode yang lebih panjang. Perubahan performa pemain, cedera, serta pergantian klub dapat memengaruhi komposisi tim.
Federasi juga harus mengatur agenda tim nasional agar tidak berbenturan dengan kompetisi domestik maupun jadwal klub tempat para pemain berkarier.
Bagi suporter, perubahan tanggal membuat rencana menonton langsung di Arab Saudi perlu disesuaikan. Mereka yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan untuk Januari 2027 harus memeriksa kembali tiket penerbangan, akomodasi, dan ketentuan pemesanan lainnya.
Informasi resmi mengenai jadwal pertandingan, pembagian grup, dan agenda tim peserta tetap perlu menunggu pengumuman lanjutan dari AFC.
Penundaan Berpotensi Memengaruhi Jadwal Kompetisi Klub
Salah satu tantangan dari perubahan jadwal Piala Asia 2027 adalah penyesuaian dengan kompetisi klub.
Turnamen antarnegara biasanya melibatkan pemain yang berkarier di berbagai liga. Ketika Piala Asia berlangsung, federasi dan klub harus mengatur pelepasan pemain sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan jadwal baru yang dimulai pada 23 Desember 2027, periode kompetisi bertepatan dengan akhir tahun. Di sejumlah negara, periode tersebut merupakan bagian penting dari kalender liga domestik.
Klub dapat menghadapi situasi ketika beberapa pemain harus meninggalkan tim untuk bergabung dengan negara masing-masing. Hal ini berpotensi memengaruhi kekuatan skuad dalam pertandingan liga maupun turnamen lain.
Dampaknya tidak hanya dirasakan klub di Asia. Pemain dari negara peserta yang berkarier di Eropa atau kawasan lain juga dapat menghadapi penyesuaian agenda.
Karena itu, komunikasi antara AFC, FIFA, federasi nasional, dan klub menjadi sangat penting.
AFC menyatakan akan bekerja sama dengan asosiasi anggota peserta dan berbagai mitra untuk meminimalkan dampak perubahan tanggal. Koordinasi tersebut dibutuhkan agar kepentingan tim nasional dan kompetisi klub tetap dapat diperhitungkan.
AFC Berupaya Meminimalkan Dampak Perubahan Jadwal
AFC menyadari bahwa penundaan turnamen dapat memengaruhi banyak pihak. Karena itu, organisasi sepak bola Asia tersebut menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pihak yang terlibat antara lain LOC, asosiasi anggota peserta, sponsor, pemegang hak siar, dan mitra komersial.
“AFC akan terus bekerja sama secara erat dengan Panitia Penyelenggara Lokal (LOC), Asosiasi Anggota Peserta, para sponsor terkemuka, mitra penyiaran dan komersial, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan ajang bergengsi yang sesuai dengan status dan keunggulan operasional yang menjadi ciri khas kompetisi tim nasional putra paling bergengsi di Asia, sekaligus meminimalkan dampak penundaan tersebut,” demikian penutup pernyataan AFC.
Koordinasi tersebut dibutuhkan karena perubahan tanggal dapat memengaruhi berbagai kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat.
Pemegang hak siar, misalnya, harus menyesuaikan jadwal penayangan pertandingan. Sponsor juga perlu mengatur ulang aktivitas promosi dan kerja sama komersial yang berkaitan dengan turnamen.
Sementara itu, penonton yang sudah merencanakan perjalanan membutuhkan informasi yang jelas mengenai perubahan jadwal. Kepastian mengenai tiket dan fasilitas pendukung menjadi hal yang penting agar tidak menimbulkan kebingungan.
AFC bersama penyelenggara lokal perlu memastikan bahwa seluruh pihak mendapatkan informasi terbaru secara terbuka.
Piala Asia 2027 Tetap Menjadi Ajang Bergengsi Sepak Bola Asia
Terlepas dari perubahan jadwal, Piala Asia 2027 tetap menjadi salah satu agenda terbesar sepak bola di kawasan Asia.
Kompetisi ini mempertemukan tim nasional terbaik dari berbagai negara untuk memperebutkan gelar juara kontinental. Setiap edisi selalu menghadirkan persaingan yang menarik, termasuk pertemuan antara negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat dan tim yang sedang berkembang.
Bagi negara peserta, Piala Asia bukan sekadar turnamen untuk mengejar gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan mengukur perkembangan tim nasional, menguji kualitas pemain, dan menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat Asia.
Bagi tuan rumah, penyelenggaraan Piala Asia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan fasilitas olahraga, infrastruktur, serta kemampuan menggelar acara berskala internasional.
Arab Saudi kini memiliki waktu tambahan untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan tersebut. AFC pun berharap penyesuaian jadwal dapat membantu penyelenggaraan berlangsung dengan lebih baik.
Perubahan kalender memang menimbulkan pekerjaan tambahan bagi seluruh pihak. Namun, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi yang dinilai dapat mengganggu kelancaran kompetisi.
Dengan jadwal baru 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028, perhatian selanjutnya tertuju pada proses persetujuan FIFA dan penyesuaian yang akan dilakukan oleh seluruh federasi peserta.
AFC, SAFF, dan LOC memiliki tanggung jawab untuk memastikan perubahan ini tidak mengurangi kualitas turnamen. Sementara itu, tim nasional peserta perlu mulai memperhitungkan kalender baru dalam menyusun persiapan.
Piala Asia 2027 tetap akan digelar di Arab Saudi, tetapi para penggemar sepak bola harus menunggu lebih lama untuk menyaksikan persaingan antarnegara Asia. Turnamen yang semula direncanakan berlangsung pada awal 2027 kini bergeser ke akhir tahun dan akan berakhir pada Januari 2028.
Sumber : www.kompas.com
