Suasana sepi di acara RANS Carnival Sleman. Dokumrntasi Istimewa
Buletinmedia.com – Rans Carnival yang digelar oleh perusahaan milik Raffi Ahmad, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), menjadi sorotan publik. Festival hiburan yang berlangsung di Sleman, Yogyakarta, sejak Sabtu, 31 Oktober 2026, tersebut terlihat lebih lengang dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Kondisi ini menjadi perhatian setelah muncul kritik dan seruan boikot terhadap acara tersebut. Sorotan publik tidak terlepas dari keterlibatan Raffi Ahmad dalam deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 28 Oktober 2026.
Kehadiran Raffi dalam kegiatan tersebut menuai tanggapan dari masyarakat. Deklarasi itu disebut-sebut sebagai aksi tandingan terhadap demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berlangsung pada hari yang sama. Sejumlah pihak kemudian mempertanyakan tujuan kegiatan tersebut dan kehadiran figur publik di dalamnya.
Kontroversi tersebut turut berdampak pada persiapan Rans Carnival. Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil menyatakan mundur. Beberapa tenant yang semula akan meramaikan festival kuliner juga mengambil keputusan serupa.
Meski menghadapi situasi tersebut, penyelenggara tetap melanjutkan Rans Carnival sesuai jadwal. Namun, konsep acara disebut mengalami penyesuaian. Manajemen menyatakan festival tetap diupayakan berlangsung dengan kemasan yang lebih sederhana, dengan mempertimbangkan kondisi yang sedang berkembang.
Di tengah perhatian publik terhadap kondisi acara, Raffi Ahmad akhirnya memberikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda. Ia menyebut kedatangannya hanya sebagai undangan dan menegaskan tidak terlibat dalam proses perencanaan maupun penyusunan kegiatan tersebut.
Rans Carnival Sepi Pengunjung di Tengah Seruan Boikot
Rans Carnival selama ini dikenal sebagai salah satu acara hiburan yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan bisnis RANS. Festival tersebut menghadirkan hiburan musik, aktivitas pengunjung, serta sejumlah tenant yang menawarkan produk makanan dan minuman.
Penyelenggaraan Rans Carnival juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. Kehadiran musisi dan berbagai kegiatan hiburan diharapkan dapat menarik pengunjung dalam jumlah besar.
Namun, suasana berbeda terlihat dalam penyelenggaraan Rans Carnival di Sleman, Yogyakarta, pada 31 Oktober 2026. Acara yang tetap berlangsung sesuai jadwal itu tampak lebih lengang setelah muncul seruan boikot dan sejumlah pengisi acara mengumumkan pengunduran diri.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena Rans Carnival sebelumnya pernah mendatangkan puluhan ribu pengunjung ketika digelar di sejumlah daerah. Perbedaan suasana pada penyelenggaraan kali ini pun memunculkan perhatian terhadap pengaruh kontroversi yang melibatkan Raffi Ahmad terhadap acara tersebut.
Meski demikian, jumlah pengunjung yang terlihat pada hari pertama tidak dapat langsung dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan keseluruhan acara. Penilaian terhadap penyelenggaraan festival juga perlu mempertimbangkan jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung, transaksi tenant, aktivitas hiburan, serta laporan resmi dari penyelenggara.
Situasi yang terjadi tetap memperlihatkan tantangan bagi penyelenggara. Rans Carnival tidak hanya harus memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, tetapi juga menghadapi respons masyarakat yang berkembang menjelang pelaksanaan acara.
Seruan boikot yang muncul di media sosial menjadi salah satu faktor yang membuat penyelenggaraan festival tersebut mendapat perhatian lebih luas. Terlebih, sejumlah musisi dan tenant yang sebelumnya telah masuk dalam daftar peserta memilih untuk tidak melanjutkan keterlibatan mereka.
Sejumlah Musisi Mundur dari Rans Carnival
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian menjelang pelaksanaan Rans Carnival adalah pengunduran diri sejumlah pengisi acara. Beberapa grup musik yang sebelumnya dijadwalkan tampil menyampaikan keputusan untuk tidak berpartisipasi.
Nama-nama yang disebut mundur antara lain Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho. Keputusan tersebut diumumkan menjelang hari pelaksanaan festival, ketika kritik terhadap keterlibatan Raffi Ahmad dalam deklarasi Sumpah Pemuda masih ramai dibicarakan.
Pengunduran diri para musisi itu membuat susunan acara Rans Carnival mengalami perubahan. Kehadiran pengisi acara musik menjadi salah satu daya tarik festival, sehingga perubahan daftar penampil berpotensi memengaruhi pengalaman pengunjung.
Manajemen Tipe-X turut menyampaikan keputusan mereka melalui unggahan di Instagram pada Sabtu. Dalam unggahan tersebut, pihak manajemen mengumumkan bahwa grup musik itu tidak jadi mengikuti acara.
“Kita mundur dari acara ini. Sampai jumpa di lain pesta,” tulis Manajemen Tipe-X dalam unggahan Instagram.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu informasi yang ikut menyebar di media sosial. Keputusan Tipe-X mundur dari Rans Carnival mendapat perhatian karena disampaikan ketika festival sedang menjadi perbincangan publik.
Selain Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho juga disebut tidak melanjutkan partisipasi mereka. Dengan mundurnya sejumlah musisi, penyelenggara perlu melakukan penyesuaian terhadap agenda hiburan yang telah disiapkan sebelumnya.
Perubahan susunan pengisi acara merupakan tantangan tersendiri bagi sebuah festival. Penyelenggara biasanya telah menyiapkan jadwal penampilan, kebutuhan teknis panggung, hingga berbagai keperluan produksi berdasarkan daftar musisi yang telah dikonfirmasi.
Ketika sejumlah penampil membatalkan keikutsertaan menjelang acara, penyelenggara harus menyesuaikan kembali susunan kegiatan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi informasi yang telah diterima calon pengunjung mengenai acara yang akan mereka datangi.
Meski demikian, keputusan masing-masing musisi untuk mundur merupakan sikap yang disampaikan oleh pihak terkait. Alasan dan pertimbangan setiap pengisi acara sebaiknya tetap merujuk pada pernyataan resmi mereka, bukan hanya asumsi yang berkembang di media sosial.
Tenant Festival Kuliner Ikut Mengundurkan Diri
Bukan hanya pengisi acara musik, sejumlah tenant yang semula dijadwalkan mengikuti festival kuliner Rans Carnival juga dikabarkan mengundurkan diri.
Kehadiran tenant menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival yang menggabungkan hiburan dan kegiatan ekonomi. Berbagai pelaku usaha biasanya memanfaatkan acara seperti ini untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen baru, serta meningkatkan penjualan.
Festival kuliner juga memberikan pilihan aktivitas bagi pengunjung selain menyaksikan penampilan musik. Pengunjung dapat mendatangi stan makanan dan minuman, mencoba produk yang ditawarkan, atau berbelanja selama berada di lokasi acara.
Karena itu, mundurnya sejumlah tenant turut menjadi perhatian. Perubahan jumlah peserta dapat memengaruhi variasi produk yang tersedia dan suasana area festival kuliner.
Bagi pelaku UMKM, keputusan untuk mengikuti sebuah acara biasanya mempertimbangkan sejumlah hal, mulai dari biaya partisipasi, potensi jumlah pengunjung, kebutuhan operasional, hingga peluang penjualan. Ketika situasi menjelang acara berubah, peserta dapat melakukan evaluasi terhadap keputusan yang telah dibuat.
Dalam kasus Rans Carnival, pengunduran diri tenant terjadi di tengah kritik publik terhadap Raffi Ahmad. Meski demikian, alasan setiap tenant mengambil keputusan tersebut perlu dibedakan berdasarkan keterangan masing-masing pihak.
Belum semua keputusan pengunduran diri dapat disimpulkan memiliki alasan yang sama. Oleh sebab itu, informasi mengenai tenant yang batal berpartisipasi sebaiknya disampaikan secara hati-hati dan tidak digeneralisasi tanpa keterangan langsung dari pihak terkait.
Bagi penyelenggara, perubahan daftar tenant menjadi pekerjaan tambahan menjelang acara. Mereka perlu menyesuaikan tata letak stan, informasi peserta, serta kebutuhan teknis yang berkaitan dengan area festival kuliner.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa keberlangsungan sebuah festival tidak hanya bergantung pada penyelenggara. Partisipasi musisi, tenant, mitra usaha, dan pengunjung turut menentukan suasana serta aktivitas ekonomi yang berlangsung selama acara.
Panitia Tetap Gelar Rans Carnival dengan Konsep Lebih Sederhana
Walaupun sejumlah pengisi acara dan tenant mengundurkan diri, Rans Carnival tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tetap diupayakan berjalan dengan konsep yang disesuaikan.
Melalui pernyataan yang disampaikan pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, manajemen Rans Carnival menjelaskan bahwa keputusan melanjutkan acara diambil dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang berkembang.
“Mempertimbangkan situasi dan kondisi saat ini, kami terus mengupayakan agar RANS Carnival tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana,” tulis Manajemen Rans Carnival.
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan penyelenggara mengenai perubahan pendekatan dalam pelaksanaan festival. Rans Carnival tetap berlangsung, tetapi tidak sepenuhnya menggunakan konsep seperti yang sebelumnya direncanakan.
Manajemen juga menyampaikan bahwa acara tersebut selama ini berupaya menjadi wadah bagi pekerja seni dan pelaku UMKM. Melalui kegiatan hiburan, penyelenggara berharap tercipta kesempatan untuk berkolaborasi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
Bagi pekerja seni, festival dapat menjadi ruang untuk menampilkan karya dan menjangkau penonton. Sementara bagi pelaku UMKM, acara yang menghadirkan banyak pengunjung berpotensi membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan.
Itulah sebabnya penyelenggara menyatakan tetap berupaya melanjutkan Rans Carnival meskipun menghadapi sejumlah perubahan. Keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa festival tidak hanya diposisikan sebagai acara hiburan, tetapi juga sebagai kegiatan yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Namun, penyelenggaraan acara di tengah kontroversi tentu memiliki tantangan tersendiri. Respons masyarakat dapat memengaruhi minat pengunjung, sedangkan pengunduran diri peserta dapat mengubah daya tarik kegiatan yang sudah dipromosikan sebelumnya.
Dalam kondisi seperti ini, komunikasi penyelenggara menjadi salah satu hal yang diperhatikan publik. Informasi mengenai perubahan jadwal, pengisi acara, tenant, maupun konsep kegiatan perlu disampaikan dengan jelas agar calon pengunjung mengetahui kondisi terbaru.
Raffi Ahmad Klarifikasi soal Kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda
Di tengah ramainya pembicaraan mengenai Rans Carnival, Raffi Ahmad turut memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Raffi Ahmad diketahui menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Kehadirannya dalam deklarasi tersebut menjadi sorotan karena kegiatan itu berlangsung pada hari yang sama dengan demonstrasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sejumlah kritik muncul setelah kegiatan tersebut disebut sebagai aksi tandingan demonstrasi mahasiswa. Perhatian publik juga tertuju pada dugaan kehadiran massa bayaran dalam deklarasi tersebut. Namun, dugaan tersebut perlu dipahami sebagai tudingan yang beredar dan tidak dapat dianggap sebagai fakta tanpa bukti serta konfirmasi dari pihak terkait.
Melalui unggahan di Instagram, Raffi menyampaikan bahwa dirinya datang ke acara deklarasi Sumpah Pemuda sebagai undangan. Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam proses perencanaan kegiatan.
Menurut Raffi, dirinya tidak ikut menentukan susunan acara maupun pihak-pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut. Penjelasan itu disampaikan sebagai respons terhadap narasi yang berkembang di masyarakat.
“Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting,” imbuh Raffi Ahmad melalui unggahan Instagram.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Raffi menyampaikan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk mengutarakan pendapat. Ia juga menekankan pentingnya suara mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.
Klarifikasi itu menjadi bagian dari respons Raffi terhadap kritik yang muncul setelah kehadirannya dalam deklarasi. Meski begitu, pernyataan tersebut tidak serta-merta mengakhiri perbincangan publik mengenai kegiatan pada 28 Oktober 2026.
Perhatian masyarakat terhadap peristiwa tersebut juga berkaitan dengan posisi Raffi sebagai pejabat publik sekaligus figur yang memiliki bisnis di bidang hiburan. Aktivitasnya di ruang publik dapat menjadi perhatian karena melibatkan dua ranah yang berbeda, yakni tugas sebagai pejabat dan kegiatan bisnis.
Dalam konteks Rans Carnival, kontroversi yang berkembang menjelang acara kemudian diikuti oleh pengunduran diri sejumlah pengisi acara dan tenant. Hubungan antara kedua peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan festival mendapat sorotan.
Meski demikian, dampak langsung dari kontroversi terhadap jumlah pengunjung maupun pendapatan acara tetap perlu dilihat berdasarkan data resmi. Pengamatan terhadap suasana hari pertama dapat menjadi gambaran awal, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan keseluruhan dampak bisnis.
Rans Carnival Menjadi Bagian dari Bisnis Hiburan RANS
Rans Carnival bukan sekadar kegiatan hiburan yang diselenggarakan untuk meramaikan sebuah daerah. Festival ini juga menjadi bagian dari aktivitas bisnis RANS melalui PT Rans Kekinian Indonesia.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam data IDNFinancials.com, Rans Carnival merupakan salah satu acara yang telah diselenggarakan secara berkala oleh perusahaan tersebut.
Model bisnis festival hiburan memungkinkan perusahaan menggabungkan sejumlah aktivitas dalam satu kegiatan. Penyelenggara dapat menghadirkan pertunjukan musik, festival kuliner, kegiatan komunitas, serta partisipasi pelaku usaha.
Konsep seperti ini memberikan peluang pendapatan dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara. Selain itu, festival juga dapat menjadi sarana memperluas jangkauan merek dan membangun hubungan dengan pengunjung.
Dalam prospektus penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), manajemen RANS turut menjelaskan pencapaian penyelenggaraan Rans Carnival di beberapa daerah.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa festival menjadi salah satu bentuk pengembangan bisnis hiburan dan experiential entertainment yang dijalankan perusahaan.
Manajemen RANS menyebut capaian penyelenggaraan acara sebagai bagian dari pengembangan kegiatan hiburan yang terintegrasi dengan ekosistem monetisasi perusahaan.
“Capaian ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengembangkan event dan experiential entertainment sebagai bagian dari ekosistem monetisasi yang terintegrasi,” tulis Manajemen RANS dalam prospektus IPO.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan acara memiliki posisi dalam strategi bisnis perusahaan. Festival tidak hanya dilihat sebagai kegiatan yang menghadirkan hiburan, tetapi juga sebagai salah satu cara mengembangkan aktivitas komersial.
Catatan Pengunjung Rans Carnival di Sejumlah Daerah
Sebelum penyelenggaraan di Sleman, Rans Carnival pernah digelar di beberapa daerah dan mencatat jumlah pengunjung yang cukup besar.
Salah satu penyelenggaraan yang tercatat berlangsung di Bandung Barat pada 2025. Acara tersebut mendatangkan 57.386 pengunjung.
Selain Bandung Barat, Rans Carnival juga pernah diselenggarakan di Malang, Makassar, dan Bekasi. Masing-masing kota mencatat jumlah pengunjung yang berbeda.
Di Malang, jumlah pengunjung tercatat mencapai 22.614 orang. Sementara itu, penyelenggaraan di Makassar mendatangkan 21.394 pengunjung dan di Bekasi sebanyak 18.234 pengunjung.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Rans Carnival pernah menarik puluhan ribu pengunjung dalam sejumlah penyelenggaraannya. Bandung Barat menjadi daerah dengan jumlah pengunjung paling besar di antara empat lokasi yang disebutkan dalam prospektus tersebut.
Perbedaan jumlah pengunjung di setiap kota dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Lokasi acara, waktu pelaksanaan, karakteristik masyarakat, promosi, susunan pengisi acara, serta kondisi pada saat festival berlangsung dapat menjadi bagian dari pertimbangan.
Karena itu, jumlah pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya tidak otomatis menjadi patokan untuk acara berikutnya. Setiap festival memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda, termasuk situasi sosial yang berkembang menjelang pelaksanaan.
Dalam kasus Rans Carnival di Sleman, penyelenggaraan berlangsung ketika nama Raffi Ahmad tengah menjadi perhatian publik. Pada waktu yang hampir bersamaan, sejumlah musisi dan tenant juga mengumumkan pengunduran diri.
Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan Rans Carnival kali ini memiliki latar belakang yang berbeda dibandingkan sejumlah acara sebelumnya.
PT Rans Kekinian Indonesia Bagikan Dividen Rp17,8 Miliar
Aktivitas Rans Carnival juga berkaitan dengan kontribusi bisnis PT Rans Kekinian Indonesia terhadap perusahaan induknya.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam materi perusahaan, PT Rans Kekinian Indonesia memberikan sebagian labanya kepada RANS dalam bentuk dividen sebesar Rp17,8 miliar pada Maret 2026.
Pembagian dividen tersebut menjadi salah satu informasi mengenai kontribusi unit usaha terhadap perusahaan. Dalam sebuah grup bisnis, kinerja anak usaha dapat memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan induk melalui berbagai mekanisme, termasuk pembagian laba.
Rans Carnival menjadi salah satu kegiatan yang disebut dalam pengembangan bisnis hiburan perusahaan. Namun, besaran dividen yang dibagikan tidak dapat secara otomatis dianggap berasal hanya dari penyelenggaraan festival tersebut.
Kinerja perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai aktivitas usaha. Karena itu, kontribusi Rans Carnival perlu dibaca sebagai bagian dari kegiatan bisnis yang lebih luas, bukan sebagai satu-satunya sumber laba PT Rans Kekinian Indonesia.
Pembagian dividen Rp17,8 miliar pada Maret 2026 tetap menjadi catatan penting dalam melihat hubungan bisnis antara perusahaan tersebut dan RANS.
Informasi ini juga memberikan gambaran bahwa kegiatan hiburan yang diselenggarakan perusahaan memiliki kaitan dengan aktivitas komersial dalam grup usaha.
Pendapatan RANS Tembus Rp243,7 Miliar hingga September 2026
Dari sisi kinerja keuangan, RANS melaporkan pendapatan sebesar Rp243,7 miliar hingga September 2026.
Angka tersebut meningkat 5,07 persen secara tahunan atau dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan yang dikutip dari IDNFinancials.com, pertumbuhan pendapatan tersebut sebagian besar ditopang oleh bisnis hiburan dan lifestyle.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas hiburan masih menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan usaha RANS. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan hiburan dan gaya hidup menjadi bagian dari sumber pendapatan perusahaan.
Dalam industri hiburan, penyelenggaraan acara dapat membuka beberapa peluang bisnis. Selain pertunjukan musik, perusahaan dapat mengembangkan kegiatan yang melibatkan merek, pelaku usaha, komunitas, serta pengunjung.
Festival seperti Rans Carnival menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menggabungkan sejumlah elemen tersebut. Melalui satu acara, penyelenggara dapat menghadirkan hiburan sekaligus memberikan ruang bagi tenant untuk menawarkan produk kepada pengunjung.
Meski begitu, pendapatan perusahaan secara keseluruhan tidak dapat disamakan dengan pendapatan dari satu acara. Angka Rp243,7 miliar merupakan pendapatan RANS hingga September 2026 sebagaimana dilaporkan perusahaan, bukan nilai pemasukan khusus dari Rans Carnival.
Kinerja tersebut menjadi konteks penting ketika membahas posisi Rans Carnival dalam bisnis RANS. Festival ini merupakan salah satu bagian dari aktivitas hiburan yang dikembangkan perusahaan, sementara pendapatan perusahaan berasal dari kegiatan usaha yang lebih luas.
Tantangan Rans Carnival di Tengah Respons Publik
Penyelenggaraan Rans Carnival di Sleman berlangsung di tengah situasi yang berbeda dibandingkan beberapa edisi sebelumnya. Kritik terhadap Raffi Ahmad, seruan boikot, serta pengunduran diri sejumlah musisi dan tenant menjadi rangkaian peristiwa yang menyertai pelaksanaan festival.
Bagi penyelenggara, situasi tersebut menghadirkan tantangan dalam menjaga kelangsungan acara. Mereka harus memastikan kegiatan tetap berjalan sekaligus menyesuaikan konsep dengan perubahan yang terjadi menjelang hari pelaksanaan.
Sementara itu, pengunjung memiliki pertimbangan masing-masing ketika memutuskan untuk datang ke sebuah acara. Selain daftar penampil dan aktivitas yang tersedia, informasi mengenai penyelenggaraan serta respons publik juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan.
Di sisi lain, pengunduran diri musisi dan tenant memperlihatkan bahwa partisipasi dalam sebuah acara merupakan keputusan masing-masing pihak. Penyelenggara perlu mengelola perubahan tersebut agar tidak menimbulkan ketidakjelasan informasi bagi calon pengunjung.
Rans Carnival juga memiliki kepentingan untuk mempertahankan perannya sebagai wadah bagi pekerja seni dan UMKM. Hal tersebut menjadi salah satu alasan yang disampaikan manajemen ketika menjelaskan keputusan untuk tetap menggelar acara dengan konsep lebih sederhana.
Namun, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya ditentukan oleh apakah acara tetap berlangsung. Jumlah pengunjung, keterlibatan peserta, aktivitas tenant, serta evaluasi dari pihak penyelenggara juga dapat menjadi bahan untuk melihat hasil pelaksanaan festival.
Perkembangan Rans Carnival di Sleman pun menjadi perhatian karena acara tersebut memiliki rekam jejak penyelenggaraan di sejumlah kota dengan jumlah pengunjung yang cukup besar.
Menanti Evaluasi Penyelenggaraan Rans Carnival
Kondisi Rans Carnival pada hari pertama menjadi salah satu hal yang banyak diperbincangkan setelah muncul seruan boikot. Festival yang sebelumnya pernah mendatangkan puluhan ribu pengunjung di sejumlah daerah itu kali ini terlihat lebih lengang.
Pengunduran diri Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, Masdddho, serta sejumlah tenant turut mengubah situasi menjelang penyelenggaraan. Panitia kemudian menyatakan tetap melanjutkan acara dengan konsep yang lebih sederhana.
Di tengah perkembangan tersebut, Raffi Ahmad memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda. Ia menyebut datang sebagai undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan kegiatan.
Sementara itu, Rans Carnival tetap menjadi bagian dari aktivitas bisnis hiburan RANS melalui PT Rans Kekinian Indonesia. Catatan penyelenggaraan di Bandung Barat, Malang, Makassar, dan Bekasi menunjukkan bahwa festival tersebut pernah menarik puluhan ribu pengunjung.
RANS juga melaporkan pendapatan Rp243,7 miliar hingga September 2026, atau meningkat 5,07 persen secara tahunan. Bisnis hiburan dan lifestyle disebut menjadi salah satu penopang pendapatan perusahaan.
Perkembangan Rans Carnival di Sleman menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara. Evaluasi terhadap jumlah pengunjung, partisipasi musisi dan tenant, serta respons masyarakat dapat menjadi bahan untuk melihat pelaksanaan festival tersebut.
Dengan demikian, sorotan terhadap Rans Carnival tidak hanya berkaitan dengan suasana acara yang terlihat lebih lengang. Peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana respons publik, keputusan para pengisi acara, dan strategi penyelenggara saling berkaitan dalam sebuah kegiatan hiburan yang memiliki nilai bisnis.
Sumber : www.idnfinancials.com
