Momen Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mencium kening Paus Fransiskus ketika melakukan kunjungan apostolik ke Indonesia pada 2024 lalu.(Kemenag)
Paus Fransiskus telah wafat pada usia 88 tahun pada Senin pagi (21/4/2025) pukul 07.35 waktu Vatikan. Selama hidupnya, Paus dikenal sebagai sosok yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan, termasuk dalam hubungan manusia dengan teknologi. Salah satu pesan terpenting yang disampaikan oleh Paus adalah melalui Pope’s Monthly Intentions (Niat Doa Bulanan Paus) pada 1 April 2025, tiga minggu sebelum ia wafat. Pada kesempatan itu, Paus mengangkat tema tentang penggunaan teknologi baru dengan doa berjudul “For the use of the new technologies” atau “penggunaan teknologi baru.”
Dalam pesan tersebut, Paus mengajak umat Katolik untuk lebih banyak berinteraksi secara fisik dengan sesama daripada terlalu banyak berhubungan melalui layar ponsel. Paus menjelaskan bahwa terlalu sering menatap layar dapat membuat kita melupakan keberadaan manusia di sekitar kita yang dapat bernapas, tertawa, dan menangis. Walaupun Paus menghargai teknologi sebagai pemberian Tuhan dan hasil karya manusia, ia mengingatkan bahwa teknologi harus digunakan dengan bijak, untuk menyatukan umat manusia, bukan memisahkannya. Ia juga menekankan bahwa teknologi harus digunakan untuk menolong mereka yang membutuhkan, seperti orang sakit atau yang memiliki keterbatasan.
Paus Fransiskus berdoa agar teknologi baru tidak menggantikan hubungan antar sesama manusia, namun malah memperkuat martabat setiap orang dan membantu umat manusia menghadapi tantangan zaman. Pesan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.
Selain itu, Paus juga mengungkapkan pandangannya tentang kecerdasan buatan (AI), khususnya dalam perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-58 pada 24 Januari 2024. Dalam kesempatan itu, Paus menegaskan bahwa meskipun teknologi, termasuk AI, dapat memberikan kemajuan besar, ia tidak dapat menggantikan kebijaksanaan dan nilai-nilai manusiawi. Paus selalu menekankan bahwa kemajuan teknologi seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan mengurangi atau menggantikan peran manusia itu sendiri.
Dengan meninggalnya Paus Fransiskus, umat Katolik dan dunia kehilangan seorang pemimpin yang tidak hanya berfokus pada spiritualitas, tetapi juga memberikan arahan moral dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pesannya tentang pentingnya hubungan manusia yang saling menghargai dan memperhatikan satu sama lain, tetap relevan dan akan dikenang sepanjang masa.
