Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Sumber Foto : Wikipedia)
Buletinmedia.com – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tengah menjalani proses perbaikan permukaan lapangan menjelang pertandingan Persib Bandung menghadapi Manila Digger FC pada babak play off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027. Kondisi rumput stadion menjadi perhatian karena GBLA dijadwalkan menjadi venue pertandingan penting tersebut.
Perbaikan rumput Stadion GBLA belakangan ikut menjadi sorotan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan metode yang digunakan dalam memperbaiki permukaan lapangan. Pasalnya, perbaikan tidak dilakukan dengan mengganti seluruh rumput yang berada di area lapangan, melainkan melalui penggantian pada bagian-bagian tertentu yang mengalami kerusakan.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena pertandingan Persib vs Manila Digger FC akan menjadi salah satu agenda penting bagi klub asal Kota Bandung tersebut. Laga play off ACL 2 2026-2027 dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Persib membutuhkan kondisi lapangan yang memadai agar pertandingan dapat berlangsung sesuai standar kompetisi internasional. Karena itu, proses pemulihan rumput GBLA menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum pertandingan digelar.
Manajemen Persib Bandung pun memberikan penjelasan mengenai proses perbaikan rumput yang sedang berlangsung. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengatakan pekerjaan tersebut tidak dilakukan langsung oleh manajemen Persib.
Menurut Adhitia, Persib menggunakan jasa kontraktor yang dipilih melalui proses tender. Sejumlah kontraktor sebelumnya telah melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Stadion GBLA sebelum akhirnya salah satu pihak dipilih untuk mengerjakan proses perbaikan lapangan.
Persib Gunakan Kontraktor untuk Perbaikan Rumput GBLA
Adhitia menjelaskan, kondisi lapangan GBLA terlebih dahulu diperiksa sebelum menentukan metode perbaikan yang akan digunakan. Persib kemudian membuka proses tender dan mengundang sejumlah kontraktor untuk melihat kondisi lapangan secara langsung.
“Jadi memang plan itu, gini, jadi satu yang mesti diluruskan, kami itu tidak mengerjakan sendiri. Kami pakai kontraktor. Kontraktornya juga berdasarkan hasil tender,” kata Adhitia.
Ia menjelaskan, beberapa kontraktor sempat datang dan melakukan kunjungan ke Stadion GBLA. Dari proses tersebut, manajemen Persib kemudian memilih salah satu kontraktor untuk menangani pekerjaan lapangan.
“Jadi kita sudah beberapa kontraktor datang ke sana, visit segala macam, tender, akhirnya kami memilih si X inilah yang kami belum bisa bilang siapa,” ujarnya.
Pemilihan kontraktor dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual lapangan serta waktu yang tersedia. Faktor waktu menjadi salah satu hal penting karena Stadion GBLA harus kembali dalam kondisi siap digunakan untuk pertandingan Persib di ajang ACL 2.
Adhitia menyebut pekerjaan perbaikan rumput ditargetkan selesai sekitar pertengahan Agustus. Setelah pekerjaan utama rampung, masih diperlukan waktu untuk memastikan rumput tumbuh secara merata di seluruh permukaan lapangan.
“Based on dari jadwal pengerjaannya itu seharusnya di tanggal 12-an, 14-an tuh sudah selesai pengerjaannya. Tinggal nunggu si rumputnya itu tumbuh merata menyeluruh ke seluruh stadion,” katanya saat memperkenalkan sponsor baru pada 6 Agustus 2026.
Tahapan tersebut menjadi penting karena kondisi rumput tidak hanya dinilai dari apakah lapangan terlihat hijau. Permukaan lapangan juga harus memiliki tingkat kepadatan, ketinggian, dan kerataan yang sesuai sehingga dapat digunakan untuk pertandingan sepak bola profesional.
Jadwal Play Off ACL 2 Mundur, Persib Punya Waktu Tambahan
Persib mendapatkan tambahan waktu untuk mempersiapkan Stadion GBLA setelah jadwal pertandingan play off ACL 2 mengalami perubahan.
Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus kemudian bergeser menjadi 31 Agustus 2026. Perubahan tersebut memberikan waktu lebih panjang bagi Persib untuk menunggu proses pemulihan rumput.
Bagi manajemen Persib, mundurnya jadwal pertandingan tersebut justru memberikan keuntungan dari sisi persiapan. Ada tambahan waktu sekitar dua pekan untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar siap digunakan.
“Sehingga Alhamdulillah, jadwal kami (play off ACL 2) mundur ke tanggal 31. Jadi kami ada waktu nih sekitar dua minggu untuk nungguin sampai benar-benar rumputnya itu nyaman,” ujar Adhitia.
Tambahan waktu tersebut diharapkan bisa membuat proses perawatan rumput berlangsung lebih maksimal. Setelah area rumput yang rusak diperbaiki, rumput membutuhkan waktu untuk tumbuh dan menyatu dengan permukaan lapangan.
Adhitia mengatakan perkembangan perbaikan Stadion GBLA sejauh ini berjalan sesuai rencana. Ia juga mengaku terus mendapatkan laporan mengenai perkembangan pekerjaan yang dilakukan kontraktor.
“Nah progresnya sekarang Alhamdulillah on track, terakhir juga saya cek ke Rafid (kepercayaan Adhitia) semuanya oke. Ya mudah-mudahan lah sebelum tanggal 31 udah siap untuk playoff,” kata Adhitia.
Dengan waktu yang tersedia, manajemen Persib berharap tidak ada kendala berarti yang muncul hingga hari pertandingan. Stadion GBLA diharapkan sudah berada dalam kondisi terbaik ketika Persib menjamu Manila Digger FC.
Rumput GBLA Jadi Perhatian Menjelang Laga Persib
Kondisi rumput Stadion GBLA bukan persoalan baru yang mendapat perhatian. Permukaan lapangan beberapa kali menjadi bahan pembicaraan, terutama ketika kualitas rumput dianggap tidak berada dalam kondisi ideal untuk pertandingan sepak bola profesional.
Sebelumnya, pelatih Persib Bojan Hodak juga pernah menyampaikan keluhan mengenai kondisi lapangan. Rumput menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi permainan karena karakter permukaan lapangan berhubungan langsung dengan kecepatan bola dan pergerakan pemain.
Lapangan yang tidak rata atau memiliki bagian yang rusak dapat membuat permainan menjadi lebih sulit. Pemain juga berpotensi mengalami masalah ketika melakukan perubahan arah, berlari, atau melakukan duel.
Karena itu, pembenahan rumput GBLA menjadi pekerjaan penting sebelum pertandingan Persib di kompetisi Asia.
Sorotan kembali muncul setelah metode perbaikan rumput yang diterapkan di GBLA beredar di media sosial. Warganet memperhatikan adanya penggantian rumput pada bagian-bagian tertentu, bukan penggantian lapangan secara keseluruhan.
Metode tersebut kemudian menimbulkan berbagai pendapat. Ada yang menilai penggantian sebagian rumput tidak cukup untuk memperbaiki kondisi lapangan secara menyeluruh. Namun, pihak pengelola menjelaskan bahwa metode yang digunakan telah mempertimbangkan berbagai faktor teknis.
Perbaikan Rumput GBLA Dilakukan Berdasarkan Kajian Teknis
Melalui informasi yang disampaikan melalui akun resmi Stadion GBLA, proses perbaikan lapangan disebut dilakukan berdasarkan kajian teknis. Metode yang dipilih tidak semata-mata mempertimbangkan kondisi rumput, tetapi juga tingkat kerusakan dan waktu yang tersedia.
Pihak pengelola menyebut kondisi aktual lapangan menjadi dasar dalam menentukan tindakan yang dilakukan. Dengan demikian, area yang mengalami kerusakan dapat mendapatkan penanganan secara lebih spesifik.
Metode tersebut juga disesuaikan dengan jadwal kompetisi yang semakin dekat. Stadion GBLA harus siap digunakan pada akhir Agustus untuk pertandingan play off ACL 2 dan memasuki periode kompetisi berikutnya pada September.
Salah satu metode yang digunakan adalah sodding. Proses tersebut dilakukan dengan mengganti bagian rumput yang mengalami kerusakan.
Penggantian pada area tertentu memungkinkan pekerjaan dilakukan secara lebih cepat dibandingkan harus membongkar seluruh permukaan lapangan. Bagian yang masih dalam kondisi baik tetap dipertahankan, sedangkan area yang rusak mendapatkan penggantian.
Selain sodding, dilakukan pula pemotongan tipis pada rumput. Proses ini bertujuan membantu merangsang pertumbuhan daun baru sehingga kondisi permukaan lapangan dapat kembali lebih baik.
Ada pula proses top dressing. Metode tersebut digunakan untuk membantu memperbaiki permukaan serta media tanam. Material tertentu ditambahkan pada permukaan lapangan untuk membantu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan rumput.
Tahap berikutnya adalah pemupukan dan penggunaan bahan pendukung. Langkah ini dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan serta mempertahankan kondisi rumput agar tetap optimal.
Mengapa Rumput Tidak Diganti Secara Keseluruhan?
Pertanyaan mengenai mengapa seluruh rumput GBLA tidak diganti juga menjadi salah satu pembahasan di media sosial.
Secara umum, mengganti seluruh permukaan rumput membutuhkan waktu dan proses yang tidak singkat. Setelah rumput baru dipasang, diperlukan masa pemulihan agar rumput dapat tumbuh, beradaptasi, dan memiliki kepadatan yang cukup sebelum digunakan dalam pertandingan.
Dalam kasus Stadion GBLA, faktor waktu menjadi pertimbangan penting. Persib harus mempersiapkan stadion untuk pertandingan melawan Manila Digger FC pada 31 Agustus 2026.
Jika dilakukan penggantian rumput secara menyeluruh, waktu yang tersedia untuk memastikan rumput benar-benar siap akan semakin terbatas.
Karena itu, kontraktor memilih pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Bagian yang masih dapat dipertahankan tidak perlu diganti, sementara area yang mengalami kerusakan mendapatkan penanganan.
Metode tersebut diharapkan dapat membuat lapangan kembali memiliki kualitas yang lebih baik dalam waktu yang tersedia.
Kondisi rumput tentunya tidak hanya ditentukan oleh proses pemasangan. Perawatan setelah perbaikan juga memiliki peran besar.
Rumput membutuhkan air, nutrisi, pemotongan yang tepat, serta kondisi lingkungan yang mendukung agar dapat tumbuh secara merata. Karena itu, setelah pekerjaan perbaikan selesai, proses pemantauan masih akan terus dilakukan.
Persib vs Manila Digger FC Jadi Ujian Berikutnya
Pertandingan Persib vs Manila Digger FC akan menjadi agenda penting karena mempertemukan Persib dengan wakil Filipina dalam babak play off ACL 2 2026-2027.
Pertandingan tersebut juga memiliki arti penting bagi Persib yang ingin melanjutkan kiprahnya di kompetisi antarklub Asia. Karena itu, kesiapan pemain, tim pelatih, hingga stadion menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Stadion GBLA sebagai kandang Persib tentu diharapkan memberikan keuntungan tersendiri. Dukungan Bobotoh di stadion menjadi salah satu faktor yang selama ini melekat dalam setiap pertandingan kandang Persib.
Namun, atmosfer pertandingan juga harus didukung oleh kondisi lapangan yang baik. Permukaan rumput yang berkualitas akan membantu pemain mengembangkan permainan dan mengurangi gangguan yang berasal dari kondisi lapangan.
Manajemen Persib menyadari pentingnya hal tersebut. Karena itu, perbaikan rumput GBLA menjadi salah satu pekerjaan yang mendapatkan perhatian menjelang pertandingan.
Dengan perubahan jadwal ke 31 Agustus, Persib kini memiliki waktu lebih panjang untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Bobotoh Diminta Menunggu Perkembangan
Perbaikan Stadion GBLA tentu menjadi perhatian Bobotoh. Sebagai pendukung Persib, mereka ingin memastikan pertandingan kandang dapat berlangsung di stadion yang representatif.
Berbagai komentar mengenai kondisi rumput pun bermunculan di media sosial. Sebagian mempertanyakan metode perbaikan yang digunakan, sementara lainnya menunggu hasil akhir setelah seluruh proses selesai.
Manajemen Persib meminta agar perkembangan tersebut dilihat berdasarkan hasil akhir pekerjaan. Adhitia menyampaikan bahwa proses perbaikan dilakukan oleh kontraktor yang dipilih melalui mekanisme tender dan berdasarkan pertimbangan teknis.
Dengan waktu yang masih tersedia sebelum pertandingan, kondisi rumput diharapkan terus mengalami perkembangan positif.
Pekerjaan yang dilakukan tidak berhenti pada penggantian bagian rumput yang rusak. Ada sejumlah tahapan lanjutan yang harus dijalankan agar permukaan lapangan dapat kembali optimal.
Target GBLA Siap Sebelum 31 Agustus
Target utama perbaikan Stadion GBLA adalah memastikan lapangan siap digunakan pada pertandingan Persib vs Manila Digger FC.
Adhitia mengatakan perkembangan pekerjaan sejauh ini masih sesuai jalur yang direncanakan. Jika tidak ada kendala, proses pekerjaan utama dapat diselesaikan pada pertengahan Agustus, kemudian dilanjutkan dengan masa pertumbuhan dan pemulihan rumput.
Waktu tambahan sekitar dua pekan setelah perubahan jadwal pertandingan menjadi kesempatan bagi pengelola untuk melakukan pemantauan lebih intensif.
Masa tersebut juga dapat digunakan untuk memastikan area rumput yang baru diperbaiki dapat menyatu dengan bagian lapangan lainnya.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Stadion GBLA diharapkan sudah dalam kondisi layak ketika Persib menjalani pertandingan play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026.
Pertandingan tersebut bukan hanya menjadi agenda kompetisi bagi Persib, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat hasil dari proses pembenahan Stadion GBLA.
Kondisi Lapangan Jadi Bagian Penting Persiapan Musim Baru
Perbaikan rumput GBLA juga tidak hanya berkaitan dengan satu pertandingan. Stadion tersebut akan memasuki periode yang cukup padat ketika kompetisi musim 2026-2027 berjalan.
Karena itu, perawatan lapangan harus dilakukan secara berkelanjutan. Kondisi rumput yang baik membutuhkan perhatian sepanjang musim, bukan hanya ketika stadion akan digunakan untuk pertandingan besar.
Jadwal pertandingan, intensitas penggunaan lapangan, cuaca, penyiraman, pemotongan rumput, pemupukan, hingga pemulihan setelah pertandingan menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Pengelolaan lapangan sepak bola profesional memang membutuhkan perencanaan yang matang. Rumput yang terlihat hijau belum tentu memiliki kualitas permukaan yang ideal. Demikian pula sebaliknya, bagian lapangan yang terlihat mengalami kerusakan belum tentu harus diganti seluruhnya.
Karena itu, kajian teknis dari kontraktor menjadi dasar dalam menentukan metode perbaikan yang sesuai.
Dengan pendekatan tersebut, pengelola berharap Stadion GBLA dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.
Persib Fokus Hadapi Manila Digger FC
Di tengah proses pembenahan Stadion GBLA, Persib juga harus tetap fokus mempersiapkan tim untuk menghadapi Manila Digger FC.
Pertandingan play off ACL 2 akan menjadi salah satu tantangan bagi skuad Persib pada awal musim. Selain persiapan fisik dan taktik, kesiapan mental pemain juga menjadi faktor penting.
Dukungan Bobotoh di Stadion GBLA diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi tim. Namun, seluruh elemen pertandingan harus dipersiapkan dengan baik agar laga dapat berjalan sesuai harapan.
Dari sisi stadion, perbaikan rumput menjadi salah satu pekerjaan yang saat ini sedang dikebut.
Mundurnya jadwal pertandingan dari 12 Agustus menjadi 31 Agustus memberikan ruang tambahan bagi Persib untuk mematangkan persiapan. Waktu tersebut juga dimanfaatkan untuk menunggu rumput tumbuh lebih merata setelah proses perbaikan dilakukan.
Manajemen Persib berharap kondisi lapangan sudah nyaman dan siap digunakan ketika pertandingan berlangsung.
Dengan demikian, perhatian saat ini tidak hanya tertuju pada siapa yang akan menjadi pemenang pertandingan, tetapi juga pada kesiapan Stadion GBLA sebagai venue pertandingan internasional.
Perbaikan rumput yang sedang dilakukan menjadi bagian dari upaya memastikan pertandingan Persib vs Manila Digger FC dapat berlangsung dengan kondisi lapangan yang lebih baik.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, GBLA akan kembali menjadi tempat Bobotoh menyaksikan perjuangan Persib di kompetisi Asia. Pertandingan pada 31 Agustus 2026 pun menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana proses perbaikan lapangan tersebut memberikan hasil.
Untuk sementara, manajemen Persib menyebut progres perbaikan masih berada di jalur yang diharapkan. Pekerjaan utama ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus, sementara rumput membutuhkan waktu tambahan untuk tumbuh dan menyebar secara merata.
Dengan adanya waktu tambahan sebelum pertandingan, Persib optimistis Stadion GBLA dapat dipersiapkan sebaik mungkin.
Kini, perhatian tinggal menunggu perkembangan rumput hingga mendekati hari pertandingan. Kondisi akhir lapangan akan menjadi salah satu hal yang dinantikan menjelang Persib menjalani laga play off ACL 2 menghadapi Manila Digger FC pada 31 Agustus 2026.
Sumber : www.kompas.com
