Belakangan ini, dunia maya diramaikan oleh sosok jurnalis yang berhasil mengubah cara orang menikmati berita. Valentino Resa, seorang presenter Metro TV, sukses menarik perhatian netizen dengan cara membawakan berita yang jenaka namun tetap sarat makna.
Meski para pembawa berita biasanya membaca teks yang telah disiapkan oleh tim redaksi, ekspresi wajah dan gestur tubuh tetap berperan penting dalam menyampaikan pesan. Resa menggabungkan teknik penyampaian yang ekspresif dengan sindiran cerdas, membuat pemirsa tak hanya terinformasi tetapi juga terhibur.
Tak heran, akun Metro TV kini kebanjiran pengikut yang menantikan gaya khas Resa dalam menyampaikan berita. Banyak yang beranggapan bahwa dirinya seperti komika yang sedang membawakan materi stand-up comedy, tetapi tetap fokus menyampaikan fakta dengan cara yang segar.
Beberapa contohnya yang bikin netizen ngakak:
- Kasus Minyakita yang volumenya lebih sedikit dari yang tertera di kemasan:
“Polisi menemukan bahwa minyak yang harusnya 1 liter, setelah dicek isinya cuma 700-900 ml. Ini Minyakita atau Minyakmereka?” - Kasus korupsi PLTU Kalimantan Barat yang merugikan negara hingga Rp1,2 triliun:
“Kalau uang segitu dipakai beli token listrik, mungkin seluruh Indonesia bakal silau!” - APBN yang sudah jebol Rp31,2 triliun padahal baru dua bulan berjalan:
“Ingat, uang memang nggak bisa dibawa mati, tapi bisa membatalkan hukuman mati. Di Vietnam…” - Pengumuman THR yang harus cair H-7 Lebaran, tapi dengan risiko bentuknya merchandise kantor:
“Semoga THR kali ini nggak berubah jadi goodie bag berisi kaos bertuliskan ‘We Are Family’. Family kok disuruh lembur, auuuu!” - Korupsi jalan tol MBZ yang menghabiskan dana besar tetapi hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang:
“Harusnya ada rambu khusus di tol: ‘Mohon maaf, Anda tidak bisa melintas. Beban dosa Anda melebihi kapasitas jalan’.”
Dengan gaya sarkas yang cerdas dan cara penyampaian yang ringan, Valentino Resa berhasil membuktikan bahwa berita tak selalu harus serius.
