Petugas kepolisian bersama anggota TNI dari Denpal III Cirebon memeriksa benda yang diduga granat (Foto : Darfan)
CIREBON, Buletinmedia.com – Warga Kelurahan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat, dibuat geger oleh penemuan benda mencurigakan yang diduga sebagai bahan peledak jenis granat tangan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi di kawasan Jalan Merdeka, saat proses penggalian tanah untuk pembuatan saluran septic tank di salah satu rumah warga.
Kejadian ini bermula ketika dua orang pekerja bangunan tengah melakukan penggalian tanah di halaman rumah. Aktivitas yang awalnya berjalan normal mendadak berubah tegang setelah salah satu pekerja menemukan benda keras yang bentuknya tidak biasa. Benda tersebut awalnya dikira hanya batu atau logam biasa yang tertimbun tanah. Namun, setelah diamati lebih dekat, bentuknya menyerupai granat tangan.
Penemuan tersebut sontak membuat para pekerja menghentikan aktivitasnya. Rasa penasaran sempat muncul, hingga akhirnya benda itu diangkat secara hati-hati menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sorok. Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam tanah, barulah terlihat jelas bahwa benda tersebut menyerupai granat jenis nanas, yang dikenal memiliki bentuk bertekstur kasar di bagian luar.
Salah satu saksi mata, Aris, mengungkapkan bahwa penemuan itu terjadi secara tidak sengaja saat proses penggalian berlangsung. Ia menjelaskan bahwa awalnya dirinya menggunakan linggis untuk menggali tanah, namun beruntung alat tersebut tidak mengenai benda yang diduga granat tersebut.
“Awalnya lagi gali tanah untuk bikin saluran air dari WC pakai linggis. Terus ada benda bentuknya seperti granat. Untungnya linggisnya tidak kena. Kemudian saya keluarkan pakai cangkul, lalu saya langsung hubungi pemilik rumah,” ujar Aris.
Menyadari potensi bahaya dari temuan tersebut, pemilik rumah tidak mengambil risiko dan segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian setempat. Langkah cepat ini dinilai penting untuk menghindari kemungkinan terburuk, mengingat benda yang ditemukan diduga masih aktif meski telah lama terkubur.
Tak lama setelah laporan diterima, petugas kepolisian bersama anggota TNI dari Denpal III Cirebon langsung menuju lokasi kejadian. Area sekitar penemuan segera diamankan untuk mencegah warga mendekat. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap benda tersebut sebelum akhirnya mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman.
Kapolsek Lemahwungkuk, Iptu Usep Winta, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara, granat tersebut diduga merupakan jenis granat nanas yang kemungkinan merupakan peninggalan masa lalu, termasuk tidak menutup kemungkinan berasal dari era kolonial.
“Pemilik rumah ini awalnya ingin membuat saluran pembuangan dari WC dan memanggil dua tukang. Saat menggali, ditemukan benda yang diduga granat dan langsung dibawa keluar. Dari keterangan rekan-rekan TNI, ini jenis granat nanas. Dilihat dari kondisinya, kemungkinan masih aktif, hanya saja sudah berkarat. Kami akan lakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah masih aktif atau tidak,” ujar Iptu Usep Winta.
Penemuan granat di wilayah permukiman tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga sekitar. Banyak dari mereka yang berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung, meskipun petugas telah mengimbau agar masyarakat menjaga jarak demi keselamatan. Beberapa warga mengaku terkejut karena tidak menyangka benda berbahaya seperti itu bisa ditemukan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Peristiwa ini juga kembali mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Cirebon, memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masa penjajahan. Tidak jarang, sisa-sisa peninggalan berupa senjata atau bahan peledak masih tertimbun di dalam tanah dan baru ditemukan secara tidak sengaja saat dilakukan aktivitas penggalian.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat gabungan memutuskan untuk membawa granat tersebut ke markas Kodim 0614 Kota Cirebon guna penanganan lebih lanjut. Proses identifikasi akan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang untuk memastikan kondisi granat, termasuk tingkat keaktifannya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada. Jika menemukan benda mencurigakan yang menyerupai bahan peledak, warga diminta untuk tidak menyentuh atau memindahkannya tanpa penanganan dari pihak berwenang. Langkah terbaik adalah segera melapor agar dapat ditangani secara profesional.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang melakukan aktivitas penggalian tanah, baik untuk pembangunan rumah, saluran air, maupun septic tank. Kehati-hatian perlu ditingkatkan, terutama jika menemukan benda asing yang tidak biasa.
Selain itu, koordinasi cepat antara warga dan aparat menjadi kunci dalam mencegah potensi bahaya yang lebih besar. Respons sigap dari pemilik rumah dan pekerja bangunan dalam melaporkan temuan tersebut patut diapresiasi karena telah membantu mencegah risiko yang mungkin terjadi.
Hingga saat ini, situasi di lokasi penemuan sudah kembali kondusif setelah benda tersebut berhasil diamankan. Aktivitas warga pun berangsur normal, meski peristiwa ini masih menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekitar.
Penemuan granat di Lemahwungkuk ini menjadi pengingat bahwa potensi bahaya bisa datang dari hal yang tidak terduga. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan bersama, terutama di wilayah yang memiliki nilai historis tinggi seperti Kota Cirebon.
