Titik keberadaan terakhir KMP Tunu yang tenggelam di Selat Bali(KOMPAS.COM/DOKUMENTASI warga) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, 4 Korban Selamat Ditemukan di Bali", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2025/07/03/071811088/kmp-tunu-pratama-jaya-tenggelam-4-korban-selamat-ditemukan-di-bali?source=headline.
Empat dari total 65 orang yang berada di atas Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya berhasil bertahan hidup setelah kapal mereka karam di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Di tengah gulungan ombak dan pekatnya malam, mereka ditemukan terdampar dalam kondisi selamat di Pesisir Cekik, Bali. Para penyintas tersebut terdiri dari tiga orang penumpang dan satu kru yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM), seperti dikonfirmasi oleh Capt. Purgana, Kepala Kantor KSOP Tanjungwangi pada Kamis (3/7/2025), sebagaimana dilaporkan Tribunnews.
Musibah ini terjadi tak lama setelah kapal berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, tepatnya pukul 22.56 WIB. Tak sampai setengah jam kemudian, pada pukul 23.20 WIB, sinyal bahaya atau distress call dikirimkan dari kapal, menandakan situasi genting. Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi, mengungkapkan bahwa manifest sementara mencatat 65 jiwa berada di atas kapal tersebut: 53 penumpang dan 12 awak kapal.
Tragisnya, hanya berselang 15 menit setelah sinyal darurat itu diterima, kapal dilaporkan sudah tenggelam seluruhnya. Petugas jaga dari Syahbandar menyaksikan langsung detik-detik tenggelamnya kapal pada pukul 23.35 WIB—sebuah momen krusial yang mempercepat reaksi tim penyelamat.
Tanpa membuang waktu, operasi penyelamatan pun digerakkan. Tim gabungan—yang terdiri dari Badan SAR Nasional, kepolisian, tenaga medis, dan relawan—bergerak cepat ke titik terakhir sinyal kapal. Pada pukul 00.18 WIB, sebuah kapal jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) mulai menyisir perairan untuk mencari korban. Kapolres Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menyatakan bahwa sumber daya dikerahkan secara maksimal, mulai dari perahu penyelamat, ambulans, hingga personel medis untuk mengevakuasi korban hidup maupun jenazah.
Meski empat orang telah ditemukan dengan selamat, puluhan lainnya masih belum diketahui nasibnya. Harapan kini berpacu dengan waktu dan cuaca di tengah laut, sementara proses pencarian terus dilakukan secara intensif untuk menyisir seluruh area yang berpotensi menjadi titik hanyutnya korban.
